MOJOK.CO, SEMARANG – Para orang tua di Jawa Tengah (Jateng) diimbau agar memberi pendampingan dan pengawasan terhadap anak-anak dari penggunaan gawai (gadget). Peran tersebut dinilai sangat penting supaya anak-anak tidak kehilangan kemampuan bersosialisasi secara nyata dan empati.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat membacakan amanat resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam upacara pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke – 33 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).

Ancaman gadget: bisa menguasai ruang dalam keluarga
Sumarno berpandangan, gadget memiliki ancaman yang dapat menguasai ruang dalam keluarga. Maka di sinilah letak pentingnya peran pengawasan dari orang tua terhadap anak-anak di rumah.
“Jangan biarkan meja makan kita sunyi karena semua anggota keluarga sibuk menatap layar handphone masing-masing,” begitu refleksi dari Sumarno.
Di momentum Harganas, Sumarno mengajak setiap orang tua melakukan refleksi untuk menyimak kembali ke dalam rumah masing-masing. Terlebih, saat ini tantangan yang dihadapi oleh sebuah keluarga bukan lagi sekadar tantangan konvensional pemenuhan kebutuhan fisik semata.
“Hari ini tantangan ekonomi makro, disrupsi teknologi digital yang radikal, pergeseran nilai sosial, hingga ancaman cyber. Masuk secara langsung dan tanpa permisi ke ruang-ruang keluarga kita melalui gawai yang ada di genggaman anak-anak kita,” katanya.
Refleksi peran orang tua menyiapkan generasi emas
Sumarno menyatakan, populasi penduduk di Indonesia sedang berada di bonus demografi. Struktur penduduk kita didominasi oleh usia produktif. Penduduk yang berusia antara 15 hingga 64 tahun lebih banyak dibanding kelompok usia non-produktif.
Peluang itu itu perlu dimanfaatkan dengan baik agar mampu mewujudkan Indonesia emas di Tahun 2045. Sebab, kalau bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik bisa berubah menjadi bencana demografi.
Oleh karenanya, kuncinya terletak pada tiga pilar utama pembangunan keluarga yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.
“Kita tidak akan pernah bisa mencetak menteri yang hebat, jenderal yang tangguh, pengusaha yang jujur, dokter yang terintegritas atau pekerja yang produktif jika kita gagal membangun kualitas manusia itu dari lahir di keluarga. Mari kita jadikan Hari Keluarga Nasional ini sebagai momentum kebangkitan komitmen kita bersama,” ujarnya.
Sumarno menegaskan, pemerintah akan terus berupaya untuk terus meluncurkan kebijakan yang pro keluarga, memperkuat jaringan pengaman sosial, dan memudahkan akses layanan dasar bagi keluarga.***(Adv)
BACA JUGA: Imbauan buat Warga Jateng saat Sensus Ekonomi 2026: Harus Terbuka karena Penting, Data Pribadi bakal Dijaga Kerahasiaannya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan