Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jokowi Merasa Ditampar oleh Pengusul Wacana Jabatan 3 Periode Presiden: Ingin Cari Muka

Redaksi oleh Redaksi
3 Desember 2019
A A
Jokowi Merasa Ditampar oleh Pengusul Wacana Jabatan 3 Periode Presiden: Ingin Cari Muka
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jokowi merasa dijerumuskan ketika orang-orang di sekitarnya ada yang mengembuskan wacana masa jabatan presiden bakal 3 periode.

Menanggapi soal usulan masa jabatan Presiden sampai 3 periode, Presiden Jokowi merasa dikerjai dan dijerumuskan. Wacana yang muncul ini merupakan bagian dari rencana amandemen UUD 1945.

“Sejak awal sudah saya sampaikan bahwa saya produk pemilihan langsung. Saat itu, waktu ada keinginan amandemen, apa jawaban saya? Untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana,” kata Jokowi.

Seperti yang diketahui sebelumnya, masa jabatan presiden pernah tak terbatas (pada era Orde Baru), lalu diamandemen hanya 2 periode (era Reformasi), kali ini muncul wacana 3 periode.

Wacana lain juga muncul dalam pemilihan Presiden kembali lewat MPR, seperti yang pernah disampaikan oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurut Bamsoet, ide itu didapatnya dari usulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Kenyataannya seperti itu kan? Presiden dipilih MPR, presiden 3 periode, presiden satu kali 8 tahun. Seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik tidak usah amandemen (UUD 1945),” tambah Jokowi.

Fokus amandemen UUD 1945 ini menurut Jokowi sudah mulai melebar ke mana-mana. Malah fokusnya terlihat seperti melanggengkan kekuasaan yang saat ini dipegangnya. Meski begitu Jokowi tidak menyebut secara jelas, siapa pihak yang ditudingnya sedang cari muka.

“Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja, sudah saya sampaikan,” imbuh Jokowi.

Hal ini semakin ditegaskan dengan kicauan Jokowi lewat akun Twitternya.

Saya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi. Posisi saya jelas: tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden tiga periode. Usulan itu menjerumuskan saya.

Saat ini lebih baik kita konsentrasi melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan. pic.twitter.com/ac5KkUmhTD

— Joko Widodo (@jokowi) December 2, 2019


Menurut Asrul Sani, Wakil Ketua MPR, penambahan jabatan presiden masih seputar wacana saja. Apalagi MPR juga belum melakukan audiensi ke tokoh-tokoh masyarakat soal amandemen UUD 1945.

Meski begitu, Asrul Sani membantah jika wacana penambahan periode jabatan presiden itu berasal darinya.

“Ini bukan saya yang melayangkan. Ini ada yang menyampaikan seperti ini, kalau tak salah mulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem,” kata Asrul Sani.

Wacana ini keluar ke publk dari pernyataan Saan Mustofa, Sekretaris Fraksi Nasdem, pada 26 November 2019. Saat itu Mustofa melihat kalau presiden yang sudah baik sebaiknya dilanjutkan. Terutama kalau apa yang dikerjakan sudah hebat.

“Jadi misalnya gini. Kalau kita punya seorang presiden yang baik, yang hebat, ternyata misalnya programnya belum selesai, tiba-tiba masa jabatannya habis, kan sayang. Ketika berganti akan ganti kebijakan, kesinambungannya kan terhenti,” kata Mustofa saat itu.

Iklan

“Makanya ada wacana, kenapa kita nggak buka wacana satu periode lagi menjadi tiga periode?” kata Mustafa.

Wah, nggak sekalian seumur hidup sekalian nih? Kan cuma wacana ini. Kalau diprotes, tinggal bilang aja, masih dibahas. Beres urusan. Ya kan? (D/F)

Jokowi Merasa Ditampar oleh Pengusul Wacana Jabatan 3 Periode Presiden: Ingin Cari Muka

BACA JUGA Lain Jokowi Dulu, Lain Jokowi Sekarang atau tulisan dari rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2019 oleh

Tags: amandemen UUD 1945jokowimprperiode presiden
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026 MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026

Video Terbaru

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.