Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

ilustrasi - dulu nggak suka K-Pop, kini dengarkan lagu BTS. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Beberapa orang yang awalnya tidak menyukai K-Pop atau grup musik dari Korea, kini terenyuh mendengarkan lagu-lagu dari BTS. Beberapa liriknya bahkan menjadi “obat penenang” bagi mereka yang lelah menjalani hidup. 

***

Tak bisa dipungkiri, kesuksesan BTS atau Bangtan Sonyeondan mendominasi panggung global. Mereka sukses menjadi grup Asia pertama yang menguasai tangga lagu Spotify dan Billboard Global. Tak ayal, ratusan penghargaan mereka terima termasuk kehormatan tertinggi dari Pemerintah Korea Selatan.

Meski begitu, BTS tak terhindar dari hujatan. Stigma bahwa K-Pop kerap menampilkan musik yang sudah jadi dari agensi dan hanya bermodal tampang, tanpa ikut dalam proses kreatifnya turut mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap BTS. 

Tak terkecuali Rizky (27) yang pernah berpikir demikian. Dulu, ia pikir musik K-Pop hanya modal ganteng dan joget-joget sinkron sampai bikin para perempuan teriak histeris saat menonton mereka.

Namun, stigma itu bergeser setelah ia mendalami lebih jauh lirik yang dibuat oleh BTS sendiri dan pesan yang ingin disampaikan dalam lagunya. Terutama saat mendengar pidato Kim Namjoon, leader dari BTS yang mengajak generasi muda untuk mencintai diri sendiri (kampanye lagu “Love Yourself”) di Sidang Umum PBB tahun 2018.

“Aku sadar, BTS bukan sekadar boyband tapi ‘motivator mental health’ yang menyamar jadi idol,” ucapnya saat dikonfirmasi Mojok, Senin (30/3/2026).

BTS sebagai motivator mental health

Ucapan Rizky bukan sekadar isapan jempol. BTS sebagai grup musik sekaligus motivator mental health, juga dirasakan oleh Tia (24). Perempuan asal Jakarta ini telah menyukai lagu-lagu BTS sejak kelas 2 SMA tepatnya di tahun 2018.

“Pertama kali aku kecantol mereka gara-gara dengerin ‘Fake Love’, terus di music video-nya ada yang komentar coba dengerin ‘Love Myself’ dan ternyata liriknya benar-benar nyelamatin aku dari kata menyerah dengan keadaan dan dunia,” tutur Tia.

Di album baru ARIRANG—sekaligus menandai comeback-nya BTS setelah hiatus sekitar 4 tahun, Tia mengaku suka dengan lagu “FYA” dan “Normal”. “Normal”, kata dia, membuat dirinya merasa dekat dengan rumah, apalagi bagi mereka sedang mengalami fase lelah tapi tetap dipaksa maju terus untuk menghadapi semua realita hidup.

“Walaupun aku punya ekspektasi sedikit lebih ‘wah!’ dibanding warna lagu BTS yang lebih ke era ‘Love Yourself’ series, tapi aku merasa terbayarkan setelah mereka wamil dengan album baru ini (ARIRANG), karena dikasih warna yang variatif,” tutur Tia.

Begitu pula Billqis (24) yang menyukai lagu BTS berjudul “Fly To My Room”. Apalagi saat Jimin menyanyikan bagian lirik ‘sometimes we get to know broken is beautiful’.

“Mungkin pengaruh mental state aku saat album itu rilis. Saat itu aku masih depresi dancenderung punya mental self-victimizing. Jadi, lirik itu sangat boosting buat aku yang masih me-refer diri sebagai broken soul.”

Kisah personal anggota menginspirasi anak muda

Jurnal berjudul “K-Idol BTS dan Lagu-lagunya sebagai Stimulus perilaku bagi Kaum Muda untuk Menjaga Kesehatan Mental” menjelaskan musik dapat menjadi alat untuk menyebarkan muatan pesan mengenai kesehatan mental. Hal ini terbukti dengan lagu-lagu BTS yang mengedepankan tagline: music and artist for healing

Sebagai boyband yang sudah sukses dan mengglobal, perjuangan BTS di titik sekarang juga menjadi inspirasi kalangan anak muda. Bukan rahasia lagi kalau BTS lahir dari agensi yang saat itu terbilang kecil dan miskin di Korea Selatan

Di awal-awal kariernya, para anggota juga sering mendapatkan kritik. Namun, dari kritik itulah mereka justru mendapatkan ide atau inspirasi untuk musiknya. Tak pelak, cerita dari tiap anggotanya menjadi inspirasi alih-alih hanya mendengarkan musik mereka.

“Dulu aku juga nggak suka sama K-Pop walaupun dari zaman SD aku suka nonton drama Korea tapi aku nggak pernah dan nggak mau tau soal K-Pop, tapi setelah tahu BTS di saat hidupku lagi berat-beratnya, aku merasa bisa melewati itu semua sampai sekarang. Aku merasa hidupku berwarna lagi. Mereka adalah penyelamat hidupku,” ujar @ama*** di Threads.

“Awal mula mentalku berantakan karena pekerjaan dan percintaan, datanglah BTS. Meskipun jilat ludah sendiri, sekarang aku malah bangga jadi ARMY karena tersentuh dan termotivasi dengan karya mereka,” ujar @ang***.

“Tiap lirik punya makna yang mendalam sehingga memunculkan ikatan kuat dengan penggemar. They came into our lives in the most right timing (mereka hadir dalam hidup kita di waktu yang paling tepat).” Kata @pop***.

Pada akhirnya, kritik selalu mengiringi BTS tapi mereka juga tak menutup telinga untuk terus berkembang. Termasuk dalam proses pengerjaan album baru mereka ARIRANG yang sudah rilis pada 20 Maret 2026.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version