Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

Ilustrasi - Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Tidak ada keraguan bagi Erna (50) saat sang anak meminta izin untuk kuliah di Universitas Terbuka (UT). Keputusan tersebut nyatanya berbuah membanggakan saat sang anak justru semakin berkembang dengan sejumlah prestasi internasional yang ditorehkan. 

Erna adalah ibu dari salah satu alumnus berprestasi UT: Bijaksabara Hikmawan. Ibu dua anak asal Jakarta Selatan itu bercerita, ketika lulus SMA, Bijak—sapaan akrab anak sulungnya itu—memang sempat gap year. 

Saat itu Bijak berkeinginan untuk kuliah Kedinasan. Hingga suatu waktu, Bijak menghadap Erna dan mengajukan izin untuk kuliah di Universitas Terbuka Jakarta. 

Tak ragu izinkan anak kuliah di Universitas Terbuka (UT)

Memang masih ada orang tua yang tidak terlalu memperhitungkan kuliah di UT. Alasannya beragam. Tapi umumnya karena masih memandang UT dengan cara pandang lama: menganggap UT sebagai kampus opsi terakhir setelah gagal di kampus-kampus incaran. 

Sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Erna. Ia tanpa ragu mengizinkan saat Bijak menjadikan UT sebagai pilihan utama. 

“Bijak ini kan mandiri sejak kecil. Dia bilang mau kuliah tapi nggak mau dibiayai orang tua, mau dia biayai sendiri. UT kan terjangkau, kampus negeri juga, jadi kenapa tidak?,” beber Erna saat bercerita kepada Mojok, Kamis (23/7/2026). 

Dengan berkuliah di UT melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menawarkan fleksibilitas, memberi Bijak keleluasaan mengatur waktunya. Di tengah kesibukan kuliah, ia tetap bisa bekerja, mengembangkan diri, sekaligus mengejar berbagai peluang yang datang.

Lebih-lebih, Erna juga melihat bahwa semakin ke sini UT menunjukkan perkembangan kualitas secara pesat. Terutama di aspek teknologi. Sehingga, meski perkuliahan berlangsung jarak jauh (daring), ia menilai sang anak tetap bisa meningkatkan kompetensi akademiknya. 

“Bijak justru bisa menjalani keduanya dengan seimbang. Akademiknya jalan, pengembangan kompetensi non-akademik di luar juga jalan,” jelas perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja freelance di sektor perfilman sekaligus pengajar pelatihan bahasa Inggris untuk umum tersebut.

Universitas Terbuka (UT) membuka jalan prestasi internasional

Erna mengaku memang tidak terlalu banyak ikut campur pada pilihan-pilihan yang diambil sang anak. Termasuk terhadap pilihan Bijak mengambil jurusan S1 Ilmu Pemerintahan. 

“Saya menerapkan gaya parenting yang nggak mau terlibat banyak di kehidupan anak-anak. Mereka boleh memilih jalan sendiri, asal bertanggung jawab,” kata Erna. 

Maka ketika Bijak mengambil jurusan S1 Ilmu Pemerintahan di UT Jakarta, Erna pun percaya saja bahwa pilihan sang anak akan memberi jalan terbaik. 

Kepercayaan Erna pun berbuah nyata. Saat masih kuliah di UT Jakarta, Bijak sudah direkrut untuk turut bekerja di Universitas Terbuka. Tidak hanya itu, jalan Bijak untuk menorehkan pengalaman-pengalaman internasional pun ikut terbuka. 

Pada 2022 langkah Bijak melesat lebih jauh. Ia menjadi mahasiswa Universitas Terbuka pertama yang lolos Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Program itu membawanya belajar di Korea University, salah satu kampus terbaik di Korea Selatan. Dari ruang kuliah di UT, ia kini duduk di kelas yang sama dengan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia.

Menariknya, Bijak tak datang hanya sebagai peserta. Ia dipercaya menjadi Student Representative, memimpin delegasi mahasiswa Indonesia selama mengikuti program tersebut. Kepercayaan itu pun terbayar. Delegasi yang dipimpinnya berhasil meraih penghargaan “Group of Awardees with The Best International Achievement” dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sebuah pencapaian yang bukan sekadar membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi penanda bahwa mahasiswa Universitas Terbuka mampu berdiri sejajar dan bersaing di panggung internasional.

Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka (UT) MOJOK.CO
Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka. (Dok. UT)

Jadi alumnus membanggakan di mata kampus dan orang tua

Panggung internasional rupanya belum selesai memanggil Bijak.

Setelah lulus dari Universitas Terbuka, ia kembali mendapat kesempatan mewakili Indonesia. Kali ini melalui ASEAN Foundation Model ASEAN Meeting (AFMAM) Plus Australia 2024, forum simulasi diplomatik yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara.

Dari ajang itu, Bijak pulang dengan dua penghargaan sekaligus: Diplomacy Award for Minister in ASEAN Socio-Cultural Community dan Best Delegation Award. 

Sebuah pencapaian yang tentu menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi almamaternya, tetapi juga bagi Erna yang sejak awal memilih percaya pada langkah anaknya. 

Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka. (Dok. UT)

Fleksibilitas membuka potensi jejaring luas

Tapi jauh sebelum apa yang Bijak tuai sekarang, Erna memang sudah melihat bahwa ternyata kuliah di UT justru membuka banyak jalan bagi Bijak. 

Fleksibilitas kampus akhirnya tidak membuat waktu dan energi Bijak habis untuk urusan akademik. Alhasil, di selanya, Bijak bisa mengeksplorasi dengan membangun jejaring di luar kampus secara lebih leluasa. Ini mematahkan anggapan bahwa sistem PJJ UT tidak memungkinkan mahasiswanya tetap bisa membangun jejaring yang luas. 

“Bijak akhirnya berjejaring dengan pengusaha-pengusaha muda, dengan para ekspat, dan beberapa organisasi yang dia ikuti,” kata Erna. 

Alhasil, tidak ada penyesalan telah mengizinkan sang anak kuliah di UT—kampus yang kerap kali tidak masuk daftar pilihan utama para orang tua calon mahasiswa. Karena hasilnya adalah apa yang dicapai sang anak saat ini. 

Bagi Erna, rasa-rasanya, model perkuliahan ala Universitas Terbuka lebih relevan dengan generasi sekarang dan mendatang, yang hidup di era serba digital dan lebih menyukai fleksibilitas ruang.***(Advertorial)

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan



Exit mobile version