Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Makna Pertemuan Prabowo dan Cak Imin, Jadi Berpasangan?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Juli 2023
A A
prabowo cak imin mojok.co

Prabowo dan Cak Imin (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin selama 3 jam di Jakarta, pada Senin (10/7/2023) kemarin. Pakar politik UGM Arga Pribadi Imawan menyebut bahwa pertemuan ini mengindikasikan beberapa hal krusial terkait peta politik menjelang Pemilu 2024.

Seperti yang kita ketahui, dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Widya Chandra itu, jajaran elite Partai Gerindra dan PKB juga turut mendampingi dua tokoh ini.

Seperti Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wasekjen PKB Syaiful Huda, hingga Waketum Partai Gerindra Sugiono.

Seusai pertemuan, Sufmi Dasco mengungkapkan isi pertemuan tersebut. Menurutnya, ada tiga pokok pembicaraan yang dibahas Prabowo dan Cak Imin.

“Banyak hal yang dibicarakan. Pertama mengenai permasalahan utama, mengenai penyelenggaraan ibadah haji, bagaimana yang sekarang dan ke depan,” kata Dasco, melansir Detik, Rabu (12/7/2023).

Wakil Ketua DPR ini melanjutkan, pembahasan kedua terkait situasi geopolitik mutakhir di Tanah Air maupun global. Sementara yang terakhir, ia membeberkan pembicaraan Prabowo Subianto dan Cak Imin juga membahas simulasi capres dan cawapres.

“Yang paling paling menarik itu kan mengenai simulasi-simulasi ini. Nah, itu yang kemudian dibicarakan selama 3 jam,” imbuhnya.

Lantas, dari pembahasan tersebut, bagaimana pertemuan Prabowo dan Cak Imin ini dimaknai?

Potensi koalisi nasionalis-islamis

Menurut Arga Imawan, salah satu makna pertemuan tersebut adalah kemungkinan bersatunya lagi kekuatan nasionalis dan islamis sebagai pasangan capres dan cawapres dalam pemilu.

Kata Arga, secara historis perkawinan itu sangat mungkin, mengingat pada pilpres-pilpres sebelumnya pasangan nasionalis-islamis sudah kerap muncul.

“Berkaca dari sejarah, selalu ada perkawinan antara nasionalis dan agamis,” kata Arga kepada Mojok, Selasa (11/7/2023) kemarin.

Misalnya, pada Pemilu 2004 muncul pasangan Megawati Sukarnoputri yang mewakili nasionalis dengan KH Ahmad Hasyim Muzadi dari Nahdlatul Ulama (NU). Kemudian ada juga Jokowi yang menggaet figur agamis, Ma’ruf Amin, pada Pemilu 2019 lalu—dan memenangkannya.

Bahkan, calon lawan Prabowo dalam pilpres nanti, yakni Ganjar Pranowo, kemungkinan besar juga akan menggaet figur agamis sebagai cawapresnya.

Meskipun pada 2019 lalu Prabowo dekat dengan pemilih islam, sosoknya lebih kental dengan figur nasionalistik. Ini tak lepas juga dari background-nya sebagai seorang mantan perwira militer. Sementara Cak Imin, merupakan tokoh islamis yang punya basis pendukung besar dari kalangan NU.

“Jadi, pasti sudah ada kalkulasi yang dilakukan oleh kedua tim terkait potensi ini,” sambungnya.

Siasat Prabowo dulang suara di Jatim

Perkawinan nasionalis-agamis, di sisi lain juga bisa memberikan keuntungan elektoral bagi Prabowo. Kata Arga, secara geografis Jawa Timur merupakan basis pendukung Cak Imin dan PKB—tapi tak cukup bersahabat dengan Prabowo dan partainya.

Pada Pemilu 2019 lalu saja, misalnya, pasangan Prabowo-Sandi kalah telak dari Jokowi-Amin di provinsi ini. Prabowo hanya mampu meraup 8,4 juta suara (34 persen), separuh dari perolehan Jokowi yang mendapat 16 juta suara (66 persen).

Sementara secara partai, bersama dengan PDIP, PKB mendapat suara terbanyak, yakni 4 juta. Sementara Partai Gerindra hanya bisa mengantongi 2 juta suara.

Iklan

“Prabowo ingin mengambil celah itu, menjadikannya [Jawa Timur] ladang-ladang pemilihnya,” kata Arga.

Kendati demikian, Arga tetap meyakini bahwa Prabowo masih akan mempertimbangkan masak-masak untuk menarik Cak Imin sebagai wakilnya.

Hal ini, salah satunya, disebabkan karena elektabilitas Cak Imin yang tak kunjung membaik. Dalam banyak survei, tingkat keterpilihan Cak Imin sebagai cawapres sangatlah rendah, bahkan tak pernah masuk lima besar teratas.

“Tentu saja ini juga akan menjadi pertimbangan Prabowo, apakah pada akhirnya bakal mengusung Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya atau tidak,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Masa Perbaikan Berakhir, Ada Parpol yang Ganti Bakal Caleg

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2023 oleh

Tags: Cak ImingerindraMuhaimin IskandarpkbPrabowo Subianto
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
darurat militer.MOJOK.CO

Belajar dari Sejarah: Darurat Militer Cuma Bikin Negara Menjadi Neraka, Rakyat Makin Menderita

4 September 2025
Presiden Prabowo tak mau minta maaf. Komunikasi publik dinilai buruk. MOJOK.CO

Prabowo dan Pejabat Negara Kita Perlu “Kuliah Komunikasi” agar Tak Arogan dan Nirempati terhadap Tuntutan Rakyat

2 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Kelebihan Daikin sebagai AC terbaik untuk hunian modern dengan listrik terbatas MOJOK.CO

Daikin Multi-S, Pilihan AC Terbaik untuk Rumah Hemat Energi

15 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026
Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna

13 Agustus 2026
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.