Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kasus Kriss Hatta, Mengenal Bahaya Child Grooming dan Tahapannya

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 September 2022
A A
child grooming mojok.co

Ilustrasi Mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengakuan aktor Kriss Hatta memacari gadis berusia 14 tahun atau 20 tahun lebih muda darinya menuai polemik. Hal tersebut dianggap sebagai perilaku yang mengarah pada child grooming.

Dalam sebuah wawancara, Kriss mengaku menyukai perempuan yang usianya lebih muda darinya. Perbedaan usia itu, menurutnya, membuat pasangan lebih mudah diatur dan diarahkan.

Iklan

“Kenapa gue pilih yang muda sekali ya, karena lebih gampang di-direct. Yang muda itu gampang banget di-direct asal kita jangan sakiti hatinya aja gitu, jangan kita cemarin,” ujar Kriss.

Hal yang dilakukan Kriss Hatta ini lantas mengundang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengkritik Kriss karena berencana menikahi gadis tersebut usai lulus sekolah.

Hal itu berpotensi mengglorifikasi perkawinan anak. Mengingat Kriss merupakan sosok yang dianggap sebagai publik figur.

“Mengecam Kriss Hatta sebagai publik figur yang telah memberikan contoh buruk pada masyarakat terutama para remaja. Hal ini berpotensi ditiru oleh masyarakat Indonesia,” ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari CNNIndonesia.

Selain persoalan potensi perkawinan usia anak, hal yang dilakukan Kriss juga dinilai sejumlah kalangan sebagai perilaku child grooming. Perilaku ini punya sejumlah dampak buruk dan perlu diwaspadai.

Menurut Psikiater Forensik, Dr. Michael Welner, grooming adalah upaya bertahap untuk menarik korban yang masih berada di usia anak ke dalam suatu hubungan. Ada pula kecenderungan untuk menjaga hubungan itu secara rahasia.

Pelaku grooming, Menurut Welner, akan berupaya memisahkan korban dari teman sebayanya sembari memberikan semacam afeksi yang anak itu butuhkan. Sehingga tak jarang, pelaku grooming yang usianya jauh lebih dewasa akan memberikan banyak perhatian baik secara lisan maupun tindakan.

Sementara itu, Psikolog Klinis Nuzulia Rahma menjelaskan bahwa child grooming bukan merupakan kelainan seksual. Akan tetapi tindakan ini sering dilakukan oleh orang dengan kelainan seksual tertentu seperti pedofilia.

Perilaku grooming sendiri memiliki beberapa tahapan. Setidaknya ada enam tahapan yang dijabarkan oleh Dr Michael Welner sebagai berikut:

Pertama yakni menargetkan korban. Pelaku akan menerka sisi rentan dari anak. Misalnya saja kebutuhan emosi hingga rendahnya kepercayaan diri. Selain itu, anak dengan pengawasan orang tua yang minim cenderung lebih mudah untuk dijadikan target grooming.

Kedua yakni mendapatkan kepercayaan korban. Cara mendapatkannya, menurut Welner, dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang sang anak, mengetahui kebutuhan, dan akhirnya mencari cara untuk memenuhinya.

Setelah mendapatkan kepercayaan, pelaku mulai berusaha memenuhi kebutuhan korbannya. Memberikan perhatian ekstra melalui berbagai hal.

Iklan

Tahap keempat yakni mulai mengisolasi korban. Pelaku mulai menciptakan situasi di mana mereka sering menghabiskan waktu berdua. Membangun koneksi hingga memberikan perhatian yang mungkin tidak didapatkan anak dari orang tuanya.

Selanjutnya, tahap kelima mengarah ke seksualisasi hubungan. Pelaku mulai mengarahkan korban untuk membahas hal intim. Memanfaatkan rasa penasaran natural anak terhadap hal-hal berbau seksualitas. Kemudian memanipulasinya.

Tahap keenam, pelaku berusaha menjaga kontrol akan hubungan tersebut dengan berbagai cara. Meski pada tahap ini, biasanya anak sudah menemukan ketidaknyamanan. Namun pelaku berusaha terus mengontrolnya.

Untuk mencegahnya, peran orang tua dalam berkomunikasi dengan anak sangat penting. Menanyakan kondisi anak dan terus berupaya menciptakan ruangan yang aman dan nyaman bagi mereka.

Sumber: CNNIndonesia.com, mychildsafetyinstitute.org
Penulis: Hammam Izzudin

BACA JUGA Belasan Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Calon Pendeta di Alor

Terakhir diperbarui pada 29 September 2022 oleh

Tags: child groomingkriss hatta
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.