Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Suara Hati Lulusan Jurnalistik: Kuliahnya sih Menyenangkan, tapi…

Kenia Intan oleh Kenia Intan
2 Maret 2023
A A
jurusan jurnalistik mojok.co

Ilustrasi kerja jurnalistik (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menurut hasil survei situs pencarian kerja ZipRecruiter, banyak lulusan jurusan jurnalistik menyesal mengambil jurusan tersebut. Angkanya mencapai 87 persen dari total 1.500 lulusan perguran tinggi yang sedang mencari kerja. 

Riset ini tidak mengherankan bagi Aef Anas (28) yang memilih konsentrasi studi Media dan Jurnalisme ketika duduk di bangku kuliah. Ia menduga, pemicu kekecewaan terhadap jurusan jurnalistik adalah ketidaksesuaian antara ekspektasi saat kuliah dengan dunia kerja, khususnya kerja sebagai jurnalis di media. Ia memang tidak pernah mencicipi pekerjaan itu, namun narasi yang beredar di sekitarnya, kerja di media kurang manusiawi. Jurnalis memiliki risiko besar yang tidak sebanding dengan reward atau gaji yang diterima.

Akan tetapi, apabila menilik kembali ke masa-masa perkuliahan, Aef merasa mata kuliah di Media dan Jurnalisme sebenarnya sangat berguna di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Jurusan itu melatih banyak hal seperti kemampuan menulis hingga kemampuan berpikir kritis.

“Dalam industri apapun, pandangan ataupun analisis di kelas-kelas jurnalistik itu banyak yang bisa diterapkan di dunia kerja,” jelas dia kepada Mojok.

Melihat dari sudut pandang tersebut, ia tidak menyesal setelah lulus. Apalagi dari sisi biaya, UKT Prodi Ilmu Komunikasi tergolong murah dibanding prodi-prodi sosial humaniora lain pada saat itu.

Kalau punya kesempatan mengulang waktu, ia masih akan mengambil prodi Ilmu Komunikasi dengan jurusan Media dan Jurnalistik. Apalagi ia menyadari, kesempatan kerjanya tidak melulu menjadi jurnalis. Lulusannya juga bisa berkecimpung di produk-produk media lain seperti film ataupun dunia kepenulisan seperti yang ia jalani saat ini. Lelaki kelahiran 28 tahun silam itu kini bekerja sebagai penulis lepas untuk berbagai bentuk media seperti buku, blog/website, ataupun majalah.

Jurusan Jurnalistik menyenangkan

Senada, Yosepha Debrina (27) yang kini bekerja sebagai jurnalis di media cetak nasional. Ia merasa proses belajar di jurusan jurnalistik itu menyenangkan. Apalagi jurusan itu banyak beririsan dengan kesukaannya yaitu dunia tulis-menulis. Mengenang kembali masa-masa kuliah, ia mengaku benar-benar menjalani moto hidup “melakukan hal-hal yang disuka”.

Berangkat dari kesukaannya itu, ia menjadi lebih mendalami teori dan pengalaman pada jurnalisme media cetak dibanding media penyiaran. Oleh karenanya, bekal ilmu dari bangku kuliah itu sangat bermanfaat ketika Yosepha bekerja sebagai jurnalis. Misalnya dasar-dasar jurnalistik dan cara menulis berita yang baik dan benar. Hal-hal prinsipil seperti kode etik jurnalistik juga berguna untuk menjaga idealismenya sebagai jurnalis.

Walau proses belajar selama kuliah menyenangkan dan bermanfaat, Yosepha merasa proses selama bertahun-tahun kuliah itu sebenarnya bisa ia pelajari sambil bekerja.

“Saat masuk di dunia kerja kita sadar sebenarnya banyak yang bisa kita pelajari sendiri sebenarnya,” ujar dia. Itu mengapa banyak jurnalis tidak berasal dari latar belakang jurusan jurnalistik. Menurutnya, hal itu juga yang menjadi alasan kebanyakan lulusan jurusan jurnalistik menyesal.

Apabila bisa mengulang waktu, Yosepha tidak akan mengambil jurusan jurnalistik lagi saat kuliah. Setelah terjun ke dunia kerja, ia merasa punya latar belakang ekonomi atau hukum juga perlu sebagai jurnalis. Apalagi dua bidang itu memiliki banyak istilah yang asing bagi kaum awam.

Penulis : Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 6 Program Studi D4 UGM yang Sepi Peminat

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2023 oleh

Tags: ilmu komunikasijurnalisjurusanJurusan Jurnalistikkuliah
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Urban

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja macet saat mudik Lebaran

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.