ADVERTISEMENT

Alasan Ibu-ibu Bisa Lama Banget saat di ATM Indomaret sampai Bikin Antre Panjang, Cuma Bisa Sabar atau Putar Balik Sekalian

Memahami apa yang sebenarnya dilakukan ibu-ibu saat menarik uang tunai di ATM Indomaret sampai bikin antre panjang MOJOK.CO

Sebenarnya apa, sih, yang dilakukan oleh ibu-ibu setiap ambil uang di ATM Indomaret? Kenapa bisa lama banget? 

Sudah menjadi rahasia umum—sekaligus diresahkan khalayak—bahwa antre ATM Indomaret di belakang ibu-ibu pasti berujung kesal dan menguras kesabaran. Sebab, butuh durasi lebih dari lima menit untuk entah melakukan apa di mesin penarik uang tunai tersebut. 

Banyak orang terkecoh: ketika si ibu-ibu sudah mengambil lembar-lembar uang dari mesin, maka ia akan lekas menyingkir. 

Namun, hal itu kecil kemungkinannya terjadi. Karena si ibu-ibu pasti akan berbalik mengotak-atik tombol lagi. Dan ia melakukannya dengan tanpa rasa berdosa, cuek saja seolah tidak ada siapa-siapa di belakangnya. Semakin membuat kekesalan para pengantre menumpuk-numpuk. 

Itulah kenapa, setiap hendak mengambil uang tunai di ATM Indomaret dan mendapati ada ibu-ibu yang tengah berdiri di mesin, maka saya lebih memilih putar balik. Menunda tarik tunai sampai jam-jam tengah malam di Indomaret yang buka 24 jam. 

Bukan perkara gaptek tapi menganggap antrean itu soal kesabaran dan konsekuensi

Beberapa teman yang penasaran—dengan rasa kesal—menitip saya agar mencari tahu: apa sebenarnya yang dilakukan ibu-ibu hingga membuat antrean mengular di ATM Indomaret? 

Beberapa teman mengira bahwa persoalannya adalah karena gaptek: ibu-ibu agak gagap ketika harus berhadapan dengan mesin ATM. Apalagi kini ada model touch screen. 

Dugaan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tapi juga tidak 100% tepat. Sebab, dari sampel tiga ibu-ibu yang saya mintai penjelasan, semuanya menyebut bahwa kegagapan hanya terjadi di momen pertama kali menarik uang tunai dari ATM—yang itu sudah jauh sekali. Artinya, seiring waktu sudah terbiasa. 

Yang membuat mereka lama bukan semata-mata itu, tapi ada hal lain. Namun, sebelum ke sana, para ibu-ibu melayangkan pembelaan: Bagi mereka, ATM Indomaret pada dasarnya kan fasilitas umum. 

Oleh karena itu, semua orang berhak mengoptimalkan waktu penggunaannya. Termasuk misalnya jika terjadi antrean panjang, ya itu bagian dari konsekuensi mengantre di fasilitas umum. Memang harus sabar. Kalau tidak sabar, tidak usah mengantre. Begitu jawaban mereka enteng. Apalagi memang tidak ada aturan tertulis perihal batas durasi penggunaan ATM bagi masyarakat. 

Bawa banyak titipan tetangga ke ATM Indomaret

Seperti disinggung sebelumnya, yang kerap ditemui dari ibu-ibu yang antre di ATM Indomaret adalah: setelah uang keluar, lalu akan mencet-mencet tombol lagi—ambil uang lagi. 

Ada dua alasan utama—yang saling terhubung—kenapa hal itu mereka lakukan. Pertama, kerap kali ibu-ibu membawa titipan dari saudara atau tetangga. 

Begini, biasanya ada saudara (yang memang sangat dekat) memilih menitipkan kartu rekening ke orang yang hendak ke ATM. Dalam lingkungan masyarakat desa, hal ini biasa karena sudah terbangun kepercayaan kuat. Terlebih jika saudara dekat. 

Maka tidak heran, kerap kali ada ibu-ibu yang setelah memasukkan satu kartu, ia masih akan memasukkan beberapa kartu lain.  

Dalam konteks desa saya di Rembang, Jawa Tengah, bahkan masih banyak warga yang tidak memiliki kartu rekening sendiri. Sehingga, misalnya ada seorang bapak (yang merantau) hendak mengirim uang ke rumah, pilihannya adalah menitipkan uang ke rekening saudara atau tetangga dekat. Bedanya, kalau warga di desa saya lebih sering lari ke layanan jasa seperti BRILink. 

Alasan kedua, sering kali ibu-ibu mengambil uang dalam jumlah besar. Sehingga ketika menarik dalam jumlah utuh, terkena limitasi sekali penarikan dari mesin ATM. Maka, untuk mengakalinya, ibu-ibu harus mengambil sedikit demi sedikit yang itu artinya membutuhkan waktu cukup lama. 

SOP wajib ibu-ibu di ATM Indomaret: hitung dulu untuk meyakinkan

Banyak teman meresahkan, di sela mengambil uang itu, ibu-ibu memang kerap tidak tampak buru-buru. Ya tadi, mereka cuek saja dengan antrean di belakangnya. 

Saking cueknya, ibu-ibu bisa meluangkan waktu untuk menghitung ulang uang yang baru saja diambil dari mesin ATM. 

Pengakuan tiga responden Mojok, hal itu bisa dibilang menjadi SOP wajib dalam mengambil uang di ATM. Mereka tidak bisa begitu saja percaya bahwa mesin ATM pasti mengeluarkan nominal uang dengan presisi. 

Oleh karena itu, mereka masih harus menghitung ulang lebih dulu, untuk meyakinkan bahwa uang yang mereka pegang sama persis yang angka rupiah yang sebelumnya ia ketikkan di dalam mesin ATM. 

Kenapa tidak tarik uang tunai di bank saja? 

Mojok sudah banyak menulis perihal aturan tidak tertulis yang seharusnya dipahami sebelum menarik uang tunai di ATM Indomaret. Di antaranya: Harus dipahami bahwa ATM Indomaret itu sebenarnya difungsikan untuk transaksi cepat. Sementara jika transaksi lama dengan jumlah besar, maka disarankan ke bank saja. Tidak lain demi menghindari penumpukan antrean. 

Pasalnya, dari perbincangan dengan beberapa teman dan banyak pengguna ATM Indomaret lain (dari kalangan anak-anak muda), kebutuhan mereka mengambil uang di ATM Indomaret adalah untuk efisiensi waktu.

Sekali lagi, pembelaan ibu-ibu adalah, ATM di mata mereka merupakan kepanjangan tangan dari bank. Sehingga tidak salahnya misalnya mengambil uang dengan nominal besar di ATM Indomaret. 

Berikutnya, kadang kala jarak rumah mereka ke bank dengan jarak mereka ke ATM Indomaret lebih dekat ke ATM Indomaret. Dengan begitu, ATM Indomaret menjadi pilihan utama ketimbang bank. 

Selain itu, bank memiliki waktu operasional: buka Senin-Jumat, dari 8 pagi sampai jam 4 sore. Sementara kebutuhan mereka mengambil uang sering kali harus di luar waktu operasional bank. Misalnya, pada akhir pekan, atau di jam-jam pagi buta atau malam hari. Alhasil, ATM Indomaret lah yang akhirnya mereka tuju. 

Jadi, bagi teman-teman yang bertepatan antre dengan ibu-ibu di ATM Indomaret, pilihannya hanya dua: bersabar atau mending putar balik sekalian. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 5 Etika saat Bayar dan Antre di Kasir Indomaret biar Tak Bikin Muak dan Risih Orang Lain atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2026 oleh .

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.