Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Ilustrasi - Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Sebagaimana kabupaten-kabupaten kecil lainnya, hiburan hingga gerai-gerai modern seperti Mie Gacoan di Jombang memang hanya berada di pusat kota. Alhasil, bagi warga Jombang yang berada jauh dari pusat kota, agak kesulitan untuk mengaksesnya sewaktu-waktu, terutama karena sudah mager dengan jarak lebih dulu. 

Tidak heran jika beberapa waktu belakangan ada jasa titip (jastip) Mie Gacoan di Jombang. Pasalnya, satu-satunya gerai Mie Gacoan berada di dekat Alun-Alun Jombang yang, bagi warga Jombang pinggiran, menjangkaunya harus menempuh waktu 30 menitan. 

Pakai jastip Mie Gacoan demi “saudara norak”

Pengguna jastip Mie Gacoan tersebut misalnya Maulida (16). Rumah Maulida berada di pinggiran Jombang selatan. Sebenarnya, jika sedang niat betul untuk jalan-jalan ke pusat kota Jombang, Maulida dan sejumlah teman sirkel SMA-nya tidak jarang datang langsung ke gerai Mie Gacoan. Hanya saja, saat belakangan mulai muncul jastip, Maulida pikir tidak ada salahnya jika memanfaatkan layanan tersebut. 

“Ada satu saudaraku, perempuan di desa, yang jarang kan main-main keluar. Tiap diajak ke Mie Gacoan pasti nggak mau. Alasannya malu lah karena ramai orang, takut norak lah,” ujar Maulida, Minggu (19/7/2026). 

Maulida mengaku, ia sebenarnya menjamin tidak akan gimana-gimana pada si saudara perempuan jika pertama kali mencoba makan di gerai Mie Gacoan Jombang langsung. Akan tetapi, perasaan takut norak itu terus saja jadi penghalang. 

Maka, rencana pun berubah. Tidak langsung mengajak si saudara ke gerai, tapi membiarkannya mencicipi Mie Gacoan terlebih dulu lewat jastip. 

“Kalau ketagihan, siapa tahu besok-besok mau langsung ke tempatnya. Jadi minggu awal bulan lalu aku sengaja pakai jastip terus makannya di rumahku,” tutur Maulida. 

Solusi mager antre dan hadapi keriuhan “pusat hiburan kabupaten”

Saat memesan sejumlah menu di penyedia jastip Mie Gacoan, Maulida mengaku langsung terbuai dengan kemudahan yang ditawarkan. 

“Kayaknya enak gitu, nggak usah ikut antre, terus nanti dibayar,” ungkapnya. Maklum, baru pertama kali itu ia menggunakan jastip makanan. 

Selama ini, hal lain yang membuat Maulida agak mager makan di Mie Gacoan di Jombang selain karena jarak adalah karena antreannya yang luar biasa padat. Wajar saja, namanya juga satu-satunya. 

Maulida menyebut, Mie Gacoan di Jombang memang selayaknya pusat hiburan warga dari seluruh penjuru Jombang, termasuk anak-anak muda dari pelosok desa nun jauh dari pusat kota sekalipun. Sehingga memang gerainya pasti amat padat, terutama di akhir pekan. 

Momen lucu jastip Mie Gacoan: bayar “lebih mahal” untuk mie kotak padat

Yang luput Maulida perhitungkan: yang menggunakan jastip bukan dirinya saja, tapi banyak orang lain. Dengan begitu, si penyedia jastip Mie Gacoan di Jombang akan mengantarkan banyak pesanan dengan jarak rumah yang berbeda-beda. 

Belum lagi saat di gerai, pastinya juga masih harus antre panjang jika di gerai memang sedang ramai. 

“Kalau untuk Jombang selatan ongkirnya Rp5 ribu. Ya nggak apa-apa lag, lebih mahal sedikit dari harga mie Rp10 ribu, tapi kan yang penting nggak antre,” kata Maulida dengan lugu. 

Tapi Maulida sempat agak tidak sabar menunggu setelah 2 jam berlalu. Sampai akhirnya jastip Mie Gacoan-nya sampai di rumah, yang tentu ia sambut dengan antusias karena memang sudah kemecer ingin menyantap salah satu kuliner kekinian yang digemari anak-anak muda tersebut. 

Di situlah momen lucu terjadi. Saat membuka kotak styrofoam mie-nya, Mie Gacoan yang pesan sudah berbentuk kotak padat. Ya gimana ya, sudah berjarak sekian jam dari penyajian kok. 

Tidak ada mie lembut yang bisa “diseruput” helai demi helai pakai sumpit. Yang ada harus effort mengurai kekakuan mie dengan sendok. Sontak saja Maulida dan saudara perempuannya tertawa-tawa. 

Yang tiruan tetap jadi andalan

Terutama bagi saudara perempuan Maulida. Momen tersebut membuatnya semakin mager diajak makan di gerai secara langsung. 

“Karena dia itu sudah punya andalan, di Jombang ada beberapa outlet mie-miean pedas, modalnya meniru Mie Gacoan,” kata Maulida. 

Nah, selama ini saudara perempuan Maulida memang cenderung lebih sering beli mie pedas tiruan Mie Gacoan tersebut. Katanya lebih praktis: harga sama saja, tapi antre tidak pakai lama. 

Tidak perlu juga FOMO menggunakan layanan jastip kalau ujung-ujungnya tidak bisa menikmati secara puas “wujud asli” Mie Gacoan karena sudah mengeras.

“Kalau candaan dia, kalau mau makan mie kaku kotak, bikin aja mie instan di rumah, masukkan tepak makan, sudah, jadi, hahaha,” tutup Maulida dengan gelak tawa.

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Exit mobile version