Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Partai Buruh Siap Berlaga di Pemilu 2024, Wujudkan Welfare State via Kekuatan Sayap Kiri?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Februari 2023
A A
partai buruh wujudkan welfare state

Ilustrasi harapan pekerja pada Partai Buruh yang ingin mewujudkan Welfare State. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

skanMOJOK.CO – Partai Buruh siap berlaga pada Pemilu 2024 mendatang. Kesiapan ini terlihat dari target yang mereka patok, yakni 7 juta suara dalam Pemilu Legislatif.

Partai pimpinan Said Iqbal ini merupakan satu dari empat parpol baru yang akan debut di Pemilu 2024 nanti. Bersama Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Gelora, dan Partai Ummat, mereka bakal bersaing dengan 13 parpol lainnya.

Iklan

Di banyak negara, Partai Buruh menjadi kekuatan politik yang berasal dari spektrum sayap kiri. Di Selandia Baru, misalnya, Jacinda Ardern, saat masih menjabat sebagai perdana menteri, bahkan punya tujuan besar untuk mendidik masyarakat dalam prinsip sosialisme-demokratik (sosdem).

Begitu juga di Inggris, Partai Buruh berideologi sosdem. Tokoh-tokoh penting Partai Buruh, seperti Jeremy Corbyn, Tony Blair hingga Keir Starmer, selalu menelurkan kebijakan progresif dan jadi penantang serius kekuatan kanan Partai Konservatif.

Bahkan, Partai Buruh Sosialis (PSOE) di Spanyol yang memenangi Pemilu 2019 lalu, menggandeng Podemos dalam koalisi di parlemen. Sebagai informasi, Podemos merupakan parpol kiri-jauh yang terbentuk dari gerakan Indignados—dan mengawali tren populisme kiri di Eropa.

Selain di Selandia Baru, Inggris, maupun Spanyol, partai-partai pekerja di negara Eropa lain, khususnya Skandinavia, punya afiliasi langsung dengan gerakan buruh dan berideologi kiri. Lantas, apakah ini juga terjadi pada Partai Buruh di Indonesia pimpinan Said Iqbal?

Partai Buruh dan Negara Kesejahteraan

Secara umum, gagasan utama Partai Buruh di berbagai belahan dunia adalah mewujudkan negara kesejahteraan (welfare state). Dalam welfare state, jaminan sosial jadi sesuatu yang merata dan melembaga. Bahkan, anggaran terbesar negara adalah untuk penyediaan jaminan sosial.

Melansir laman resmi partaiburuh.or.id, parpol yang pendirinya adalah empat konfederasi serikat pekerja terbesar dan 50 serikat pekerja tingkat nasional ini juga memilih asas welfare state. Asas ini berlandaskan pada tiga prinsip, yakni kesetaraan kesempatan, distribusi kekayaan yang adil dan beradab, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kendati demikian, Said Iqbal tidak pernah mengatakan apakah Partai Buruh-nya berideologi sayap kiri atau bukan. Kepada Detik, ia mengaku bahwa partainya berideologi “sosial-demokrat Pancasila”.

“Sosial-demokrat Pancasila,” ujarnya singkat kala itu.

Ini seturut dengan pandangan parpol yang tercantum dalam laman resmi mereka, yang menyebut bahwa ideologi Partai Buruh adalah Pancasila. Utamanya dengan titik tumpu sila kedua dan kelima.

Bahkan, dalam sebuah webinar bertajuk “Hidup dan Matinya Partai Buruh di Indonesia” pada 2021 lalu, Said Iqbal menolak Partai Buruh sebagai kepanjangan tangan dari spektrum sayap kiri komunisme. Ini merupakan respons atas pertanyaan yang mengaitkan antara Partai Buruh dengan sejarah komunisme di Indonesia.

Dalam sejarahnya, ia memang mengakui bahwa gerakan buruh tak lepas dari paham komunisme. Namun, Partai Buruh—sebagai sebuah wadah gerakan—tidak semuanya punya afiliasi dengan komunisme.

“Gerakan buruh itu tidak bisa disamakan dengan gerakan komunis. Memiliki keterikatan dengan ideologi komunisme itu jelas, itu fakta sejarah yang mustahil ditutupi,” terangnya saat itu.

“Namun, gerakan buruh sendiri tidak bisa semata-mata disamakan dengan gerakan komunis,” imbuhnya, seraya menjelaskan bahwa Partai Buruh saat ini kebanyakan lebih berideologi sentris (tengah).

Perlu didukung meski punya kekurangan

Majunya Partai Buruh ke arena Pemilu 2024 menjadi angin segar, utamanya bagi kelas pekerja di Indonesia. Hal ini diakui editor IndoProgress Rio Apinino dalam tulisannya berjudul “Partai Buruh dan Gagasan Negara Kesejahteraan”.

Selama ini, kata Rio, kondisi pekerja di Indonesia sedang dalam keterpurukan. Menurutnya, penyebab utamanya adalah daya gedor serikat buruh yang kian lemah.

Berdasarkan catatannya, pada 2018 lalu hanya ada 2,7 juta pekerja yang berserikat. Padahal, per Februari 2022 saja jumlah angkatan kerja mencapai 144 juta. Artinya, baru 1,8 persen pekerja yang berserikat.

Iklan

“Bangkitnya pekerja gig juga belum mampu direspons dengan cekatan oleh serikat yang bagi banyak orang masih terlampau bercorak konvensional,” jelas Rio.

Dengan demikian, kehadiran Partai Buruh menjadi angin segar untuk setidaknya dapat mengatasi permasalahan tersebut. Terlebih, absennya Partai Buruh dari arena politik juga bikin banyak kebijakan yang merugikan pekerja makin mudah lolos. Salah satunya Perppu Cipta Kerja.

Ada banyak sekali PR yang terlebih dahulu harus Partai Buruh selesaikan. Salah satunya terkait diskursus negara kesejahteraan yang diusung Said Iqbal dan kolega.

Menurut Rio, dalam sejarahnya konsep welfare state—asas yang dianut Partai Buruh—sebenarnya berpijak pada dua kaki yang berseberangan: kanan ke kapitalisme, dan kiri ke sosialisme. Dalam artian, ia masih punya watak kapitalis.

Lebih lanjut, esensi welfare state yang berwatak kapitalis, kata Rio, pada dasarnya tidak muncul dari ruang hampa. Ia adalah produk sejarah yang spesifik. Welfare state, hadir dalam konteks ketika konflik kelas semakin runcing tapi berakhir dengan kompromi. Dengan demikian, Partai Buruh seringkali gagal meladeni atau memberi tekanan pada kapitalis dalam welfare state.

“Pada akhirnya masa depan Partai Buruh di Indonesia juga akan sangat tergantung pada relasi dengan massa,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Profil Partai Buruh: Siap Rebut Suara Kelas Pekerja di Pemilu 2024

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2023 oleh

Tags: Negara Kesejahteraanpartai buruhPemilu 2024said iqbalsosdemsosialisme demokratWelfare State
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.