Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Rahasia Mie Gacoan Jadi Jagoan Mie Pedas di Jawa dan Bali

Buat saya, Mie Gacoan mampu menggantikan kerinduan saya mbadog Mie Setan khas Malang.

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
20 Mei 2022
A A
Rahasia Mie Gacoan MOJOK.Co

Ilustrasi Mie Gacoan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Buat saya, Mie Gacoan mampu menggantikan kerinduan saya mbadog Mie Setan khas Malang, tatkala saya kini harus tinggal dan menetap di Bogor.

Mie Gacoan adalah sensasi. Berdiri sejak awal 2016, kini, merek dagang mereka tumbuh sangat pesat. Bahkan di situs resminya, dengan percaya diri, mereka mengklaim diri sebagai market leader!

Ini tentu bukan klaim kosong belaka. Terhitung nggak sampai 10 tahun, Mie Gacoan sudah sangat sangat ekspansif. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali menjadi destinasi utama. Di Bali saja, mereka sudah punya enam gerai! Tak hanya itu, mereka juga menjangkau wilayah-wilayah Jabodetabek seperti Depok hingga Bogor.

Rahasia apa yang bikin Mie Gacoan viral dan bikin banyak orang rela berbondong-bondong mengantre di warungnya?

FOMO konsumen jadi kunci!

Yang paling saya soroti adalah bagaimana mereka bikin calon konsumen jadi penasaran. Ketimbang fear of missing out (FOMO) pada koin crypto atau emiten saham, FOMO kepada makanan lebih bermanfaat. Setidaknya menurut saya, sih.

Poin pertama, sistem antrean. Di gerai Mie Gacoan yang ada dekat rumah saya di Jalan Padjadjaran, Kota Bogor. Sistem antrean ala satu jalur masih diterapkan.

Dari riset kecil di media sosial, saya kemudian tahu bahwa ini strategi marketing yang mulus. Antrean di sana dibuat satu jalur agar antrean mengular dan orang yang berlalu-lalang akan melihatnya sebagai sebuah resto yang sangat ramai.

Ketika awam melihat antrean mengular dan penuh sesak, ada rasa penasaran yang timbul. Rasa penasaran itu yang disasar untuk kemudian mendatangkan sisi FOMO. Seperti memunculkan anggapan, “Emang seenak apa, sih, Mie Gacoan itu?”

Kebetulan, saya korban FOMO ini sendiri. Saya ini tumbuh di generasi peralihan dari Kober Mie Setan yang dulu sangat populer di Malang, hingga ke generasi Mie Gacoan yang serba-viral.

Saya pribadi sudah nggak makan Kober Mie Setan sejak meninggalkan Malang pada 2016 lalu. Enam tahun berselang, ketika Mie Gacoan buka cabang di Bogor, saya langsung beli karena penasaran. Ternyata, rasanya 11-12 sama Kober Mie Setan hahaha!

Mie Gacoan relatif minim kompetitor

Kalau lihat harga, daftar menu, dan rasanya, Mie Gacoan ini bisa saya bilang cukup identik dengan Kober Mie Setan. Nyaris nggak ada yang membedakan di antara keduanya. Menunya pun, sekilas, juga mirip. Es Genderuwo, Sundel Bolong, itu kan juga jenis minuman yang dulu sering saya jumpai di Kober Mie Setan.

Tapi tunggu dulu, yang bikin mereka unggul dari Kober Mie Setan adalah mereka lebih ekspansif. Bagi alumnus Kober Mie Setan yang sudah lama meninggalkan Malang, jujur saja, saya relatif kesulitan menemukan mie dengan rasa yang seperti Kober Mie Setan namun bisa saya beli tanpa harus setidaknya mampir Malang. Saya nunggu enam tahun, lho, buat makan mie serupa Kober Mie Setan dan itu ternyata dari Mie Gacoan!

Sisi ekspansif ini yang bikin Mie Gacoan nyaris tak terbendung. Dengan gerai bejibun di Jawa dan Bali, tak heran mereka mengklaim diri sebagai market leader.

Secara saingan, kalau bicara head to head misalnya, saingan Mie Gacoan ya Kober Mie Setan namun ini pun hanya satu produk. Tidak ada alternatif mie sejenis yang bisa jadi alternatif menarik.

Mie Gacoan tumbuh di era media sosial kian masif

Sial bagi Kober Mie Setan, mereka lahir di medio 2010-an ketika media sosial belum seperti sekarang. Saya ingat sekali. Waktu itu saya masih mahasiswa baru masuk kuliah yang plonga-plongo ketika pertama nyoba Mie Setan di Jalan Bromo, Kota Malang.

Waktu itu, media sosial ya cuma Facebook. Bahkan WhatsApp belum populer sama sekali karena saya chat sama pacar dulu saja pakai BBM Messenger. Di era itu, bahkan berbalas pesan via dinding (wall) Facebook tuh rasanya udah canggih banget, cah!

Itu yang kemudian berbeda dengan generasi Mie Gacoan. Berdiri sejak 2016, praktis Gacoan merasakan masifnya gempuran media sosial sebagai sarana branding dan marketing yang paten.

Dengan TikTok, video-video viral soal antrean mengular di gerai Mie Gacoan di tiap kota menjadi konsumsi publik. Di Twitter, orang berbondong-bondong membahas kenapa Mie Gacoan viral, hingga tak sedikit yang mengaitkannya dengan pesugihan ala bisnis kuliner. Hoalah mbok plisss, nggak semua bisnis sukses tuh perlu dianalisis secara metafisik.

Iklan

Dari sisi medsos sendiri, memang angkanya cukup njomplang ya. Di TikTok saja, akun resmi Mie Gacoan punya 35,8 ribu pengikut. Sementara kalian tahu berapa pengikut akun Kober Mie Setan? Hanya 495! Sedih banget!

Kalau dari analisis sok tahu saya, Kober Mie Setan agaknya tidak tutup mata dengan popularitas rivalnya itu. Apalagi, mereka juga head to head di beberapa kota di Jawa dan Bali.

Asumsi saya, Kober Mie Setan agaknya sengaja melepas pasar nasional dan membiarkan Gacoan berlari sendiri sebagai produk mie pedas kekinian yang digandrungi para millenial dan Gen Z. Sementara Mie Setan, agaknya memilih jadi raja di rumah sendiri, yakni di Kota Malang.

Tapi ya mau bagaimana pun, buat saya pribadi yang pernah nyoba keduanya, saya nggak bisa pilih siapa yang lebih enak. Menurut saya, rasanya sama, harganya sama, dan kenikmatannya pun sama.

Buat saya, Mie Gacoan mampu menggantikan kerinduan saya mbadog Mie Setan khas Malang, tatkala saya kini harus tinggal dan menetap di Bogor, kota yang berjarak 889 kilometer dari Kota Apel.

BACA JUGA Brutalnya Antre di Mie Gacoan dan Apesnya Ojol yang Kena Orderan ke Sana dan analisis menarik lainnya di rubrik KONTER.

Penulis: Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Editor: Yamadipati Seno

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2022 oleh

Tags: BalijawaKober Mie SetanKota MalangMie Gacoan
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Ibu Kimpul Mengingatkan Kita bahwa Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Beras MOJOK.CO

Ibu Kimpul Mengingatkan Kita bahwa Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Beras

10 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.