Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

3 Jam Jokowi Ketemu Megawati di Istana, Timang-Timang Nama Capres atau Reshuffle Menteri?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Maret 2023
A A
jokowi ketemu megawati di istana

Ilustrasi Jokowi dan Megawati bahas nama capres di Istana Merdeka (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Presiden Jokowi diketahui bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (19/3/2023) kemarin. Ada beberapa hal penting yang dibahas. Benarkah mereka ngomongin nama capres asal PDIP dan isu reshuffle menteri?

Sebagaimana diketahui, dalam pertemuan tersebut Jokowi dan Megawati sempat berbincang selama tiga jam.

Iklan

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kedua tokoh ini membahas berbagai hal. Beberapa di antaranya, kata Hasto, terkait untold-story Megawati.

“Dalam dua jam pertama, pertemuan dilakukan secara khusus, di tempat yang penuh dengan memori Ibu Megawati ketika bersama Bung Karno tinggal di istana,” kata Hasto, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, dikutip dari Antara, Senin (20/3/2023).

“Bahkan, Ibu Mega menunjukkan berbagai hal yang bersifat untold story kepada Presiden Jokowi dan sekaligus menyampaikan bagaimana ide, pemikiran, gagasan dan cita-cita Bung Karno bagi Indonesia dan dunia,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sekjen PDIP ini juga tak menampik bahwa pertemuan ini juga membahas topik Pemilu 2024.

“Dalam pertemuan tersebut tentu saja juga dibahas berbagai hal penting terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024,” pungkasnya.

Ganjar atau Puan?

Berdasarkan pernyataan Sekjen PDIP ini, pemilu masuk dalam topik pembicaraan di pertemuan tersebut. Pengamat politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, bahkan berpandangan suksesi capres asal PDIP jadi pembahasan serius di situ.

Menurutnya, dalam pertemuan itu bisa saja Jokowi sedang menimang-nimang antara menduetkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau Ketua DPR Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Di kesempatan itu, besar kemungkinan Jokowi mendiskusikan proposal pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Ganjar, Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Puan kepada Megawati sebagai pemilik hak veto politik dalam pencapresan 2024 mendatang,” kata Umam, dikutip Kompas, Senin (20/3/2023).

Menurut Umam, keputusan Megawati soal pencalonan presiden akan menjadi kunci komunikasi lintas koalisi yang selama ini tersandera sikap “kalem” PDIP.

Lebih dari itu, Umam juga berharap Megawati dapat menyampaikan sikap tegasnya kepada Jokowi terkait wacana penundaan Pemilu. Sebab, Umam menilai wacana tersebut tampak digulirkan oleh pihak-pihak yang berada di lingkaran Jokowi.

“Sikap tegas Megawati diharapkan bisa menghentikan manuver-manuver kekuatan itu, yang belakangan konon menyimulasi untuk mengamandemen konstitusi demi skema penundaan pemilu,” kata Umam.

Bahas reshuffle menteri juga?

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menyebut, bahwa pembahasan Jokowi dan Megawati lebih dari sekadar otak-atik nama capres dan cawapres.

Iklan

Kata dia, pertemuan tersebut pasti juga terkait dengan isu reshuffle kabinet.

“Karena pertemuan itu di Istana Negara, kemungkinan besar agenda utamanya membahas reshuffle kabinet. Agenda lain hanyalah bumbu-bumbu dalam pertemuan itu,” ucap Jamiluddin.

Bahkan, secara spesifik, Jamiluddin meyakini reshuffle kabinet menteri dari Partai NasDem turut masuk dalam pembahasan tersebut. Sebab, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam ini, ia menilai Jokowi tengah meminta saran atau masukan dari Megawati terkait susunan menteri.

“Jokowi tampaknya ingin mendapat masukan Megawati terkait perlu tidaknya menteri dari NasDem di-reshuffle. Dukungan politik itu diperlukan Jokowi mengingat me-reshuffle menteri dari NasDem secara politis sangat sensitif dan berisiko,” ujarnya, melanjutkan.

Pun demikian, Jamiluddin menyatakan, jika dukungan dari Megawati diperoleh, maka Presiden Jokowi akan lebih mudah meyakinkan partai koalisi lainnya dalam me-reshuffle menteri dari partai pimpinan Surya Paloh tersebut. Sebab, selama ini partai koalisi lainnya cenderung sejalan dengan kehendak Jokowi.

“Megawati yang memosisikan Jokowi sebagai petugas partai tak sungkan mengkritiknya secara terbuka. Karena itu, Jokowi tak ingin salah langkah dalam me-reshuffle menteri dari NasDem,” kata dia.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Capres 2024: Palagan Calon Presiden “Balung Gajah”

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2023 oleh

Tags: capres cawapres 2024ganjar puanMegawati Sukarnoputrimenteri nasdemPemilu 2024Presiden Jokowireshuffle kabinet
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Paspampres menjaga rumah Jokowi di Solo. MOJOK.CO
Ragam

Jalan Hidup Paspampres yang Mengawal Mantan Presiden Sepanjang Hayat

25 Februari 2025
Jokowi Adalah Harapan Palsu yang Cuma Bikin Sengsara MOJOK.CO
Esai

Rakyat Sudah Bosan dengan Jokowi si Harapan Palsu, Sudah Bosan dengan Kebijakan Asal Mau Asal Kebut

26 September 2024
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.