Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Alas Roban Batang dan Kisah Ganjil saat Hendak Menghadiri Pemakaman

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
30 Agustus 2023
A A
Alas Roban Batang dan Kisah Ganjil saat Hendak Menghadiri Pemakaman MOJOK.CO

Alas Roban (commons.wikimedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jalur alas roban lekat dengan kisah misteri. Di jalur ini, saya pernah mengalami kejadian ganjil saat hendak pulang ke Pekalongan menghadiri pemakaman Paklik. 

Alas roban telah menjadi bagian dari hidup saya. Sejak memutuskan merantau dari Pekalongan ke Jogja 11 tahun silam, sudah tak terhitung lagi saya melewati jalur alas roban memakai kendaraan. Sebab jalur ini merupakan rute yang termudah dari Pekalongan menuju ke Jogja, khususnya mereka yang tinggal di kota.

Sebelum ke cerita, sepertinya saya perlu menerangkan terlebih dahulu mengenai jalur alas roban. Sebab belakangan jalur ini mulai dilupakan sejak adanya Jalan Tol Trans-Jawa.

Sejarah alas roban

Jalur alas roban dibuat pada masa penjajahan Belanda. Jalan menjadi bagian dari Jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Penggagasnya ialah Herman Willem Daendels. Jalur yang memiliki sejarah gelap lantaran dibuat dengan sistem kerja paksa.

Jalan alas roban melintang di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jalan ini memiliki trek yang curam dan berkelok. Di kanan-kiri jalan tumbuh beragam pepohonan menjulang. Hal yang lumrah sebab memang jalan ini merupakan hutan belantara saat pertama kali dibuka. Sebagaimana arti dari “alas” sendiri yang berarti hutan.

Jalur rawan kecelakaan dan dinaungi kisah mistis

Bagi saya, jalur ini cukup seram. Sebab merupakan rute bus, truk, dan kendaraan berat lain melintas. Fokus harus selalu terjaga, mata kudu terus siaga meskipun itu siang hari. Meleng sedikit taruhannya nyawa.

Jalur ini terkenal kerap memakan korban kecelakaan. Saking seringnya bahkan sampai ada yang melabeli kawasan alas roban sebagai Jalur Tengkorak di Jawa Tengah dan mengaitkannya dengan kisah-kisah mistis.

Saya kerap melihat pecahan kaca tercecer di jalanan, mobil ringsek di pinggir jalan, hingga truk terguling. Hal ini tidak terlepas dari kondisi trek yang menanjak, tikungan tajam, dan berkelok. Kondisi ini semakin parah dengan minimnya penerangan jalan saat malam tiba.

Kisah-kisah mistis kerap menaungi jalur alas roban. Mulai dari kisah kesasar karena disesatkan jin hingga kecelakaan karena kaget diperlihatkan sosok makhluk halus. Ragam kisah itu datang dari mereka yang pernah melewati jalur ini di malam hari.

Pengalaman ganjil yang saya alami

Saya pribadi belum pernah menemui kejadian semacam itu. Satu-satunya pengalaman ganjil saya alami pada 2017. Saat saya terpaksa harus pulang dari Jogja setelah mendapat lelayu dari rumah. Paklik saya sedo.

Kabar itu datang sore. Namun, saya baru memutuskan pulang pukul 12 malam selepas hujan dan kesedihan mereda. Saya berangkat sendiri demi mengejar pemakaman esok paginya.

Jalanan lengang, licin, dan sepi. Kendaraan saya pacu dengan hati-hati. Tidak ada halangan apapun di jalan. Kendati demikian, di beberapa tempat bulu kuduk saya merinding, terutama saat melewati trek bukit dan hutan.

Singkat cerita, sampailah saya di alas roban yang penuh misteri. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Jalur pantura sedang brengsek kala itu, penuh lubang. Beberapa kali saya lolos, namun akhirnya kecolongan juga. Motor saya menerjang lubang. Dan, sial! ban saya bocor setelahnya.

Saya pun menuntun motor di tengah jalur yang kiri-kanannya hanya ada pepohonan. Gelap. Satu-dua kendaraan besar melintas tanpa peduli. Saya hampir putus asa. Kok ya ada saja ujiannya, saya ini sedang berduka lho.

Iklan

Sesaat saya melihat sebuah warung dengan pencahayaan remang. Ada beberapa perempuan baya duduk di sana. Saya menghampiri dan bertanya, “Permisi, Bu. Di dekat sini ada tambal ban nggak ya?”

“Wah nggak ada, Mas. Coba lurus lagi ke sana,” ujar salah satu perempuan.

Dengan perasaan kecewa saya mengangguk dan mengucap terima kasih. Belum sempat pergi, perempuan yang lain mengucap kalimat yang sama sekali tidak saya duga.

“Meh kesle sek pog, Mas? (Mau kesle dulu apa, Mas?)”

Saya terperanjat. Syok. Di saat saya sedang sedih, capek, dan terburu-buru ingin menghadiri pemakaman Paklik, malah ada PSK yang menawari untuk bercinta. Alih-alih tergoda, saya justru ngeri. Kok ya random sekali?! Niat ibadah, malah diajak bermaksiat.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Ekspedisi Alas Purwo: Penjelajahan Pertama ke Hutan Angker
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2023 oleh

Tags: alas robanalas roban batangjalur alas robanmisteri alas roban
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.