Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Ilustrasi - Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru. (Generated Gemini/Prompt by Aly Reza)

Jombang bisa dibilang memang sudah sangat kecanduan sound horeg. Battle audio bisa berlangsung hingga menjelang tengah malam. Dan kini ada atraksi lampu yang menjadi perburuan baru sebagai hiburan “kalcer” ala para penikmat jedag-jedug menggelegar tersebut. 

***

Tanggal 17 Agustusan memang sudah lewat. Namun, semarak sound horeg ternyata masih menggetarkan Jombang, Jawa Timur. Begitu yang saya dapati ketika pulang ke daerah asal istri. Baru saja tiba pada Sabtu (22/8/2026) malam, saya langsung mendapat informasi dan fakta bahwa tidak sedikit warga Jombang—khususnya di wilayah pinggiran—yang sudah “kegilaan” dengan hiburan ini. 

Battle audio sound horeg di Jombang hingga tengah malam

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan yang saya naiki tiba di Stasiun Jombang pukul 22.29 WIB. Dari stasiun, saya masih harus berkendara lagi sekitar 30 menit untuk mencapai rumah di Jombang Selatan. 

Malam itu saya dibonceng oleh seorang tetangga rumah yang memang diminta untuk menjemput saya. Ketika motor kami sudah mulai meninggalkan area Jombang kota dan memasuki wilayah pinggiran, gelegar suara sound horeg langsung menyambut. 

Saya agak kaget. Sebab, meski sesama daerah Jawa Timur penggila sound horeg, sebelumnya semarak sound horeg di Jombang tidak sebegitunya dibanding Kediri atau Malang. 

“Wah kalau sekarang battle sound horeg sampai tengah malam biasa, Mas,” ujar tetangga saya. Sekali lagi, khususnya di wilayah pinggiran.

Di jalanan menuju rumah tersebut, mata saya tertuju pada sebuah titik yang sebenarnya agak jauh dari jalan raya. Hanya saja kebisingan suara sound horeg bisa saya dengar dengan jelas. Hanya kabur tipis kalau ada truk atau bus AKAP melintas. 

Jadwal semarak karnaval sound horeg di Jombang: dinanti dengan antusias

Dari si tetangga itu pula saya tahu, akhir Agustus ini bisa dibilang jadwal karnaval sound horeg di Jombang pinggiran sangat padat. Ia menyebut beberapa nama desa tetangga desa kami. 

Setelah saya periksa di TikTok, ternyata benar. Bahkan berseliweran poster-poster informasi sound horeg. Kepadatannya hingga September 2026 nanti. 

Saya juga menemukan sebuah poster yang dengan gagah memberitahu: bahwa “promotor” akan menghelat battle sound horeg sekaligus live karnaval yang disemarakkan oleh sekitar 37 grup sound horeg. 

Menariknya, kolom komentar dipenuhi oleh warga yang antusias menanti, menyatakan diri akan hadir, hingga saling berbalas info jadwal serta lokasi gelaran di daerah masing-masing. Sementara orang yang menyatakan ketidaksukaannya relatif lebih sedikit. 

“Jombang duwe gawe!”

“Josjiss.” Seruan-seruan semacam itu saya dapati dari kolom komentar TikTok, menunjukkan meski sempat dicap sebagai pengganggu, nyatanya “hiburan kalcer” ala kabupaten di Jawa Timur ini justru semakin digilai. 

Info jadwal jadi perbincangan sejak pagi sekali, hanya sedikit orang yang benci?

Tidak hanya di media sosial, “saling info” perihal karnaval sound horeg di Jombang pinggiran benar-benar saya temui sendiri. 

Minggu (23/8/2026) pagi (sekitar jam setengah 7), saat saya jalan-jalan mencari kopi pagi dan melewati sekumpulan warga, bisik-bisik yang saya dengar adalah: 

“Nanti malam ada di sana (nyebut nama daerah), datang nggak?”

“Katanya tanggal sekian (nyebut tanggal) bakal ada lagi di sono. Nonton menarik.” 

Usai melewati sekumpulan orang penikmat sound horeg itu, saya yang pagi itu tengah duduk di depan warung kopi sembari menyeruput kopi melihat dua truk sound horeg melintasi jalan raya. 

“Wah, masih pagi sudah berangkat aja. Kayaknya dipasang buat acara di sana ya (nyebut nama daerah),” ujar seorang bapak-bapak. 

Dari keterangan dua orang bapak-bapak dan seorang pemuda yang saya temui di warung kopi itu: siang hari biasanya memang digunakan untuk check sound. Kata mereka yang beberapa kali pernah datang langsung di acara sound horeg di Jombang, sejak check sound pun biasanya sudah dikerubuti warga. Terutama anak-anak kecil karena suka. 

Ya, mereka menyebut “suka”. Malah mereka berani mengatakan, sepertinya yang tidak suka jumlahnya lebih sedikit ketimbang yang menikmati. Karena faktanya, setiap kali ada karnaval, massanya nyaris selalu membeludak. 

@zoctamedia.com Jadwal Ceksound & Karnaval Jombang 2026 | zoctamedia.com #fyp #zoctamedia #jadwalkarnaval #jadwalkarnavaljombang #soundhoregjombang ♬ suara asli – SOUND SYSTEM BATTLE

Atraksi lampu menjadi perburuan hiburan baru

Kalau dari keterangan si pemuda (yang tidak mau disebut namanya di tulisan) itu, kini warga Jombang tidak hanya berburu suara menggelegar dari sound horeg. Kalangan anak-anak muda punya perburuan hiburan baru: yakni atraksi lampu. 

Ah, ya, malam sebelumnya saat perjalanan pulang dari Stasiun Jombang, saya memang mendapati langit-langit Jombang pinggiran yang gelap di malam bisa diterangi kilau warna-warni sorot lampu. 

“Kalau malam kan bagus, Mas, lampu-lampu dari sound horeg itu. Jadi banyak yang suka buat divideo atau difoto,” ujar si pemuda (23-an tahun) tersebut. 

Saat saya cocokkan keterangan si pemuda tadi dengan TikTok, ternyata memang benar, atraksi sorot lampu dari sound horeg di malam hari kini menjadi hiburan tersendiri yang diburu oleh para penikmat sound horeg. Malah ada sebuah konten yang mengunggah kerlap-kerlip lampu sorot sound horeg dengan teks: Aurora versi Jombang. 

@wdofficial02 Jombang bagian horeg🙌 #soundhoregjawatimur #jombang24jam #masukberandafypシ #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – starmaxaudio_kediri

Tak segan saingi selawatan

“Ini kan bulan Maulid. Kalau ada sound horeg sampai tengah malam dan bareng sama acara selawatan bersama bagaimana itu?” Tanya saya iseng. 

Tiga orang yang saya temui menggarisbawahi: rasa-rasanya tidak semua karnaval terjadwal di malam hari. Banyak yang terjadwal di siang-sore hari.

Tapi memang, dalam kasus malam tadi, sepengakuan mereka sound horeg yang berlangsung hingga menjelang tengah malam kok kebetulan bareng dengan sebuah acara selawatan bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi. Jaraknya tidak berdekatan, tapi gema suaranya memang bersahut-sahutan. 

“Intinya semua punya hajat. Yang Maulidan punya hajat, yang karnavalan juga punya hajat sendiri. Jadi jangan dibentur-benturkan,” ujar si bapak-bapak menjawab pertanyaan saya. 

Saya mengangguk. Sound horeg pada akhirnya memang telah menjadi bagian dari kultural warga Jawa Timur. Usai menulis ini, saya langsung mengecek kembali jadwal karnaval terdekat. Datang sepertinya seru. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tak Ikut Latihan Karnaval Sound Horeg karena Fokus Kerja dan Hidup Damai bareng Keluarga: Berujung Dilabrak, Didenda, hingga Dikucilkan di Desa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Exit mobile version