ADVERTISEMENT

Rekreasi Keluarga dan Raket Pertama Anak di Audisi Umum PB Djarum 2026

Audisi Umum PB Djarum 2026

Bagi sebagian orang tua, datang ke Audisi Umum PB Djarum 2026 berarti mengantar anak bertanding. Namun, Ahmad Khoiron (40-an) justru datang dengan cara berbeda. Ia membawa istri dan anaknya dari Rembang ke Kudus untuk rekreasi.

***

Bukan ke tempat wisata, bukan pula sekadar jalan-jalan mencari makan. Ahmad sengaja mengajak keluarganya melihat Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus. Rencana itu bahkan sudah disiapkan jauh-jauh hari. Ahmad yang bekerja di Sidoarjo merasa waktu bersama keluarga tidak selalu mudah didapat. Ketika kesempatan datang, ia memilih mengisinya dengan sesuatu yang menurutnya mungkin berguna untuk masa depan anak.

“Kalau di sini kan orang-orang tua mengantar anaknya tanding. Justru saya mengajak anak dan istri saya di sini, siapa tahu anak saya tertarik lebih jauh dengan bulutangkis,” ujar Ahmad ketika ditemui Mojok, Sabtu (12/09/2026).

Audisi Umum PB Djarum 2026 jadi tempat untuk rekreasi keluarga

Keluarga menanti anak berjuang (Janu Wisnanto/Mojok.co)

Perjalanan Rembang-Kudus ditempuh Ahmad bersama keluarganya menggunakan travel. Jarak itu ia jalani bukan karena ada pertandingan yang harus diikuti Zaki (10), melainkan karena ingin mengenalkan kembali dunia bulutangkis kepada anaknya.

Di Rembang, bulutangkis sebenarnya bukan olahraga yang asing. Olahraga ini cukup populer meski, menurut Ahmad, belum semeriah voli. Zaki sendiri sudah bermain bulutangkis. Namun selama ini sebatas bermain.

“Belum serius. Masih sekadar main saja,” kata Ahmad.

Karena itu, Ahmad tidak ingin langsung memaksa anaknya menjadi atlet. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa bulutangkis bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Audisi Umum PB Djarum 2026 dipilih sebagai tempat untuk mengenalkan hal tersebut karena Ahmad ingin Zaki melihat langsung anak-anak seusianya berlatih dan bertanding. Baginya, pengalaman melihat langsung jauh lebih menarik daripada sekadar menyuruh anak berlatih.

Berawal hp yang menyala di tangan anak

Ada alasan lain yang membuat Ahmad semakin ingin Zaki punya kesibukan selain bermain gawai. Suatu hari, ia mendapati anaknya tertidur dengan posisi HP masih menyala di tangan. Pemandangan sederhana itu membuat Ahmad berpikir. Ia tidak ingin aktivitas Zaki sehari-hari hanya berputar pada layar ponsel.

“Ya saya ingin anak saya lepas dari ketergantungan gadget,” katanya.

Kami kemudian bertanya kepada Ahmad apakah sejak awal dirinya memang ingin Zaki menjadi atlet bulutangkis.

“Kalau menjadi atlet, ya belum sampai ke situ. Saya cuma ingin dia punya ketertarikan dulu,” jawabnya.

Jawaban tersebut justru membuat tujuan perjalanan keluarga ini terasa lebih masuk akal. Ahmad tidak sedang memaksakan cita-cita kepada anaknya. Ia sedang mencoba mencari alternatif aktivitas yang mungkin disukai Zaki. Bulutangkis menjadi salah satunya.

Suasana Audisi Umum PB Djarum 2026 (Janu Wisnanto/Mojok.co)

Melihat anak seusianya bertanding langsung di Audisi Umum PB Djarum 2026

Sesampainya di GOR Djarum Jati, rencana Ahmad mendapat respons yang tidak ia duga. Zaki terlihat sumringah. Ia melihat anak-anak seusianya bermain bulutangkis dalam situasi yang berbeda dari permainan biasa di lingkungan rumah.

Ada lapangan, pertandingan, pelatih, orang tua, dan anak-anak yang datang dengan ambisi masing-masing. Zaki tertarik. Bagi Ahmad, ketertarikan kecil itu sudah cukup.

“Pas lihat anak-anak yang seumuran dia bertanding, dia kelihatan senang, kelihatannya dia (Zaki) juga tertarik dengan bulutangkis,” jawab Ahmad.

Tidak lama setelah itu, Ahmad membelikan Zaki sebuah raket. Bukan raket murah yang selama ini digunakan. Bukan pula raket lungsuran dari tempat kerja Ahmad yang sebelumnya ada di rumah. Itu adalah raket pertama Zaki yang menurut Ahmad benar-benar proper. 

Raket pertama zaki dan harapan seorang bapak

Raket tersebut mungkin hanya benda olahraga. Namun bagi Ahmad, pembelian itu terasa berbeda. Sebelumnya, Zaki memang sudah memiliki raket. Hanya saja raket tersebut tergolong murah dan sebagian merupakan raket lungsuran dari tempat kerja Ahmad.

Kali ini Ahmad sengaja memilihkan raket yang lebih baik. Bukan semata karena ingin membelikan barang mahal untuk anaknya. Ia ingin memberi ruang bagi Zaki untuk menikmati olahraga yang baru mulai ia sukai.

“Harapannya ya dia bisa benar-benar menikmati bulutangkis,” kata Ahmad.

Dari situ, harapan Ahmad mulai bergerak lebih jauh. Ia membayangkan bulutangkis bukan cuma menjadi kegiatan untuk mengurangi waktu bermain HP, tetapi juga salah satu pilihan masa depan jika suatu hari Zaki memang serius menekuninya.

Namun Ahmad tahu, jalan menuju sana tidak pendek. Karena itu ia tidak ingin buru-buru. Kalau akhirnya Zaki tidak menjadi atlet, setidaknya anaknya pernah menemukan aktivitas yang membuatnya senang.

Ahmad, rekreasi keluarga di Audisi Umum PB Djarum 2026 (Janu Wisnanto/Mojok.co)

Bagi Ahmad, perjalanan ke Audisi Umum PB Djarum 2026 bukan cuma perjalanan Rembang-Kudus. Ada harapan yang ia titipkan di dalamnya: semoga anaknya menemukan sesuatu yang ingin ditekuni. Lebih jauh lagi, Ahmad berharap anak-anak di sekitar rumahnya juga melihat bulutangkis dengan cara berbeda.

“Dengan Zaki suka, terus nanti di rumah cerita ke teman-temannya, ngajak teman-temannya main bulutangkis, siapa tahu anak-anak di sekitar rumah juga melihat bulutangkis sebagai salah satu pilihan masa depan,” tutupnya. 

Penulis: Janu Wisnanto

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sisi Lain Audisi Umum PB Djarum 2026: Bulutangkis Jadi ‘Terapi’ agar Anak Tak Kecanduan Gawai atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 September 2026 oleh .

Janu Wisnanto

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Tinggal di Sleman.

Exit mobile version