Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Maret 2026
A A
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO

ilustrasi - Keluar Stasiun Tugu Jogja Langsung Disuguhi "Ujian Nyata". (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Turun dari Stasiun Tugu Jogja, kesabaran saya langsung diuji. Awalnya lega karena bisa naik kereta eksekutif sekaligus menghindari kereta kelas ekonomi yang bikin “boyoken” dan selalu turun di Stasiun Lempuyangan, jadi menyesal karena Stasiun Tugu justru bikin saya geleng-geleng kepala. 

***

Iklan

Untuk berangkat dari Jogja ke Surabaya, saya sering mengandalkan kereta api (KA) Sri Tanjung karena harganya murah yakni Rp88 ribu. Saya rela menempuh perjalanan selama 5 jam lebih, duduk di kursi tegak, dan bersinggungan dari dengkul (lutut) ke dengkul dengan penumpang di depan saya demi budget yang murah.

Oleh karena itu, saya lebih sering turun di Stasiun Lempuyangan. Sementara Stasiun Yogyakarta (Tugu) lebih menawarkan kereta api kelas eksekutif dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Meski begitu, ada pula kereta api kelas ekonomi yang harganya di atas Rp200 ribu seperti Sancaka, Wijayakusuma, Ranggajati, hingga Mutiara Selatan.

Sialnya, Lebaran kali ini saya kehabisan tiket KA Sri Tanjung sehingga harus naik sekaligus turun–untuk tiket pulang di Stasiun Tugu Jogja. Awalnya, saya merasa tak ada masalah saat naik dari Stasiun Tugu Jogja untuk pulang ke Surabaya. Namun, tragedi kebingungan saya dimulai saat pulang dari Surabaya ke Stasiun Tugu Jogja.

Pintu timur dan selatan bikin orang awam bingung

Saya akhirnya membeli KA Sancaka untuk pulang dari Stasiun Gubeng Surabaya ke Stasiun Tugu Jogja. Selama perjalanan saya merasa puas, karena tak ada lagi kursi tegak dan hanya perlu duduk selama 4 jam.

Namun, waktu tempuh 4 jam itu terasa sia-sia karena saya harus menunggu lama di Stasiun Tugu Jogja untuk memesan layanan ojek online (ojol). Awalnya, saya ingin berangkat dengan sepeda motor pribadi ke Stasiun Tugu Jogja, tapi saya pernah menyesal menginapkan motor di stasiun yang tarifnya mahal.

Belum lagi, saya pernah kebingungan saat memarkirkan motor di Stasiun Tugu Jogja untuk menjemput teman. Stasiun Tugu Jogja sendiri memiliki dua pintu, yakni pintu timur dan selatan. Bagi orang awam, pintu timur dan pintu selatan cukup membingungkan. 

Pintu timur adalah akses utama untuk penumpang kereta jarak jauh dengan fasilitas lengkap. Di bulan puasa tahun ini, pintu ini dihias oleh ornamen kubah dan pilar yang megah atau sering disebut mirip Masjid Nabawi. Tak pelak, keestetikannya sering dijadikan spot foto. 

Sedangkan pintu selatan sebetulnya lebih dekat dari area parkir, hanya saja saya ragu masuk karena jalannya menanjak dan cukup panjang sebelum mencapai area parkir, serta suasananya sepi. Akhirnya saya pilih jasa ojol daripada salah jalan.

Harga ojol di Stasiun Tugu lebih mahal

Baca Halaman Selanjutnya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2026 oleh

Tags: JogjaKA Sancakaka sri tanjungLebaranMudikStasiun LempuyanganStasiun TuguStasiun Tugu JogjaStasiun YogyakartaSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.