Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Festival Literasi Jogja 2025 Ajak Masyarakat Berpikir Aras Tinggi di Tengah Tantangan Literasi Indonesia di Tingkat Dunia

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 Juli 2025
A A
Festival Literasi Jogja 2025 di Yogyakarta: Contoh kegiatan literasi yang mengajak masyarakat berpikir aras tinggi MOJOK.CO

Festival Literasi Jogja 2025 di Yogyakarta: Contoh kegiatan literasi yang mengajak masyarakat berpikir aras tinggi. (Instagram/Festival Literasi Jogja)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Yogyakarta sebagai Kota Pelajar punya banyak sekali aktivasi terkait literasi. Hampir setiap bulan, bahkan setiap minggu, ada saja gelaran festival literasi. Yang paling baru adalah Festival Literasi Jogja 2025.

Mengusung tajuk “Membaca, Berdaya, dan Sejahtera”, Festival Literasi Jogja 2025 berlangsung selama 9-13 Juli 2025 di gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.

Festival ini diinisasi oleh DPAD DIY berkolaborasi dengan berbagai elemen seperti Perpustakaan Nasional RI, DPAD DIY, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY, Dinas Kebudayaan DIY, dan Balai Bahasa Yogyakarta.

Budaya literasi di Yogyakarta di atas daerah lain

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), E. Aminudin Aziz dalam paparan makalahnya saat membuka Festival Literasi Jogja 2025 membeberkan, Yogyakarta menjadi provinsi di Indonesia dengan tingkat literasi di atas daerah lain.

Merujuk data Perpusnas RI, nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Yogyakarta per 2024 berada di urutan kedua nasional dengan nilai 86,39. Sementara untuk nilai Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat (TKM) berada di urutan satu nasional dengan nilai 79,99.

Data tersebut, kata Aminudin, memang terkonfirmasi dengan hadirnya banyak aktivasi terkait pengembangan literasi di Kota Pelajar seperti Festival Jogja 2025.

Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz saat memberi sambutan dalam pembukaan Festival Literasi Jogja 2025 di Yogyakarta MOJOK.CO
Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz saat memberi sambutan dalam pembukaan Festival Literasi Jogja 2025 di Yogyakarta. (Aly Reza/Mojok.co)

Festival Literasi Jogja 2025: solusi masalah literasi

Di tingkat internasional, Indonesia berada di urutan 31 sebagai Negara Paling Banyak Membaca Buku, dengan tidak lebih dari enam buku yang dibaca pertahun dan dengan durasi baca rata-rata selama 129 jam. Sedangkan di tingkat ASEAN berada di urutan ketiga di bawah Singapura dan Thailand.

Posisi Indonesia pun terbilang tertinggal dalam urusan kemampuan literasi siswa. Merujuk data Program for International Student Assessment (PISA) 2022, Indonesia berada di urutan keenam di tingkat ASEAN.

Artinya, selain persoalan minat baca, Indonesia juga menghadapi masalah terkait keterampilan literasi. Salah satu akar masalah yang Aminudin soroti di balik kondisi tersebut adalah: kurang relevannya program dan kegiatan literasi dengan tujuan pembangunan literasi.

“Misalnya, kegaiatn literasi yang hanya untuk hura-hura, tidak ada yang mengajak berpikir ke aras tinggi (meliputi kemampuan menilai, menganalisis, memahami, mencipta, menyintesiskan, menerapkan, dan mengenali persoalan),” beber Aminudin.

Atau sederhananya, kegiatan literasi di Indonesia masih belum optimal dalam mengajak masyarakat untuk mengasah kemampuan critical thinking (berpikir kritis).

“Oleh karena itu, perlu festival literasi seperti Festival Literasi Jogja (2025) ini. Karena selain bazar buku, juga menghadirkan banyak seminar yang bisa mengajak masyarakat untuk berpikir aras tinggi,” tutur Aminudin.

Bazar buku murah dan “talkshow daging”

Sebagai informasi, selama lima hari, Festival Literasi Jogja 2025 menghadirkan bazar buku dari lebih dari 100 penerbit di Yogyakarta di bawah IKAPI DIY. Selain itu, ada berbagai kegiatan dan “talkshow daging” yang jadwalnya bisa dilihat di akun Instagram berikut:

 

Iklan
Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh FESTIVAL LITERASI JOGJA (@festival.literasi.jogja)

Permudah akses literasi bagi masyarakat Yogyakarta

Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi DPAD DIY, Dewi Ambarwati menjelaskan, tema “Membaca, Berdaya dan Sejahtera” dipilih untuk menegaskan keterkaitan erat antara literasi dan kesejahteraan sosial.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk memandang membaca bukan hanya sebagai aktivitas kognitif, tetapi juga sebagai jalan pemberdayaan diri,” ujar Dewi.

“Dengan literasi yang baik, peluang untuk hidup lebih sejahtera secara ekonomi, sosial, dan budaya akan terbuka,” sambungnya.

Untuk mencapai itu, lanjut Dewi, masyarakat perlu mendapat akses yang mudah terhadap kebutuhan atas literasi. Nah, Festival Literasi Jogja 2025 bisa menjadi salah satu akses tersebut karena mencoba menghadirkan kegiatan literasi yang menyenangkan dan membumi.

Menambahkan, Ketua Panitia Festival Literasi Jogja 2025, Aditia Purnomo menyebut, literasi pada dasarnya bukan semata soal membaca dan menulis. Tapi juga tentang ruang dan relasi antarwarga.

“Lewat festival ini kami ingin menunjukkan bagaimana komunitas literasi bisa berdaya dan bisa menyejahterakan masyarakat,” tuturnya. Itulah kenapa Festival Literasi Jogja 2025 juga menghadirkan banyak komunitas literasi akar rumput dari berbagai daerah di Yogyakarta.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cerita Kakek 67 Tahun Penjual Buku Panduan Tes CPNS, Saksi Tangis Para Lulusan UGM Pemburu Gelar Abdi Negara atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2025 oleh

Tags: bazar buku jogjabazar buku murahfestival literasi jogjaJogjaYogyakarta
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

mahasiswa psikologi UGM kuliah sambil ngojol di Jogja. MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat Walkman di Bantul yang Menolak Mati Musik Analog di Tangan Spotify

2 Februari 2026
Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO
Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Ekonomi

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyebab banjir dan longsor di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Alasan di Balik Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan karena Aktivitas Tambang, tapi Murni Faktor Alam

29 Januari 2026
Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara. MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.