Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
30 Juli 2026
A A
Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya MOJOK.CO

Ilustrasi - Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak ada keraguan bagi Erna (50) saat sang anak meminta izin untuk kuliah di Universitas Terbuka (UT). Keputusan tersebut nyatanya berbuah membanggakan saat sang anak justru semakin berkembang dengan sejumlah prestasi internasional yang ditorehkan. 

Erna adalah ibu dari salah satu alumnus berprestasi UT: Bijaksabara Hikmawan. Ibu dua anak asal Jakarta Selatan itu bercerita, ketika lulus SMA, Bijak—sapaan akrab anak sulungnya itu—memang sempat gap year. 

Iklan

Saat itu Bijak berkeinginan untuk kuliah Kedinasan. Hingga suatu waktu, Bijak menghadap Erna dan mengajukan izin untuk kuliah di Universitas Terbuka Jakarta. 

Tak ragu izinkan anak kuliah di Universitas Terbuka (UT)

Memang masih ada orang tua yang tidak terlalu memperhitungkan kuliah di UT. Alasannya beragam. Tapi umumnya karena masih memandang UT dengan cara pandang lama: menganggap UT sebagai kampus opsi terakhir setelah gagal di kampus-kampus incaran. 

Sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Erna. Ia tanpa ragu mengizinkan saat Bijak menjadikan UT sebagai pilihan utama. 

“Bijak ini kan mandiri sejak kecil. Dia bilang mau kuliah tapi nggak mau dibiayai orang tua, mau dia biayai sendiri. UT kan terjangkau, kampus negeri juga, jadi kenapa tidak?,” beber Erna saat bercerita kepada Mojok, Kamis (23/7/2026). 

Dengan berkuliah di UT melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menawarkan fleksibilitas, memberi Bijak keleluasaan mengatur waktunya. Di tengah kesibukan kuliah, ia tetap bisa bekerja, mengembangkan diri, sekaligus mengejar berbagai peluang yang datang.

Lebih-lebih, Erna juga melihat bahwa semakin ke sini UT menunjukkan perkembangan kualitas secara pesat. Terutama di aspek teknologi. Sehingga, meski perkuliahan berlangsung jarak jauh (daring), ia menilai sang anak tetap bisa meningkatkan kompetensi akademiknya. 

“Bijak justru bisa menjalani keduanya dengan seimbang. Akademiknya jalan, pengembangan kompetensi non-akademik di luar juga jalan,” jelas perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja freelance di sektor perfilman sekaligus pengajar pelatihan bahasa Inggris untuk umum tersebut.

Universitas Terbuka (UT) membuka jalan prestasi internasional

Erna mengaku memang tidak terlalu banyak ikut campur pada pilihan-pilihan yang diambil sang anak. Termasuk terhadap pilihan Bijak mengambil jurusan S1 Ilmu Pemerintahan. 

“Saya menerapkan gaya parenting yang nggak mau terlibat banyak di kehidupan anak-anak. Mereka boleh memilih jalan sendiri, asal bertanggung jawab,” kata Erna. 

Maka ketika Bijak mengambil jurusan S1 Ilmu Pemerintahan di UT Jakarta, Erna pun percaya saja bahwa pilihan sang anak akan memberi jalan terbaik. 

Kepercayaan Erna pun berbuah nyata. Saat masih kuliah di UT Jakarta, Bijak sudah direkrut untuk turut bekerja di Universitas Terbuka. Tidak hanya itu, jalan Bijak untuk menorehkan pengalaman-pengalaman internasional pun ikut terbuka. 

Pada 2022 langkah Bijak melesat lebih jauh. Ia menjadi mahasiswa Universitas Terbuka pertama yang lolos Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Program itu membawanya belajar di Korea University, salah satu kampus terbaik di Korea Selatan. Dari ruang kuliah di UT, ia kini duduk di kelas yang sama dengan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia.

Iklan

Menariknya, Bijak tak datang hanya sebagai peserta. Ia dipercaya menjadi Student Representative, memimpin delegasi mahasiswa Indonesia selama mengikuti program tersebut. Kepercayaan itu pun terbayar. Delegasi yang dipimpinnya berhasil meraih penghargaan “Group of Awardees with The Best International Achievement” dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sebuah pencapaian yang bukan sekadar membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi penanda bahwa mahasiswa Universitas Terbuka mampu berdiri sejajar dan bersaing di panggung internasional.

Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka (UT) MOJOK.CO
Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka. (Dok. UT)

Jadi alumnus membanggakan di mata kampus dan orang tua

Panggung internasional rupanya belum selesai memanggil Bijak.

Setelah lulus dari Universitas Terbuka, ia kembali mendapat kesempatan mewakili Indonesia. Kali ini melalui ASEAN Foundation Model ASEAN Meeting (AFMAM) Plus Australia 2024, forum simulasi diplomatik yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara.

Dari ajang itu, Bijak pulang dengan dua penghargaan sekaligus: Diplomacy Award for Minister in ASEAN Socio-Cultural Community dan Best Delegation Award. 

Sebuah pencapaian yang tentu menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi almamaternya, tetapi juga bagi Erna yang sejak awal memilih percaya pada langkah anaknya. 

Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka (UT) MOJOK.CO
Bijaksabara Hikmawan, beri pencapaian membanggakan kepada ibu dari kuliah di Universitas Terbuka. (Dok. UT)

Fleksibilitas membuka potensi jejaring luas

Tapi jauh sebelum apa yang Bijak tuai sekarang, Erna memang sudah melihat bahwa ternyata kuliah di UT justru membuka banyak jalan bagi Bijak. 

Fleksibilitas kampus akhirnya tidak membuat waktu dan energi Bijak habis untuk urusan akademik. Alhasil, di selanya, Bijak bisa mengeksplorasi dengan membangun jejaring di luar kampus secara lebih leluasa. Ini mematahkan anggapan bahwa sistem PJJ UT tidak memungkinkan mahasiswanya tetap bisa membangun jejaring yang luas. 

“Bijak akhirnya berjejaring dengan pengusaha-pengusaha muda, dengan para ekspat, dan beberapa organisasi yang dia ikuti,” kata Erna. 

Alhasil, tidak ada penyesalan telah mengizinkan sang anak kuliah di UT—kampus yang kerap kali tidak masuk daftar pilihan utama para orang tua calon mahasiswa. Karena hasilnya adalah apa yang dicapai sang anak saat ini. 

Bagi Erna, rasa-rasanya, model perkuliahan ala Universitas Terbuka lebih relevan dengan generasi sekarang dan mendatang, yang hidup di era serba digital dan lebih menyukai fleksibilitas ruang.***(Advertorial)

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan



Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2026 oleh

Tags: beasiswa utbiaya kuliah utkeunggulan utlulusan utprospek karier lulusan utuniversitas terbukaut jakartaut pusat
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Alumnus UT Dapat Cuan dari Tren Foto Newspaper Photobooth di Jalan Tunjungan Surabaya. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari

25 Maret 2026
Lulusan UT, Universitas Terbuka.MOJOK.CO
Sekolahan

Diremehkan karena “Cuma” Lulusan UT, Tapi Bersyukur Nasib Lebih Baik daripada S1-S2 PTN Top yang Menang Gengsi tapi Nganggur

3 Maret 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO
Sekolahan

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan MOJOK.CO
Sekolahan

Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.