Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Debat Nikah atau S2 Sudah Berganti Jadi Nikah atau Traveling

Apa ya solusinya itu nikah sambil trevelling alias kawin lari? Hehehe....

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
11 Januari 2018
A A
Debat Nikah atau S2 Sudah Berganti Jadi Nikah atau Traveling MOJOK.CO

Debat Nikah atau S2 Sudah Berganti Jadi Nikah atau Traveling MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO Apakah sebaiknya kita nikah dulu? Atau mendingan travelingsampai bosan aja? Benarkah menikah membatasi kesempatan bepergian?

Pernikahan adalah sebuah momen sakral yang diidamkan banyak orang, termasuk penulis, eh, maksudnya kita semua. Semakin meningkatnya usia kita, semakin banyak undangan pernikahan teman yang kita dapatkan. Alhasil, semakin besarlah tingkat baper dan perasaan ingin nikah.

Tapi ternyata, sama menggodanya dengan “pernikahan”, traveling terus menjadi bayangan bagi banyak orang. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa pernikahan semestinya dilaksanakan hanya jika si calon pengantin sudah merasa cukup ber-traveling ria. Singkatnya, belum jalan-jalan, belum asyique~

Hmmm, jadi gimana yha? Apakah sebaiknya kita menikah dulu? Atau mendingan traveling sampai bosan aja? Benarkah menikah membatasi kesempatan bepergian?

Sebuah laman di Facebook, Indonesia Jaman Dulu, memancing para netizen beropini perihal yang satu ini dengan membagikan gambar berisi tulisan yang nggapleki tenan.

Ah, masak sih kalau udah nikah bakal susah traveling? Masak sih kalau ke Alfamart disuruh balik? Jadi Tramafla, gitu? #krik.

Munculnya anggapan bahwa traveling sebaiknya dilakukan sebelum nikah umumnya didukung dari fakta bahwa kita tentu butuh waktu lebih banyak untuk mengurus pasangan dan anak-anak kelak. Selain itu, traveling membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalau udah nikah, anggaran biaya ini harus dibagi lagi untuk biaya hidup berdua, looo~

Lagi pula nih, kalau dipikir-pikir, dengan berlibur dan berkeliling, kita bisa mendapat banyak insight baru yang sebelumnya tidak pernah kita dapatkan. Bukan tidak mungkin juga nantinya kita bakal mendapat ide mengenai tema dan konsep pernikahan. Selain foto-foto yang memang Instagram-able dan Insta Story-able, bukankah hal ini sangat menggiurkan?

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang merasa bahwa traveling tetap akan bernilai tinggi sekalipun dilakukan setelah menikah. Penganut paham ini menyadari betul bahwa bepergian berdua itu jauh lebih menyenangkan dibanding pergi sendirian. Udah sah, gitu, loh~

Setelah menikah, kita bebas ndusel-ndusel sepuas hati dalam perjalanan pada suami atau istri, bukannya peluk-peluk bantal dan tutupan selimut kalau lagi kedinginan. Selain itu, ongkos traveling yang semakin tinggi juga bisa membuat kita berlatih lebih keras untuk menabung.

Mengingat topik ini cukup seksi dan selalu hot, kita simak jha komen-komennya di gambar tadi~

Pertama-tama, sebuah respons dengan upaya positive thinking terbaik.

Ismaniasita Tita: Mungkin si dia gak bawa kunci rmh

Iklan

Dilanjutkan dengan curhat netizen…

Agung Bayu P: Tuku obat kesuwen ae tekan omah bojo nesu nganti nangis-nangis.. Byuuuuhhhh

Yanti Tombeng-Saerang: Jgnkan k Alfamart, k kmr mandi aja susah

Mungkin Mbak Yanti punya pengalaman seperti di tulisan ini.

Gatotkaca Tak Bersayap: hahahahaha….sekalinya nyampe rumah masih kena omel, beli barang 1 aja lama banget!!!…( apa mereka gak mikir ya, hrs nyari barangnya dulu dirak, blm lagi antrian dikasir…hahahah…) yo wess lahhh nasib nak wes rabbi…

Kemudian, pembelaan.

Rizky Zanuar Soleh: Karena karyawan Alfamart sekarang cantik2

Terus, intinya, traveling harus sebelum nikah? Hmm, tapi tapi tapi kok… 🙁

Vendy Limelo: Melajang betul travelling sendiri, disana uda ada janjian lovernya menunggu/ seseorg dinegerinya.

Meski begitu, ada juga yang aman terkendali dan bisa dicontoh.

Yoeno: Alhamdullilah wktu lajang aq sdh singgah hmpir sebagian wil indonesia.

Atas semua kekhawatiran dan ketakutan, solusinya hanya satu: pergi berdua.

Freddy Dassler: Travelling bareng.. problem solved

Tutik Sugiyartri: Aah..ga juga tuh…, kami bisa traveling bareng ber 2…kadang sama anak2 juga.., gituu kok ambil repot to min..min..?, yg jomblo jadi tambah takut nikah tuh..baca statusmu..

Hmm, menurut kamu gimana, my lov? Saran saya, sih, traveling dulu juga nga papa, kawin dulu juga boleh. Ngomong-ngomong, kenapa sekarang nikah didebatin mulu yak?

N.B.: Artikel ini bukan promo Alfamart. Jangan suka menuduh yang bukan-bukan.

BACA JUGA Pernikahan Lesti Kejora & Rizky Billar Live 11 Jam di ANTV: Ini Baru Namanya Hiburan dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: cewekindonesia jaman duluistrijalan-jalanNikahs2suamitraveling
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO
Sekolahan

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO
Sehari-hari

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO
Esai

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.