Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Sejarah Desa Buddha yang Berada di Pijiharjo Wonogiri

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 September 2023
A A
Sejarah Desa Buddha yang Berada di Pijiharajo Wonogiri MOJOK.CO

Ilustrasi desa di Wonogiri. (Photo by Irgi Nur Fadil on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di Wonogiri, terdapat daerah yang mendapat julukan “desa Buddha”. Disebut demikian, sebab di desa ini ada banyak warganya yang memeluk agama Buddha. Desa tersebut bernama Pijiharjo. Secara administratif, desa ini berlokasi di Kecamatan Manyaran, satu jam perjalanan dari pusat Kabupaten Wonogiri.

Seperti apa ceritanya?

Iklan

Masuknya agama Buddha ke Pijiharjo

Cukup sulit untuk memastikan kapan pertama kali agama Buddha masuk ke wilayah Manyaran. Namun, jika merujuk penelitian Prihadi Dwi Hatmono dalam jurnal Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan (2020), periode 1950-1960-an diperkirakan jadi periode masuknya Buddha ke sejumlah wilayah di Wonogiri.

Saat itu, hutan belantara masih mendominasi sebagian besar wilayah Wonogiri. Desa-desanya pun banyak yang terpencil, sulit untuk diakses.

Meski demikian, rombongan biksu dari Jakarta yang dengan pimpinan Jina Palo datang ke desa-desa terpencil itu dengan misi mengajarkan agama Buddha.

Sejak membangun vihara pertama yang diberi nama Budhi Loka (berada di Kecamatan Ngadirojo) para Biksu kemudian menyebar ke desa-desa lain. Termasuk di antaranya ke Dusun Sodong (Desa Buddha di Ponorogo), hingga Desa Pijiharjo di Manyaran.

Ketua Umum Dua Umat Buddha Desa Pijiharjo Muwarni, dalam keterangannya menyebut pada 1968 agama Buddha menjadi dominan di kawasan ini.

Bahkan, dulu ada 13 vihara yang tersebar di empat dusun seperti Dusun Jurang, Dusun Ngembang, Dusun Platar, dan Dusun Pengkol. Hal ini menunjukkan bahwa agama Buddha pernah jadi salah satu kepercayaan yang paling banyak penganutnya di desa tersebut. Namun, kini tinggal delapan vihara saja yang aktif.

Desa Buddha yang tetap merawat tradisi

Muwarni mengakui, penganut agama Buddha di Desa Pijiharjo terus berkurang. Data yang ia peroleh, untuk Kecamatan Manyaran saja jumlahnya tinggal 350 kepala keluarga. Meskipun terhitung banyak, jumlah ini jauh merosot ketimbang 30 tahun lalu.

Ada beberapa faktor yang bikin umat Buddha di Desa Pijiharjo makin berkurang. Salah satunya adalah perkawinan. Banyak umat Buddha yang menikah dengan masyarakat dari agama lain dan “ikut” ajaran pasangannya. Alhasil, mereka tidak punya penerus untuk mengajarkan agamanya.

“Di sini rata-rata sudah tua, putranya sudah beda agama karena perkawinan. Ada yang ikut agama suaminya atau istrinya,” jelas Murwani.

Meskipun demikian, Murwarni mengaku umat Buddha di sini masih semangat melaksanakan ibadah dan aktif mengikuti acara puja bakti di vihara setiap malam minggu dan merayakan hari-hari besar agama Buddha.

Sisi positifnya lagi, masyarakat setempat yang mayoritas beragama Islam pun hidup berdampingan tanpa menimbulkan masalah dengan umat Buddha di Desa Pijiharjo.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Hindu di Kasuran: Peristiwa 65 yang Mengubah Keyakinan

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 September 2023 oleh

Tags: agama buddhaDesa Buddhapijiharjowonogiri
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO
Kabar

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Wonogiri Bukanlah Anak Tiri Surakarta, Kami Sama dan Punya Harga Diri yang Patut Dijaga
Pojokan

Wonogiri Bukanlah Anak Tiri Surakarta, Kami Sama dan Punya Harga Diri yang Patut Dijaga

1 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.