Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Penjelasan Pakar Mengapa Banyak Gen Z Cenderung Mendukung Prabowo

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Juni 2023
A A
gen z prabowo mojok.co

Ilustrasi Prabowo Subianto (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sedang di atas angin. Namanya meroket pada sejumlah hasil survei baru-baru ini. Salah satu faktornya karena suara Gen Z yang cenderung mendukungnya. 

Survei lembaga Populi Center bulan Mei 2023, menempatkan Prabowo dalam daftar teratas capres dengan elektabilitas tertinggi. Ia meraup 22,8 persen dukungan, dan mengungguli dua pesaing terdekatnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Hal serupa juga terlihat pada survei Litbang Kompas terbaru. Bahkan, khusus untuk segmen pemilih Gen Z (kelahiran 1997-2012), Prabowo unggul jauh dengan meraup 32,7 persen suara. Lagi-lagi, ia mengungguli Ganjar (24,5 persen) dan Anies (10 persen) di segmen pemilih muda ini.

Segmen pemilih Gen Z ini menjadi penting mengingat bersama Generasi Milenial (1981-1996), mereka jadi kelompok pemilih terbanyak pada Pemilu 2024—60 persen dari total keseluruhan pemilih.

Temuan tersebut pun menjadi diskusi menarik lantaran citra Prabowo yang selama ini lekat sebagai pelanggar HAM berat.

Seperti yang kita tahu, Prabowo bersama Tim Mawar dituding bertanggung jawab atas hilangnya sejumlah aktivis sepanjang 1990-an dan kerusuhan Mei 1998.

Lantas, apa yang bikin Gen Z pada akhirnya banyak yang mendukung Prabowo, terlepas dari citra buruk tersebut?

Gen Z cenderung rasional-pragmatis

Menurut pakar politik UGM Mada Sukmajati, salah satu alasan mengapa banyak Gen Z memilih Prabowo—meski punya rekam jejak kelam—adalah karena mereka cenderung pola pikir rasional-pragmatis.

Mereka berpikir rasional dengan cara memandang seorang melalui program kerja yang mereka tawarkan. Sementara pola pikir pragmatis berarti memilah program kerja mana yang akan menguntungkan mereka ke depannya.

“Artinya, para Gen Z ini cenderung melihat calon presiden bukan dari masa siapa figurnya, tapi apa yang ditawarkan dan punya implikasi apa ke kehidupan mereka ke depan,” kata Mada kepada Mojok, Senin (5/6/2023).

Dengan demikian, seandainya isu pelanggaran HAM Prabowo diangkat dan dibicarakan dalam kontestasi Pilpres 2024 sekalipun, Mada menilai isu itu tidak akan jadi prioritas yang jadi pertimbangan pemilih dalam menentukan dukungan mereka.

“Pemilih Gen Z itu kebanyakan lebih memprioritaskan ke isu yang relate dengan mereka, sifatnya jangka pendek dan konkret; seperti isu anak muda, perekonomian, atau lapangan kerja. Bukan di penegakan HAM, misalnya,” sambungnya.

Hal serupa juga peneliti Populi Center, Rafif Pamenang Imawan, sampaikan. Kata dia, selain pragmatis, Gen Z juga memiliki sentimen berpikir ke depan daripada membahas isu-isu di masa lalu.

Artinya, mereka lebih tertarik membahas soal masa depan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, ketimbang berdebat terkait pelanggaran HAM di masa lalu—seperti Peristiwa 1998 yang menyeret Prabowo.

Iklan

“Ini yang akhirnya bikin Gen Z susah relate dengan persoalan pelanggaran HAM di masa lalu,” jelasnya kepada Mojok, Selasa (6/6/2023).

Tak relate dengan Peristiwa ‘98

Rafif menambahkan, ketidak-relate-an Gen Z pada peristiwa pelanggaran HAM masa lalu bisa terjadi karena beberapa hal. Termasuk karena sosialisasi politik yang terbatas di isu tertentu, hingga isu pelanggaran HAM yang memang segmented di kelompok tertentu.

“Sehingga ketika membicarakan isu seperti pelanggran HAM atau penculikan aktivis, ini tidak masuk dalam alam berpikir pada Gen Z,” kata Rafif.

Selain punya kecenderungan berpikir rasional-pragmatis—yang bikin Gen Z juga tak terlalu peduli dengan peristiwa 1998—mereka juga tidak hadir dalam peristiwa tersebut.

Kata Mada, preferensi Gen Z atas peristiwa di masa lalu sangatlah terbatas. Kebanyakan Gen Z ini lahir di akhir 1990-an atau di awal 2000-an, sehingga bagi mereka tidak mengalami langsung masa kelam yang menyeret nama Prabowo tersebut, akan sulit bagi mereka untuk paham.

“Di samping mereka berpikir secara pragmatis, Gen Z juga tidak terlalu relate dengan Peristiwa ’98 karena tidak mengalaminya secara langsung,” kata Mada.

“Makanya, bisa dipahami mengapa isu tersebut akhirnya terbatas terbatas di kalangan orang-orang yang memang mengalami, aktivis HAM, ataupun korban saja,” lanjutnya.

Akan tetapi, Mada tetap menegaskan bahwa hasil survei terbaru tersebut masih bisa berubah. Mengingat Gen Z adalah pemilih rasional. Dukungan mereka masih bisa berubah tergantung program kerja dan kebijakan yang masih-masing kandidat tawarkan.

“Pilihan mereka masih bisa berubah. Karakter mereka berbeda dengan pemilih ideologis yang loyalitasnya lebih tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kaesang All Out ke Politik: Incar Depok, Solo, atau Sleman?

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2023 oleh

Tags: Gen Zpemilih mudaPemilu 2024Prabowo Subianto
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Ketulusan Guru BK di SMP Pelosok Ponorogo MOJOK.CO
Ragam

Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

8 Januari 2026
Gen Z fresh graduate lulusan UGM pilih bisnis jualan keris dan barang antik di Jogja MOJOK.CO
Ragam

Gen Z Lulusan UGM Pilih Jualan Keris, Tepis Gengsi dari Kesan Kuno dan Kerja Kantoran karena Omzet Puluhan Juta

11 Desember 2025
anak muda.MOJOK.CO
Mendalam

Anak Muda Tidak Lemah, Masa Depan yang Tak Terlalu Ramah

20 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.