ADVERTISEMENT

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Tiba di bengkel, saya kembali mengotak-atik gawai yang tak ada sinyal sementara motor saya belum selesai ditangani. Dari sana saya sudah merasa bahwa biayanya akan mahal dibanding uang tunai yang saya bawa.

Karena tak bisa membayar dengan QRIS atau transfer, saya berpikir untuk membeli kartu lain ke konter HP terdekat demi mendapat sinyal. Sebelum saya sempat pergi lagi meninggalkan bengkel, teknisi yang menangani Yamaha Mio 2011 saya akhirnya datang menghampiri.

“Sudah bisa nyala Kak,” kata dia, “tapi potensi mati lagi, karena akinya harus diganti.”

Sudah saya duga, saya memang harus mengeluarkan uang lebih untuk mengobati penyakit kumatnya kali ini. Salah satunya untuk membayar aki seharga Rp110 ribu (belum ditambah dengan jasa service lain). 

Saya iyakan saja tawaran aki tadi, karena saya sudah lelah kalau Yamaha Mio 2011 itu mati lagi. Kejadian mati berulang ini pernah saya tulis di artikel yang berbeda, mulai dari mati saat hendak ke Deles Indah, Klaten sampai mati dalam perjalanan menuju pantai.

Ketahanan Yamaha Mio 2011 tak perlu dipertanyakan

15 menit kemudian, aki Yamaha Mio 2011 saya sudah diganti, sebelum saya sempat menyelesaikan masalah keuangan yang terjadi karena cuaca yang tak mendukung. Dengan wajah memelas, saya akhirnya berhutang di bengkel sampai muncul sinyal, sehingga saya bisa melakukan transfer.

Untungnya, pihak bengkel bersedia. Setelah listrik menyala dan ada sinyal, tanpa ba-bi-bu lagi saya mengirim uang sejumlah Rp230 ribu untuk membayar jasa bengkel. Kejadian ini membuat saya berpikir untuk merelakan Yamaha Mio 2011 saya ke motor terbaru (masih) versi Yamaha.

Mengapa tetap Yamaha? Karena patut diakui, Yamaha Mio 2011 milik saya itu sebenarnya sudah lama bertahan. Usianya aus, dari tahun 2011. Hingga tahun 2026 ini, dia masih setia dan berjuang untuk menemani perjalanan saya. 

Oleh karena itu, jika ada keinginan ganti motor sepertinya saya tetap pilih Yamaha. Apalagi, belum lama ini saya melihat motor baru milik teman saya, Rochima yang tampil necis dengan motor pink soft-nya. Motor skutik classy bergaya retro-Eropa dari Yamaha Grand Filano itu kian menarik perhatian saya.

“Sejak ganti motor ini, aku senang banget! Sebagai pekerja yang harus PP dari Sidoarjo-Surabaya, Yamaha Grand Filano ini bikin aku anti ribet.” Ujarnya tanpa bermaksud membandingkan motornya dengan Yamaha Mio 2011 milik saya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Menantang Diri dari Jogja ke Klaten Memakai Yamaha Mio Butut Berusia 14 Tahun, Penuh Rintangan tapi Tetap Jadi Motor Kesayangan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version