Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Mengingat Cikini, Saksi Bisu Geliat Lalu Lintas Opium hingga Klinik Aborsi Buang 2.365 Janin ke Toilet

Ibil S Widodo oleh Ibil S Widodo
24 Oktober 2023
A A
Mengingat Cikini, Saksi Bisu Geliat Lalu Lintas Opium hingga Klinik Aborsi Buang 2.365 Janin ke Toilet - Foto The Jakarta Post

Mengingat Cikini, Saksi Bisu Geliat Lalu Lintas Opium hingga Klinik Aborsi Buang 2.365 Janin ke Toilet - Foto The Jakarta Post

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cikini tidak hanya memiliki Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki dan rumah peninggalan Raden Saleh Sjarif Boestaman semata. Kawasan ini punya sejarah panjang peredaran candu opium dan klinik aborsi yang tumbuh subur.

Setiap dekade wajah Cikini terus berkembang dan berevolusi. Kini di tengah zaman moderen, Cikini bertumbuh, bersolek, dan berbenah menjadi satu kawasan di Jakarta Pusat yang terasa kental nilai sejarahnya.

Antara News mencatat, Cikini dulu, saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda, menjadi kawasan yang sangat begitu istimewa bagi bangsa Eropa. Di masa itu, kawasan ini menjadi bagian penyokong Weltevreden atau kawasan tempat tinggal utama orang-orang Eropa.

Tidak hanya menjadi hunian nyaman bagi bangsa Eropa, Cikini juga menjadi tempat tinggal seniman nyentrik kaya raya, Raden Saleh Sjarif Boestaman, yang kini namanya juga abadi menjadi salah satu jalan di Cikini.

Kawasan Cikini saat ini memang menjadi tempat nongkrong yang asyik dengan nuansa sejarah yang amat kental. Namun daerah ini ternyata menyimpan sejarah panjang terkait opium dan aborsi.

Dibangun oleh lalu lintas opium

Menurut cerita seorang tokoh pemerhati sejarah Jakarta, JJ Rizal, seperti yang dikutip CNN Indonesia,  Cikini juga dibangun oleh sejarah panjang lalu lintas opium. Pada abad ke-19, terdapat jalur rel kereta pengangkut opium untuk Nusantara dan distribusi ke luar negeri. Kini rel kereta tersebut masih ada, menjadi jembatan di atas sungai Ciliwung, kawasan Cikini Kramat.

Pabrik opiumnya sendiri terletak tak jauh dari Cikini, yaitu di kawasan Salemba. Pabrik ini menjadi produsen opium terbesar se-Asia Tenggara. Sebagai informasi, bekas pabrik candu itu kini menjadi kampus Universitas Indonesia. 

Pendapatan dari penjualan opium melebihi rempah-rempah dan menjadi tumpuan pemasukan pemerintah Belanda. Bahkan, mengutip CNN Indonesia, pascakemerdekaan Indonesia, hasil penjualan barang candu ini oleh pemerintah berfungsi untuk menggaji dan membiayai operasional para pejabat.

Pakar sejarah Jakarta Asep Kambali, sebagaimana dikutip Merdeka, mengungkap peredaran opium atau candu di sekitar Jakarta perkiraan maraknya pada 1869 hingga 1910.

Konon, Cikini dulu adalah tempat aborsi paling aman

Dari sekian nama jalan di Cikini, Jalan Raden Saleh menjadi salah satu jalan yang masyhur. Selain membawa nama besar seniman besar, dahulu jalan ini terkenal menjadi jalan pembunuh jabang bayi. 

Tahun 2020, Detik.com menulis berita berjudul “Hapus Jejak, Klinik Aborsi di Raden Saleh Buang 2.638 Janin ke Toilet” yang menggemparkan jagad Indonesia. Berita ini merekam penggerebekan pelaku aborsi di Jalan Raden Saleh yang menghilangkan jejak ribuan janin selama 1 tahun. Menurut data kepolisian, dalam kurun 2019 hingga April 2020, setidaknya 2.636 janin telah gugur di klinik tersebut.

Aborsi di Cikini memang menjadi ironi tersendiri. Widho Anriano dalam sebuah tesis Universitas Indonesia berjudul Analisis Penanganan Tindak Pidana Aborsi di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya: Studi Kasus Praktik Aborsi di Cikini dan Raden Saleh” membongkar bagaimana praktik pelaku aborsi ilegal di daerah ini terlaksanakan dengan sangat rapi. Tempat aborsi berkamuflase sebagai kantor lembaga hukum dan tour travel.

Mojok mencoba untuk menelusuri via daring menggunakan kata kunci “klinik aborsi Cikini” dan hasil pencarian menunjukkan sederet tempat yang menawarkan jasa aborsi, lengkap dengan laman website dan kontaknya. Uniknya ada pelaku aborsi yang menawarkan jasanya melalui acadmia.edu, situs direktori penelitian. 

Soal aborsi ini, liputan Poskota 23 Juli 2022 mungkin menjadi salah satu liputan yang menggambarkan secara gamblang bagaimana praktik aborsi ilegal di Cikini. 

Iklan

“Bertahun-tahun kawasan Cikini dikenal sebagai tempat aborsi paling aman. Namun  dua tahun lalu, beberapa tempat ilegal itu digerebek polisi secara besar-besaran. Banyak pelaku ditangkap dalam kasus ini. Mulai dari calo, perawat, pembantu persalinan hingga dokter. Namun kini tempat itu tak terlihat lagi. Tapi siapa sangka, bisnis haram ini masih terus berjalan,” tulis Poskota.

Kecanggihan para pebisnis aborsi ilegal ini semakin hari semakin canggih. Para pelaku tersebut, sebagaimana kutipan Poskota, menyamarkan lokasi praktiknya. Cikini kini hanya menjadi tempat calo dan administratif pasien, sementara praktik aborsinya di tempat yang jauh dari endusan penegak hukum.

“Ini karena keadaan lagi begini aja, dokter juga tahu situasinya yang mana yang merah, yang ijo lokasinya dia tau. Makanya sekarang tuh sistemnya gini. Jadi kalau sudah fiks biaya sekian tinggal bayar uang daftar, terus saya kasih ke nomor ibu dokternya. Nanti Abang hubungin dah dokternya, ketemuan di hotel mana gitu,” pengakuan Calo aborsi ilegal yang dikutip Poskota.

Penulis: Ibil S Widodo

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Menemukan Ketenangan Melebihi Jogja

 Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2023 oleh

Tags: aborsiCikinijakartaopium
Ibil S Widodo

Ibil S Widodo

Manusia bodoh yang tak kunjung pandai. Penulis di bolehmerokok.com.

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.