Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Keputusan Sepihak Pemerintah, Konsumen Siap Lawan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
4 Oktober 2022
A A
kenaikan cukai rokok susahkan perokok kretek

Agenda Tribute to Kretek, menolak rencana kenaikan cukai rokok (Hammam Izzuddin)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Komunitas Kretek dan Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menganggap rencana kenaikan cukai rokok merupakan keputusan sepihak pemerintah. Pemerintah dinilai tidak mendengar suara konsumen dan sejumlah elemen lain dalam memutuskan kebijakan ini.

“Seringkali pemerintah mengambil keputusan sepihak terkait kenaikan cukai. Tidak memerhatikan dari hulu ke hilir. Konsumen rokok tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” ujar Badrudin selaku Koordinator KNPK, Senin (3/10).

Menurutnya, kenaikan cukai rokok menjadi sebuah upaya menambal keuangan negara. Namun menyebabkan dampak yang buruk bagi elemen-elemen yang terlibat dalam industri rokok dari hulu ke hilir. Mulai dari petani tembakau, petani cengkeh, buruh pabrik, hingga konsumen.

“Kenaikan cukai yang diiringi kenaikan harga rokok berdampak secara struktural pada penghidupan masyarakat kretek Indonesia,” paparnya.

KNPK melihat kenaikan cukai dapat mengurangi serapan tembakau dan cengkeh yang ditanam petani. Jika terserap pun, harganya akan anjlok. Sehingga petani pun mengalami kerugian akibat kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Komunitas Kretek Jibal Windiaz melihat kebijakan kenaikan tarif cukai rokok yang eksesif telah membuat kuantitas dan kualitas produksi rokok di Indonesia menurun. Hal ini berdampak pada serapan tembakau serta harga jual tembakau di petani juga ikut turun.

Jibal juga menyoroti harga rokok yang mahal kini membuat rokok ilegal semakin banyak beredar di pasaran. Berbeda dengan rokok berpita cukai yang memiliki standar nasional, rokok ilegal adalah produk yang kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Rokok ilegal juga memiliki kualitas yang rendah. Bahkan tak jarang mengandung mercon sebagai pengganti kretek. Hal yang tentu berdampak bahaya bagi konsumen.

Jibal memberikan gambaran dampak kenaikan cukai lewat tutupnya pabrik rokok Apache. Pabrik tersebut harus tutup karena tak kuat menghapi tekanan ekonomi dan kenaikan cukai.

“Dampaknya, buruh-buruh yang bekerja di sana harus kehilangan pekerjaan, dan keluarga mereka yang di-PHK kehilangan harapan hidup,” ujarnya.

Dalam jumpa media yang bertepatan dengan Hari Kretek Nasional, segenap pegiat kretek ini dengan tegas menolak rencana kenaikan cukai rokok yang digagas Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mereka, sebagai perwakilan dari konsumen, juga menyatakan perlawanan apabila kebijakan tersebut diputuskan.

“Kami juga mengajak para pemangku kepentingan, para petani tembakau, petani cengkeh, buruh pabrik rokok, pedagang rokok, serta konsumen rokok untuk menyatakan perlawanan dan penolakan terhadap kenaikan tarif cukai rokok,” tegas Jibal.

Memperingati Hari Kretek Nasional, Komunitas Kretek juga menggelar acara bertajuk Tribute to Kretek. Pada acara yang dihelat di Asa Akasha, Sleman ini, ratusan kretekus dari berbagai daerah berkumpul. Acara diisi dengan diskusi hingga konser musik dengan semangat perlawanan terhadap kenaikan cukai.

Reporter:  Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: 7 Fakta Ibu Ruswo, Kurir Rahasia yang Memasok Rokok untuk Para Pejuang

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2022 oleh

Tags: Cukai Rokokkretek
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Merunut campur tangan asing di balik kampanye antirokok yang tentang kebijakan Purbaya tak naikkan cukai rokok 2026 MOJOK.CO
Ragam

Merunut Campur Tangan Asing di Balik Kampanye Antirokok Menentang Kebijakan Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok

2 Oktober 2025
Dukung kebijakan Purbaya tak naikkan cukai rokok. MOJOK.CO
Catatan

4 Alasan Kebijakan Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok Tak Perlu Ditentang

1 Oktober 2025
cukai rokok, tembakau.MOJOK.CO
Ragam

Cukai Rokok Tak Naik: Melawan Tekanan Antirokok, Menjaga Nafkah Jutaan Petani dan Buruh

1 Oktober 2025
Cukai rokok tidak naik: kewajiban melindungi industri hasil tembakau dari kepentingan asing dan tantangan Purbaya terhadap pengkritik MOJOK.CO
Aktual

Cukai Rokok Tak Naik: Kewajiban Melindungi Ekonomi Rakyat dari Gangguan Kepentingan Asing dan Tantangan untuk Para Antirokok  

1 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.