Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Kenapa Sandal Jepit Bertuliskan Huruf Arab Harus Difitnah?

Redaksi oleh Redaksi
21 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ekslusivitas bahasa Arab di Indonesia seperti tak ada ujungnya. Mentang-mentang Al-Quran ditulis dengan bahasa Arab, sandal jepit yang diukir pakai bahasa Arab pun langsung difitnah dan dicap menghina. Hadeeeh, menghina apa sih??!

Sebagai negara dengan banyak penduduk beragama Islam tapi tidak berbahasa Arab, Indonesia sepertinya harus lebih banyak belajar bahasa Arab—atau minimal, belajar bertanya. Lebih minimal lagi: belajar googling dan pakai Google Translate.

Bukan, petuah ini bukan sekadar omong kosong yang harus dilewatkan begitu saja, melainkan pesan penting yang harus kita pahami baik-baik mengingat beberapa kejadian konyol yang  berulang.

Beberapa hari belakangan, beredar gambar sebuah sandal jepit dengan tulisan berbahasa Arab yang—mengherankannya—justru langsung membuat orang emosi tanpa ba-bi-bu.

sumber: Tribun Lampung

Eh, tunggu, tunggu. Kamu ikutan emosi juga? Sebentar, kita lihat kelanjutan nasib dari gambar ini yang telah dikumpulkan oleh seorang warganet di Twitter.

sandal ditulisi tulisan arab, dimaki-maki dibilang menista kitab suci.
apa dikira kosek wc di arab sana itu aksaranya pallawa 😐 pic.twitter.com/kTrHk4gyJm

— lantip (@lantip) May 20, 2018

Dari tangkapan layar, terbaca beberapa komen marah-marah kepada sang pengunggah foto.

“Kenapa harus dikasih lafaz Allah? Dan itu pasti diinjek injek kalo mau make.” 

“Nah yang kiamat, lu injak injak lafal al quran anj***. Go**** lu TS. Melebihi iblis dajjal.”

“Jgn di ukir ayat Qurr’an di sandal… Masa ayat suci diinjek”???”

Jelas, komentar-komentar ini ditulis tanpa repot-repot didahului proses bertanya—atau setidaknya mencari tahu sendiri—apa makna tulisan Arab yang ada pada sandal tersebut. Setelah diamati lebih jauh, tulisan dalam sandal ini nyatanya memang bukan potongan ayat suci Al-Quran. Sebaliknya, tulisan yang tertera adalah “Yamin” (kanan) dan “Syimal” (kiri). Dengan kata lain, tulisan Arab tadi hanya dimaksudkan sebagai pembeda sandal kanan dan kiri saja, bosque~

Kejadian ini sedikit banyak kembali mengingatkan kita pada gaun Agnes Monica, alias Agnez Mo, yang bertuliskan tulisan Arab. Kala itu, banyak orang sontak marah dan mengecam Agnez karena dianggap menista Al-Quran.

sumber: Rappler.com

Padahal…

…tulisan tadi artinya adalah “United”. Please, deh.

Iklan

Eksklusivitas bahasa Arab di Indonesia seperti tak ada ujungnya. Mentang-mentang Al-Quran ditulis dengan bahasa Arab, semua yang ditulis dengan bahasa yang sama pun dianggap suci, baik sebagai potongan ayat atau kalimat untuk berdoa.

Menanggapi hal ini, netizen pun dengan semangat membagikan kisah-kisah lain perihal sikap orang Indonesia saat menghadapi bahasa Arab. Sumpah, nggak ngerti lagi aing.

@MisbahWiyono: Jadi ingat waktu nenek ikut nonton chanel “Dubai Sport”, kata nenek pembawa acara berdoa terus dari awal pertandingan bola sampai selesai.

@rizieqdivist: Dulu pas Perang Teluk dan pertama kali nonton siaran al Jazeera, seorg teman berkomentar. “Ini TV dari tadi siaran berdoa melulu, kapan perangnya?”

@Bombay_13New: Padahal kalo di pekanbaru tuh nama jalan sama nama tempat mostly pake tulisan arab melayu. Ini kalo org bego ke pekanbaru berasa umroh kali ya

@DoelRofie: Tipikal beragama tanpa berpikir Bang… Pernah punya sendal tak ukir لا تغصب , shalat di musholla terminal, keluar dimaki-maki orang, dibilang gak memulyakan tulisan Arab..

@meldaanggia: Persis sama saat aku streaming bola, tiba2 disautin tetangga “iku sopo sing ceramah kog disurak i jamaah ne?”

Ketawa boleh, ikutan kurang kritis jangan, beb. Setidak-tidaknya, paksalah diri untuk membaca dan cari tahu informasi yang benar. Wong perintah pertama dari wahyu Allah swt. saja “Iqra” yang artinya “Bacalah”, lah ini kok malah langsung komen marah-marah tanpa repot-repot baca dan paham?

Mengutip salah satu komentar dari cuitan sandal jepit viral tadi, apa iya kalau ada orang ngobrol pakai bahasa Arab mau kita aamiin-in aja?

Padahal, bisa jadi, orang yang ngobrol pakai bahasa Arab tadi cuma lagi ngobrolin soal Yanny atau Laurel yang tempo hari ramai itu. Hadeeeh.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2018 oleh

Tags: Agnez MoAl-Quranhuruf arablaurelmenghina agamasandal jepityanny
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO
Esai

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Di Surabaya, Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan MOJOK.CO
Esai

Di Surabaya, Kaos Oblong dan Sendal Japit adalah Simbol Kekayaan: Isi Dompet Cukup untuk Beli Mall dan Segala Isinya

31 Desember 2025
penyakit ain mojok.co
Kesehatan

Hati-hati Penyakit Ain! Berikut Ciri-cirinya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

4 Januari 2023
tadarus al quran raksasa mojok.co
Liputan

Berburu Pahala di Akhir Puasa dengan Al Quran Raksasa

28 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.