MOJOK.CO – Agate dan Red Dunes Games mengangkat tradisi penyelaman mutiara di Teluk Arab ke dalam gim aksi roguelite berjudul Port of Jumanah.
Pengembang gim asal Bandung, Agate, berkolaborasi dengan studio Red Dunes Games yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk meluncurkan Port of Jumanah secara global pada Selasa (8/9/2026).
Gim tersebut tersedia untuk PC melalui Steam dan Epic Games Store, serta PlayStation 5 melalui PlayStation Store. Untuk pasar Indonesia, Port of Jumanah dijual seharga Rp154.290 setelah mendapat diskon peluncuran sebesar 15 persen.
Port of Jumanah menjadi salah satu dari tiga proyek kolaborasi antara Agate dan Red Dunes Games. Dua proyek lainnya dijadwalkan meluncur pada 2027.
Dikerjakan selama 18 bulan oleh tim Abu Dhabi dan Bandung
Pengembangan Port of Jumanah berlangsung selama sekitar 18 bulan dengan melibatkan tim dari Abu Dhabi dan Bandung. Agate mengerahkan tim inti yang beranggotakan tidak lebih dari 20 orang.
Selain tim inti tersebut, lebih dari 60 talenta Indonesia turut terlibat dalam berbagai bidang produksi, mulai dari desain, pemrograman, seni visual, audio, quality assurance (QA), hingga pemasaran.
Kolaborasi lintas negara itu mempertemukan konsep dan konteks budaya dari kawasan Teluk Arab dengan pengalaman produksi gim dari Indonesia.
Salah satu unsur budaya yang diangkat ialah tradisi penyelaman mutiara di kawasan Teluk Arab. Tradisi yang disebut telah berlangsung selama ribuan tahun tersebut diterjemahkan ke dalam desain lingkungan, karakter, narasi, dan mekanisme permainan.
Kedua studio turut memasukkan unsur komedi ke dalam cerita dan dialog para karakter. Pendekatan tersebut membuat dunia permainan yang berwarna menjadi kontras dengan berbagai risiko yang harus dihadapi pemain selama melakukan ekspedisi.
Menjadi Mansour dan memulihkan Port of Jumanah
Dalam permainan ini, pemain berperan sebagai Mansour, seorang penyelam yang melakukan ekspedisi untuk mencari mutiara. Namun, Mansour tidak hanya harus menyelam dan mengumpulkan sumber daya. Ia juga harus menghadapi berbagai makhluk laut serta memulihkan Pelabuhan Jumanah secara bertahap.
Port of Jumanah memadukan pertarungan, eksplorasi, pengembangan cerita, dan pengelolaan sumber daya. Setiap ekspedisi membawa pemain menjelajahi wilayah laut dengan lingkungan, spesies, dan tantangan yang berbeda.
Hasil penyelaman dapat digunakan untuk meningkatkan perlengkapan, merekrut kru, membuka kemampuan baru, serta memperbaiki pelabuhan. Perubahan kombinasi tantangan, perlengkapan, dan kemampuan membuat perjalanan dalam setiap ekspedisi tidak selalu sama.
“Setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi yang berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap,” ujar Game Director Agate, Shandhi Sayogo, dalam keterangan tertulis.
Seiring pemulihan pelabuhan, pemain akan menjumpai karakter, fasilitas, dan pilihan baru yang memengaruhi perjalanan selanjutnya. Pemain dapat mengikuti cerita sesuai dengan tempo masing-masing, sedangkan sejumlah tantangan dan achievement tersedia bagi mereka yang ingin menjelajahi seluruh konten permainan.
Diperkenalkan melalui versi demo sejak Mei 2026
Sebelum diluncurkan secara global, Port of Jumanah telah diperkenalkan melalui versi demo sejak Mei 2026. Versi tersebut mendapat liputan dari lebih dari 100 kreator yang berasal dari 18 negara.
Para kreator berasal dari sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Prancis, Portugal, Ukraina, Korea Selatan, dan Polandia. Konten mereka menghasilkan lebih dari 100 ribu tontonan di Twitch, YouTube, TikTok, dan Instagram.
Gim yang dikembangkan oleh Red Dunes Games dan Agate serta diterbitkan oleh Red Dunes Games ini menyediakan pilihan bahasa Indonesia, Arab, Spanyol, Jepang, Jerman, Prancis, Portugis Brasil, Mandarin, Rusia, dan Inggris.
Agate sendiri merupakan studio gim Indonesia yang berdiri di Bandung pada 2009. Perusahaan tersebut menyediakan layanan pengembangan gim secara menyeluruh, co-development, seni visual, porting, gamifikasi, dan akademi. Agate mengklaim telah menyelesaikan lebih dari 400 proyek dan 60 gim di berbagai platform.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Agung Purwandono
BACA JUGA Review 3 Gim Blockchain yang Layak Dimainkan