ADVERTISEMENT

Desa Lolong Pekalongan dalam Sepotong Ingatan: Ebiet G. Ade, Durian, hingga Penyesalan terhadap Mantan

Desa Lolong dalam Sepotong Ingatan: Om Ebiet G. Ade, Durian, hingga Penyesalan terhadap Mantan mojok.co

Wisata Desa Lolong

Beberapa tahun terakhir, Pemkab setempat mulai menyadari potensi alam Desa Lolong. Pelan tapi pasti bermunculan tempat-tempat wisata alam di sana. Kini, Desa Lolong menjadi desa wisata yang kerap jadi jujugan orang untuk melepas penat.

Wisata yang ada di desa tersebut antara lain arung jeram, tubing, outbond, jungle tracking, dan camping. Pengunjung dari luar kota tak perlu mengkhawatirkan perihal tempat tinggal. Sebab di sana sudah banyak home stay untuk wisatawan. Harganya bahkan jauh lebih murah dibanding menginap di hotel di kota.

Desa Lolong selalu punya tempat dalam benak saya. Kenangan saya main bareng teman-teman di kali batu, berkemah, susur sungai, jerit malam, dan tentu saja dongeng-dongeng yang dituturkan oleh alm. paklik dan alm. pakde saya tentang Om Ebiet.

Sayangnya, sewaktu remaja saya belum sempat membawa pacar saya ke sana. Andai pernah, mungkin saya bisa mendapatkan inspirasi untuk membuatkannya puisi sebagus larik lagu “Lolong”.

Gadis manis duduk di sebelahkuMenyematkan kembang di saku bajukuDan berc’rita tentang sepasang burungYang bercumbu di atas dahan

Andai puisi ada dan kuberikan padanya, mungkin sekarang kita masih bersama. Ahsudahlah~

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menyelami Kenangan yang Tertinggal di Tirta Sari Pekalongan, Kolam Renang Sebagus Itu kok Bisa sampe Tutup sih?!

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2023 oleh .

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.