Honda Fit X: Motor Bebek Paling Irit Sepanjang Masa, No Debat!

Honda Fit X: Motor Bebek Paling Irit Sepanjang Masa, No Debat! MOJOK.CO

Honda Fit X (Mojok.co)

MOJOK.COHonda Fit X adalah motor paling irit sepanjang masa. Saya telah membuktikan sendiri keampuhannya. 

Honda Fit X sudah menjadi bagian dari hidup saya. Motor ini ialah kendaraan pertama saya. Sejak SMA (2010) sampai saat ini Fit X selalu setia menemani. Masih tangguh untuk diajak berjalan jauh.

Salah satu hal yang saya suka dari Honda Fit X ialah irit bukan main. Saking iritnya, ketika bensin dituangkan ke dalam tangki motor ini ia akan berubah sifat menjadi abadi. Saya punya pengalaman pribadi untuk mendukung pernyataan hiperbolis tersebut, namun sebelum itu ada baiknya kita bahas dulu sejarah Honda Fit X.

Adik kandung Honda Supra yang modern dan elegan

Motor Supra generasi pertama merupakan motor bebek tersukses di Indonesia. Jadi andalan Honda sejak  1997. Kesuksesan Supra mendorong Honda berinovasi untuk mengeluarkan motor turunan dari tipe ini. Sebut saja Honda Supra X dan Supra Fit.

Pada 2007, Honda meluncurkan seri Honda Fit X. Seperti abangnya, Honda Supra Fit, motor ini juga berkapasitas mesin 100 (97,1) cc yang bisa dipacu dengan 4 kali pergantian gigi. Mesinnya sudah memiliki sistem pendingin udara. Dengan modal tersebut, motor ini mampu menyemburkan tenaga maksimal 7,3 PS pada 8.000 rpm.

Saat pertama rilis, desain Honda Fit X terbilang modern dan elegan di zamannya. Body-nya sedikit lebih semok dari abangnya, berwarna hitam, dan berhias ornamen merah menyala seperti api. Desain lampu depan belakangnya juga jauh lebih modern.

Untuk pengereman, kaki depannya sudah terlengkapi dengan adanya cakram, sementara kaki belakang masih tromol.

Honda Fit X, motor paling irit

Pada 2012, saya merantau dari Pekalongan ke Jogja. Sejak itu pula tiap beberapa bulan sekali saya berkendara antarkota, membelah Jawa dari selatan ke utara. Di sinilah saya menemukan fakta bahwa motor ini irit banget.

Pernah sekali waktu saya melakukan perjalanan pulang kampung. Saya berangkat dari Seturan, Jogja siang hari. Barang bawaan saya lumayan banyak, dua tas ransel saya gendong di depan dan belakang.

Sebelum lepas Jogja, saya mengisi bensin di jalan Magelang. Pertalite full 3,7 liter, sesuai dengan kapasitas tangki Honda Fit X. Saya menghabiskan antara 25-28 ribu, tepatnya saya lupa. Yang jelas, waktu itu harga BBM belum naik menjadi 10 ribu/per liter.

Laju kendaraan saya konstan, tak jauh-jauh dari angka 60-80 km/jam. Sebenernya ingin memacu lebih lagi sih, tapi suara mesinnya sudah tidak enak dan kepala Honda Fit X sudah bergetar. Jadi, ya saya biarkan di angka segitu saja biar aman.

Jelang magrib tak terasa saya sudah sampai jalur alas roban pantura. Saya bersiap mengisi bensin lagi sebab garis indikator sudah menunjuk kotak merah. Namun entah kenapa saat itu saya kelewatan SPBU terus.

Tak terasa sudah sampai Pekalongan, sejurus kemudian sampai rumah. Saat itu saya heran. Tumben, bensinnya tidak habis sebab biasanya perlu dua kali isi.

Masih bisa dipakai ke mana-mana

Keheranan berlanjut. Esok harinya, ibu meminjam motor saya untuk ke pasar. Saya bolehkan dengan pesan: bensinnya mesti diisi terlebih dahulu. Sebab, jarak rumah ke pasar sekitar 2-3 km. Saya takut ibu kehabisan bensin di jalan.

Ibu berangkat. Saya menunggu kepulangannya karena butuh motor untuk keluar. Saat balik ibu bilang kalau lupa isi bensin. Saya agak kesal tapi lebih banyak herannya. Kok masih bisa jalan?

Saya pun bergegas menuju SPBU yang berjarak 1-2 km dari rumah. Ajaib masih bisa sampai SPBU. Sejak saat itu saya berani bilang kalau Honda Fit X ini motor yang paling irit sepanjang masa!

Zaman berganti. Status saya berganti dari pelajar menjadi pekerja namun tetap di Jogja. Tiap kali bertemu teman lama selalu ada yang menyinggung perihal motor saya yang sudah terlihat butut ini. Kadang sebel sih, karena terkesan meledek. Namun, biarlah, mereka tahu apa soal motor ini.

Honda Fit X spesial bagi saya. Teman dari masa ke masa. Selama masih sanggup untuk diajak wara-wiri, kenapa mesti ganti. Lagipula, ini motor tangguh bukan main, menerjang lubang berkali-kali namun masih tetap kokoh berdiri. Tidak seperti motor Honda keluaran baru dengan rangka eSAF yang bermasalah.

Dan, tentu saja karena motor ini irit bukan main. Menempuh jarak Jogja-Pekalongan (217,6 km) plus ke pasar dan SPBU, hanya perlu sekali isi. Bensinnya abadi, Cuy!

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Honda Supra Fit X: Motor Termahal di Dunia, Motor Perjuangan Bersama Almarhum Bapak
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Exit mobile version