Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Menyebalkan Nonton Film di Bioskop XXI Jakarta, Alur Cerita Tegang Malah Bikin Penonton Bingung karena Kejadian Tak Terduga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
28 Oktober 2025
A A
kejadian aneh saat nonton film 13 bom di Jakarta, di bioskop XXI, Plaza Blok M, Jakarta Selatan. MOJOK.CO

ilustrasi - film berhenti di tengah-tengah pemutaran lalu lampu di bioskop XXI jadi gelap. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya tak menduga ada kejadian konyol di bioskop XXI, Blok M Square, Jakarta Selatan saat menonton film “13 Bom di Jakarta”. Padahal, itu bukan kali pertama saya pergi menonton film di bioskop XXI, tapi kejadian film ngadat ini tak akan terlupa.

Nonton film 13 Bom di Jakarta

Salah satu kejadian yang tak pernah saya lupa adalah menonton film di bioskop XXI tapi ngadat di tengah adegan tegang. Siapa sangka, bahkan di kota yang fasilitasnya serba ada seperti Jakarta, saya masih mengalami hal tersebut. Tepatnya di bioskop XXI, Blok M Square, Jakarta Selatan.

Iklan

Itu adalah pengalaman pertama saya menonton film di bioskop XXI ketika baru merantau dari Surabaya ke Jakarta. Waktu itu saya tidak sendiri, tapi diajak dua orang teman saya yang ingin menonton film “13 Bom di Jakarta”. 

Sejak official trailer-nya tayang di Youtube, saya sudah mengingat-ingat tanggal mainnya saking inginnya menonton. Salah satu cuplikan yang paling menarik ialah saat adegan kecelakaan mobil, serta ledakan yang menggunakan lokasi syuting Jalan Fatmawati Jakarta.  

Kabarnya, adegan tersebut diambil dalam satu kali take dengan durasi 15 menit. Beberapa adegan ledakan juga diambil riil alias tanpa efek CGI. Tak heran, produksinya pun mengeluarkan biaya yang fantastis.

Secara garis besar, film bergenre action ini menceritakan tragedi bom di Jakarta yang terinspirasi dari kisah nyata. Sejumlah artis papan atas turut membintangi film tersebut, yakni Ardhito Pramono sebagai pemeran utama Arok atau Gani, Chicco Kurniawan sebagai Oscar, Lutesha sebagai Agnes, hingga Muhammad Khan sebagai Waluyo.

Nah, di saat adegan Waluyo dan Arok itulah tiba-tiba film yang berdurasi 143 menit tersebut terhenti. Kira-kira menit ke 39.00, saat Waluyo ketahuan berkhianat. Adegan ini benar-benar krusial, di mana Arok menodongkan moncong tembaknya ke kepala Waluyo.

Kebingungan di dalam studio bioskop XXI

Alih-alih tegang sambil menebak nasib Waluyo yang berada di pinggir jurang, saya dan teman-teman justru dibuat bingung karena adegan itu tidak berlanjut hingga sekitar 15 menit. Saat itulah tiba-tiba lampu studio bioskop XXI menyala.

Seluruh penonton di bioskop XXI, Blok M Square, Jakarta Selatan saling pandang. Saya sendiri hanya celingak-celinguk ke arah sekitar. Berusaha memahami situasi yang terjadi. Pikiran saya makin ngalor-ngidul, siapa tahu Waluyo tiba-tiba muncul di ruang bioskop XXI.

Atau jangan-jangan kejadian itu termasuk bagian dari meet and greet, kejutan untuk penonton di hari pertama. Tapi tentu saja tidak. Itu hanya khayalan saya semata. Kami pun hanya bisa menebak terus-menerus selama 5 menit sebab petugas bioskop XXI belum juga memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi.

Beberapa penonton mulai riuh, ada yang nyeletuk dan bertanya-tanya. Ada pula yang tertawa. Tak terkecuali teman-teman di samping saya. 

“Weh kenapa ini weh?” ujar salah satu penonton, Sabtu (28/12/2023) di studio bioskop XXI, Blok M Square, Jakarta Selatan.

“Ngakak banget asli, lihat wajah Waluyo pas ke-stop di sini,” kata teman saya. 

Ia bahkan sempat merekam reaksi kami yang sedang kebingungan dengan gawainya, sementara kami hanya bisa tersenyum kecut menanggapi kejadian ini. Ingin rasanya langsung keluar dari studio bioskop XXI tapi sayang juga meninggalkan film, sebab kurang 30 menit sampai film selesai.

Iklan

Film dimundurkan 10 menit ke adegan sebelumnya 

Akhirnya, lampu bioskop XXI kembali mati, tapi kami belum tahu kapan film 13 Bom di Jakarta dimulai lagi. Orang-orang masih ramai termasuk teman saya yang masih cekikikan melihat ekspresi wajah Waluyo yang ketakutan. Seolah lupa bahwa adegan tersebut menjadi penanda, kepastian hidup atau mati Waluyo.

Beberapa menit kemudian, adegan film mulai diputar kembali tapi dimundurkan sedikit sekitar 10 menit. Awalnya saya masih tak bisa fokus, karena suasana tegang yang sebelumnya sudah terbangun, langsung luntur seketika.

Barulah di menit 30.50, adrenalin saya kembali meningkat karena adegan tembak-tembakan antara agen rahasia dan teroris, serta perjuangan Oscar dan William yang mencoba kabur.

Namun, terlepas dari kejadian ngadat tadi, film 13 Bom di Jakarta patut diapresiasi. Film ini tak digarap main-main bahkan untuk mendapat detail dan adegan yang realistis, tim produksi menggunakan properti senjata asli. Mereka bahkan menghadirkan M2 Browning Machine Gun asli, yang tentunya menggandeng pengawasan ahli.

Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara juga menggandeng produser film Parasite, Barunson E&A yang pernah meraih piala Oscar. Oleh karena itu, meski pemutaran film di bioskop XXI sempat buffering, saya tetap bertepuk tangan atas film 13 Bom di Jakarta.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Banyak Hal Meresahkan di Bioskop Empire XXI Jogja, Jangan Harap Bisa Nonton Film dengan Tenang! atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2025 oleh

Tags: bioskop xxifilm 13 bom di jakartajakartajakarta selatannonton di bioskopplaza blok mXXI
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO
Urban

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO
Urban

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

24 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.