Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Indonesia Negara Asia Kedua yang Punya Jalur Kereta Api, Pertama Kali Dibangun di Semarang

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 Oktober 2023
A A
Indonesia Negara Asia Kedua yang Punya Jalur Kereta Api, Pertama Kali Dibangun di Semarang. Ada hal unik di Stasiun ini salah satunya adalah tugu peringatan dengan tulisan “Di Bumi iniliah kita bermula” sebagai pegingat sejarah bermulanya kereta api di Indonesia MOJOK.CO

Stasiun Tanggung terletak di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun Tanggung yang mulai dibangun tahun 1864 dan dibangun ulang pada tahun 1910. (PT KAI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indonesia merupakan negara Asia kedua yang punya jaringan rel Kereta Api (KA) setelah India. Jalur kereta api pertama kali dibikin di Semarang pada masa pemerintah kolonial Hindia Belanda. 

Imam Subarkah dalam bukunya Sekilas 125 Tahun Kereta Api Kita 1867-1992 (1987) menuliskan beberapa alasan mengapa ide kereta api muncul di Semarang, dan bukan di Batavia maupun Buitenzorg (Bogor).

Iklan

Kata dia, kala itu Jalan Raya Pos yang menghubungkan Batavia, Buitenzorg, hingga Cirebon dianggap sudah cukup optimal.

Sementara jalur darat dari Semarang ke arah selatan, seperti Yogyakarta dan Surakarta (Vorstenlanden) masih berupa jalan arteri pedalaman. Padahal, wilayah selatan merupakan titik vital perekonomian dan militer.

Berawal dari keresahan itu, maka muncullah ide untuk membangun jalur kereta api yang mulai dari Semarang.

Jalur kereta api pertama 

Ide untuk membangun jaringan rel kereta api pertama kali muncul pada 1840-an. Sejak berakhirnya Perang Jawa pada 1830, situasi Jawa bagian selatan mulai kondusif dan berkembang menjadi titik vital bagi perekonomian. 

Menurut Suhartono W. Pranoto dalam Apanage dan Bekel (1991), ide tersebut mendapat sambutan positif dari para pengusaha di Semarang. Sebab, kereta api bakal membuat komoditas unggulan dari dan ke Vorstenlanden seperti kapas, bawang, dan jagung menjadi lancar, lebih murah ongkos angkut, dan produk tidak banyak rusak. 

Perlu diketahui, selama ini produk-produk dari Vorstenlanden diangkut ke Semarang via dua jalur. Yakni jalur air melalui Bengawan Solo, memutar dulu ke Gresik–hanya melayani lima bulan dalam setahun, dan jalur darat melalui pegunungan terjal.

Akhirnya, atas seizin pemerintah, para pengusaha swasta mendirikan perusahaan bernama Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1862. NISM boleh kata sebagai pelopor perusahaan kereta api di Hindia Belanda.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 17 Juni 1864, jalur pertama kereta api di Hindia Belanda berdiri di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, LAJ Baron Sloet van de Beele. Jalur kereta api tersebut memanjang di Semarang ke Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).

Jalur KA Semarang alami perkembangan pesat

Perlahan, pembangunan jalur KA mengalami progres. Pada 10 Agustus 1867, ruas Semarang-Tanggoeng (Kedu) sepanjang 27 kilometer beroperasi untuk pertama kalinya. 

Ini merupakan jalur pertama yang beroperasi dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Sementara Stasiun NIS di Tambaksari merupakan stasiun pertama yang mulai beroperasi.

Meski rute ini pendek, ia telah berhasil mengakomodasi arus komoditas dari timur dan selatan Semarang menuju Pelabuhan Semarang.

Adanya Stasiun Tanggung, yang pembangunannya setelah Stasiun NIS, mengubah jalur menjadi lebih efektif. Sebelumnya, jalur dari selatan (Yogyakarta dan Surakarta) harus melalui jalur pegunungan yang terjal (Salatiga dan Ambarawa), kini perjalanan bisa langsung menuju ke Tanggung tanpa hambatan lagi.

Iklan

Setelah itu, jalur lain satu per satu mulai rampung. Rute Semarang-Ambarawa rampung pada 1873; di selatan, jalur Yogyakarta-Magelang selesai pada 1898, disambung ke Secang pada 1903, dan pada 1905 jalur Secang-Ambarawa juga rampung. Dengan demikian, pada 1905 Yogyakarta dan Semarang sudah tersambung oleh jalur kereta api.

Menginspirasi wilayah lain

Keberhasilan NISM dalam membikin jalur Semarang-Vorstenlanden pada akhirnya mendorong investor swasta lain untuk membangun jalur kereta api di tempat lain.

Maka, muncullah belasan perusahaan kereta api lain seperti Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), dan lain sebagainya.

Sejak awal abad ke-20, wilayah-wilayah di luar Jawa juga mulai membangun jalur kereta api. Bahkan, hingga akhir 1928, panjang jalan kereta api di seluruh Hindia Belanda mencapai 7.464 km. Rinciannya, 4.089 km milik pemerintah dan 3.375 km punya perusahaan swasta.

Setelah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada 1942, perusahaan-perusahaan KA diambil alih dan Jepang mengganti namanya menjadi Rikuyu Sokyoku (Dinas Kereta Api).

Sementara setelah Indonesia merdeka, stasiun dan kantor pusat KA menjadi milik republik. Kini, seluruh stasiun dan kantor KA di Indonesia berada di bawah naungan perusahaan BUMN PT KAI (Persero).

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA KA Argo Wilis: Terinspirasi dari Nama Gunung Api Jawa, Penghubung Bandung-Surabaya

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2023 oleh

Tags: jalur kereta apika pertama di indonesiakereta api
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO
Transportasi

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO
Sehari-hari

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO
Sehari-hari

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO
Urban

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lomba Agustusan di desa jadi toxic dan merusak moral anak muda gara-gara paparan kreator konten di media sosial MOJOK.CO

Lomba Agustusan di Desa Jadi Toxic dan “Merusak” Anak Muda karena Terpapar Konten Kreator, Tidak Seasyik Dulu

8 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.