Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Soal Agenda Politik PSI, Grace Natalie: Anti-Intoleransi dan Angkat Perjuangan Kaum Perempuan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 Januari 2023
A A
Grace Natalie PSI

Ilustrasi Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO– Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyampaikan, bahwa partainya tersebut punya agenda politik antikorupsi dan anti-intoleransi untuk diperjuangkan bersama-sama. Selain itu, perjuangan kaum perempuan juga menjadi isu yang disuarakan partai milenial itu.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi politik Nagara Institute yang tayang di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, Senin (23/1/2023).  Menurut Grace, agenda politik itu ia bawa mengingat gelombang intoleransi mengalami eskalasi pasca Pilkada DKI Jakarta 2017.

Iklan

“Setelah Pilkada DKI 2017, politisasi agama marak. Banyak orang dihakimi, dikriminalisasi, dipersekusi, hanya karena pilihan politik mereka berbeda atau dianggap bertentangan dengan nilai agama,” ujar Grace, dikutip Rabu (25/1/2023).

“Isu-isu itu yang membuat kita resah,” tambahnya.

Salah satu agenda politik anti-intoleransi yang getol disuarakan PSI saat itu adalah peraturan daerah berbasis hukum agama. PSI, menjadi pihak yang paling keras menolak wacana ini. Bahkan, isu ini juga lantang disuarakan PSI dalam kampanye mereka untuk Pemilu Legislatif 2019.

Alhasil, karena suara vokalnya itu, sejumlah politisi pendukung Perda Syariah sampai melontarkan berbagai komentar miring. Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade, misalnya, yang menyebut pernyataan PSI hanya bakal memprovokasi masyarakat.

“Jangan sampai Ketua Umum PSI Grace Natalie memaksakan pendapatnya,” kata Andre kepada Tempo, saat itu.

Sementara itu, Grace Natalie akhirnya meluruskan polemik tersebut. Mantan presenter TV One ini menegaskan, bahwa yang selama ini mereka pertentangkan itu bukan soal Perda Syariah, tapi peraturan daerah lain yang berbasis hukum agama—apapun itu.

Ia juga menyayangkan selama ini media seringkali membenturkan sikap PSI tersebut seolah-olah hanya menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan hukum Islam.

“PSI tidak pernah menolak Perda Syariah. Selama ini yang partai tolak adalah Perda Agama, yang berpotensi mengkriminalisasi orang lain yang dianggap berbeda,” jelas eks Ketua Umum PSI ini, kepada Akbar Faizal, pembawa acara podcast.

Menurut Grace, Perda Agama punya konsekuensi yang amat berbahaya, terutama bagi masyarakat yang dianggap berbeda dari mayoritas di mana perda itu berlaku.

“Pada dasarnya, perda agama pasti dapat mendiskriminasi masyarakat yang tidak menjadi landasan lahirnya perda itu,” kata Grace.

“Karena kita beragam, harusnya perda tidak dibuat berdasarkan agama tertentu. Bukankah peraturan itu harus inklusif?” ujarnya.

Selain soal isu intoleransi, agenda politik lain yang konsisten disuarakan PSI adalah soal perjuangan kaum perempuan. Bahkan, ia mengakui, sejak awal pendiriannya pun perjuangan perempuan jadi visi yang dibawa oleh partai.

Setidaknya, kata Grace, hal itu terlihat dari dipilihnya dia sebagai ketua umum partai. Padahal, Grace punya latar belakang yang antimainstream jika dibandingan ketum parpol lainnya, yakni punya latar belakang perempuan, seorang minoritas, dan masih muda (milenial).

Pun, salah satu agenda yang dibawa PSI terkait perjuangan perempuan—dan lagi-lagi melahirkan pro dan kontra—adalah soal penolakan PSI atas tindakan poligami. Sebagaimana diketahui, PSI memang bersuara lantang soal poligami yang seringkali merugikan kaum perempuan.

Grace menyadari, bahwa banyak pihak yang lagi-lagi membenturkan agenda PSI tersebut dengan “sikap anti Islam”. Padahal, yang ia kritik adalah dampak sosial dari poligami itu sendiri.

Berdasarkan blusukan Grace kepada para konstituen, ia menemukan banyak sekali perempuan yang menjadi korban baik fisik maupun mental karena dipoligami, tapi lebih memilih diam lantaran tidak punya power untuk bersuara.

Iklan

“Kami paham poligami itu pilihan personal, namun harus dilihat juga bahwa dari situ muncul potensi masalah sosial, seperti KDRT dan anak-anak pasti juga menjadi korban,” kata Grace.

Sebagai informasi, menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) angka perceraian di Indonesia amat tinggi tiap tahunnya. Dua faktor terbesar pendorong perceraian adalah poligami dan KDRT.

“PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Saya percaya memperjuangkan keadilan dan penghapusan diskriminasi harus dimulai dari keluarga dan rumah,” tandasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Disindir Megawati, PSI Minta Maaf tapi Tetap Usung Ganjar Nyapres

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2023 oleh

Tags: Grace NataliePemilu 2024politikus perempuanpolitisi perempuanpsi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.