Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Daftar Daerah yang Dikuasai Partai Tertentu, Tempatmu Dikuasai Parpol Apa?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
11 Juli 2023
A A
daerah parpol mojok.co

Ilustrasi bendera parpol mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebagian daerah, baik kota/kabupaten maupun provinsi, masuk dalam kategori swing voters. Dalam artian, setiap kali pemilu situasinya masih sangat dinamis; parpol-parpol mana saja yang mungkin memenangkannya masih bisa berubah.

Namun, ada juga daerah yang secara tradisional jadi basis partai tertentu. Implikasinya, tiap kali tahun politik, partai tersebut punya jaminan menang di wilayah ini.

Iklan

Bahkan, tak jarang kemenangannya pun bisa sangat dominan.

Lantas, daerah-daerah mana saja yang berada di bawah dominasi partai tertentu? Berikut Mojok merangkumnya.

#1 Golkar merajai Kabupaten Malaka

Secara nasional, Partai Golkar meraih 12,31 persen suara atau 85 kursi di Senayan. Jumlah ini hanya kalah dari partai pemenang Pemilu 2019 lalu, PDIP, yang meraih total 128 kursi.

Kendati demikian, untuk parlemen daerah, suara Golkar cenderung merata. Dalam artian, tidak banyak daerah yang benar-benar dikuasai partai berlambang pohon beringin ini.

Beda halnya dengan Kabupaten Malaka, NTT, yang mana daerah ini secara harafiah dirajai oleh Golkar. Bukan tanpa sebab, NTT memang satu dari 11 sebelas provinsi—yang menurut Ketum Golkar Airlangga Hartarto—jadi basis kemenangan Golkar.

Boleh dibilang, secara presentase kekuasaan Golkar di Malaka tak begitu signifikan. Mereka “cuma” meraih 8 kursi dari total 25 yang disediakan, atau sepertiga dari keseluruhan. Sementara parpol-parpol lain, mentok hanya meraih 3 kursi.

Pun demikian, wilayah ini secara tradisional adalah “wilayah yang kuning” banget. Bahkan, sebagai trivia, di Malaka ada turnamen sepakbola kelompok usia muda yang didedikasikan untuk Golkar. Nama turnamen ini adalah “Novanto Cup”.

Ya, nama turnamen diambil dari nama “Setyo Novanto”, politisi senior Golkar yang belakangan namanya terkenal karena drama kasus korupsinya. Novanto Cup sendiri sudah digelar sejak 2013 silam.

#2 Solo dan sekitarnya memerah

Kalau di Solo, daerah ini merah dalam arti sebenarnya: parlemen dikuasai secara mutlak oleh PDIP, begitu juga dengan hegemoninya, yang mana Solo secara tradisional memang basis dari parpol yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

Di Solo, dari 45 jatah kursi yang diperebutkan, 30 di antarnya direbut oleh PDIP. Artinya, PDIP meraih 60 persen suara di DPRD Solo. Mutlak!

Tak sampai di situ, pada Pemilu 2024 nanti, partai berlogo banteng ini bahkan menargetkan 35 kursi. Ini tentu akan makin menegaskan dominasi PDIP di Solo, mengingat kepala daerahnya juga berasal dari “orang banteng”.

Bergeser sedikit, kondisi tak berbeda jauh terjadi di Boyolali. Di wilayah ini, kursi yang diraih PDIP bahkan lebih banyak: 35 dari 45 kursi. Dengan demikian, 78 persen suara parlemen daerah Boyolali dikuasai PDIP.

Sementara di Wonogiri, PDIP meraih 28 kursi dari total 50 yang disediakan (54 persen). Partai yang paling mendekat PDIP di wilayah ini pun berselisih jauh, yakni Golkar yang hanya meraih 8 kursi.

#3 Bali di bawah dominasi banteng

Selain Solo dan sekitarnya, PDIP juga menguasai kursi DPRD Bali. Di daerah itu, PDIP mendapat 33 kursi dari total 55 kursi DPRD Bali (60 persen).

Sementara itu, Partai Golkar hanya mendapatkan 8 kursi, Partai Gerindra 6 kursi, Demokrat 4 kursi, Nasdem 2 kursi, PSI 1 kursi, dan Hanura 1 kursi—jika ditotal pun belum melamapaui PDIP.

Lebih lanjut, perolehan suara PDIP juga hampir merata di setiap Daerah Pilihan (Dapil). Di antaranya dapil Kota Denpasar dengan 5 kursi, Buleleng 6 kursi, Gianyar 5 kursi, dan Tabanan 4 kursi.

Iklan

Bali sendiri memang manjadi salah satu wilayah pemenangan parpol berlambang banteng tersebut. Gubernur Bali pun, yakni I Wayan Koster—yang baru-baru ini ramai karena polemik penolakan Timnas Israel U20—juga merupakan kader PDIP.

#4 Depok-Sumbar ‘sarang PKS’

Di Depok, meski punya perolehan kursi terbanyak, suara PKS di DPRD tak terlalu dominan. “Hanya” 12 dari total 50 kursi.

Begitu juga di Sumatra Barat (Sumbar), di mana PKS sebenarnya masih kalah dari parpol pemenang, yakni Gerindra. Di tanah minang, PKS hanya mampu merebut 10 kursi, kalah 4 kursi dari Gerindra.

Kendati demikian, ada alasan menagapa dua wilayah ini disebut sebagai “sarang PKS”.

Kota Depok menjadi ramai akhir-akhir ini setelah putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, mendeklarasikan diri sebagai Cawalkot-nya. Ambisi Kaesang ini, salah satunya, adalah untuk merebut Depok dari dominasi PKS.

Sebagaimana diketahui, sejak pertama digelar pada 2005, Pemilkot Depok memang selalu dimenangkan paslon dari PKS. Artinya, sudah hampir dua dekade Depok menjadi “sarang PKS”; sejak Mahmudi Ismail hingga Mohamad Idris.

Sementara Sumbar, sudah sejak lama dikenal dengan “jiwa PKS”-nya yang begitu kental. Tiap Pemilu, wilayah ini jadi basis kemenangan parpol pimpinan Ahmad Syaikhu tersebut.

Pada 2020 lalu, untuk ketiga kalinya dalam 15 tahun terakhir, kader PKS selalu memenangkan Pemilu Gubernur Sumbar.  Hebatnya lagi, dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, 10 di antaranya adalah basis PKS.

Bahkan, politikus PDIP Zuhairi Misrawi sempat geram dengan kondisi Sumbar yang menurutnya “sudah berubah sejak 10 tahun ‘diprovokasi PKS’”. Elite-elite PDIP pun juga sering berkonflik dengan Sumbar, sehingga provinsi ini menjadi oposisi yang keras bagi pemerintah.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Bambang Pacul: Jokowi itu Korea! Anies, Ganjar, dan Prabowo, Bukan!

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2023 oleh

Tags: DapilparpolPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.