ADVERTISEMENT

Amunisi di Balik Kemenangan Tim Balai Yasa KAI Saat Tarik Lokomotif 84 Ton

Petugas KAI ikut lomba tarik lokomotif dalam HUT ke-81 KAI. MOJOK.CO

Kemenangan tim Balai Yasa atau petugas KAI sebagai juara pertama Lomba Tarik Lokomotif dalam rangka HUT ke-81 KAI tak terlepas dari dukungan kawan seperjuangan pada setiap pertandingan.

***

Pemanasan. MOJOK.CO
Petugas Balai Yasa KAI melakukan pemanasan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Teguh (39) selaku perwakilan tim dari Balai Yasa Yogyakarta berujar kunci kemenangan mereka berasal dari teknik penarikan lokomotif yang tepat. Selain itu, kekompakan anggota yang terdiri dari Johan, Slamet, Yudha, Gilang, Catur, Gufron, Isbudiman, Ganang, Zufron, Supriyadi, Setya Adi, Slamet, Teguh, Maryono pun menjadi penting.

Petugas Balai Yasa 1. MOJOK.CO
Petugas Balai Yasa menonton dari balik jendela. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Dalam bekerja, kami selalu menyesuaikan diri dengan karakter insan PT Kereta Api Indonesia yaitu CITAR (Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, Responsibility),” kata Teguh kepada Mojok usai bertanding di babak final.

“Pada huruf T yakni teamwork, insan KAI membangun kerja sama, bersinergi dengan berbagai pihak dan latar belakang yang berbeda,” tegasnya.

Tim perempuan Balai Yasa. MOJOK.CO
Hani, tim perempuan dari Balai Yasa saat bertanding. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Begitu pula tim Balai Yasa yang terdiri dari perempuan saat melawan tim gabungan Anak-anak Perusahaan KAI. Heni Hayati (49) sebagai salah satu perwakilan tim berujar, lomba tarik lokomotif dalam peringatan HUT ke-81 KAI ini kuncinya adalah kompak.

Berpelukan usai tanding. MOJOK.CO
Tim perempuan Balai Yasa berhasil menang.(Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Kekompakan dan koordinasi tim yang solid, serta motivasi yang sama yakni kemenangan,” ucap Heni antusias.

Petugas KAI memberi semangat saat lomba tarik lokomotif dalam HUT ke-81 KAI. MOJOK.CO
Pendukung bersorak menyemangati tim gabungan anak perusahaan KAI. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain kekompakan tim dari lomba tarik lokomotif Balai Yasa, sorakan dari teman seperjuangan mereka yang mendukung dari samping arena laga juga memiliki peran penting.

Petugas KAI beristirahat. MOJOK.CO
Tim Balai Yasa beristirahat sebelum ronde 2. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sebab, Teguh tak menampik ada perasaan waswas sebelum melawan tim dari instansi lain, salah satunya tim Korem 072 Pamungkas di babak final, mengingat fisik mereka yang juga luar biasa. Meski begitu, tim Balai Yasa berhasil meraih juara 1 tanpa cedera.

Petugas balai yasa ikut meramaikan HUT ke-81 KAI. MOJOK.CO
Penonton yang merupakan para petugas KAI turut mendukung peserta tarik lokomotif. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Kami bisa menang karena kami semua tarikannya kompak, kuat, kencang, serta juga banyak suport dari teman-teman jadi kami semua semangat,” jelas Teguh.

Korem cedera. MOJOK.CO
Anggota tim Korem 072 Pamungkas saat dibopong teman-temannya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Di sisi lain, beberapa tim lawan tampak kelelahan hingga harus dibopong teman-temannya. Salah satu dari mereka juga mengalami kram di kaki dalam pertandingan sebelumnya hingga sempat dirawat tim medis.

Korem 072 Pamungkas. MOJOK.CO
Tim Korem 072 Pamungkas di pertandingan final. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Meski begitu, tim Korem 072 Pamungkas tersebut masih dapat melanjutkan pertandingan sampai final.

Korem 072 Pamungkas ikut menyemarakkan HUT ke-81 KAI. MOJOK.CO
Tim Balai Yasa bersalaman dengan Korem 072 Pamungkas usai final. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih berujar lomba tarik lokomotif yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 KAI ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara KAI Daop 6 Yogyakarta dengan seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berkolaborasi selama ini.

Foto bersama. MOJOK.CO
Tim laki-laki Balai Yasa berfoto usai semi final. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Lokomotif seri CC 201 yang masing-masing bobotnya 84 ton ini sangat erat kaitannya dengan karakteristik KAI sebagai salah satu penggerak kemajuan transportasi. Lomba tarik lokomotif ini juga merupakan upaya kolektif dan kolaborasi lintas stakeholder yang harus terus digalang,” kata Feni.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

LIHAT JUGA: Setahun Tolak MBG, Panci Penyok Berpantat Hitam Jadi Simbol Protes Emak-emak di Jogja atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan

Terakhir diperbarui pada 24 September 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.