YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal (dok. Istimewa)

Membuka tahun 2026, grup band beraliran pop asal Yogyakarta, YUHU., kembali menyapa para pendengar dengan merilis sebuah single terbaru berjudul “Bertemu Di Sini“. 

Lagu bernuansa hangat ini resmi diluncurkan di berbagai platform musik digital pada Selasa (28/4/2026). Bersamaan dengan rilisnya audio, video lirik dari lagu ini juga sudah mengudara di kanal YouTube YUHU. Music.

Lagu baru YUHU. bertema rindu

Band yang beranggotakan Kakung Triadmojo (vokal), Fajar Alami (gitar dan vokal), serta Aulia Rakhman (bass dan vokal latar) ini mengangkat tema rindu dan kenangan dalam karya teranyar mereka. 

Lagu yang ditulis oleh Fajar Alami ini bercerita tentang seseorang yang datang lagi ke sebuah tempat penuh kenangan, dengan harapan bisa bertemu lagi dengan sosok yang berarti di hidupnya.

“Lagu ini berangkat dari perasaan sederhana, tentang seseorang dan satu tempat yang menyimpan banyak kenangan, sekaligus membawa kerinduan sekaligus harapan bahwa suatu hari kita bisa kembali bertemu di sana,” ujar Fajar Alami dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok, Selasa (28/4/2026).

Namun, rindu yang bersifat universal

Menariknya, “Bertemu Di Sini” tidak hanya dibatasi sebagai lagu cinta sepasang kekasih. Sang vokalis, Kakung Triadmojo, menegaskan bahwa kerinduan dalam lagu ini bersifat sangat universal.

“Aku nggak ingin lagu ini cuma dimaknai sebagai cerita pasangan. Tapi buat aku rindu itu bisa ke siapa saja. Ya orang tua, sahabat, atau siapa pun yang pernah punya tempat penting dalam hidup kita,” tegas Kakung.

Bahkan, saat proses penulisan lirik, Fajar mengaku sempat mengambil sudut pandang seorang anak yang rindu pada sosok ayahnya. Sang anak terus mendatangi taman favorit mereka, berharap sang ayah masih mengingat tempat itu dan datang menemuinya.

“Ada momen waktu nulis liriknya, aku malah kebayang hubungan anak dan ayah. Tentang seorang anak yang terus datang ke tempat yang sama, berharap ayahnya masih ingat, dan suatu saat benar-benar datang menemui anaknya lagi,” ungkap Fajar.

Lagu YUHU. yang menjadi “tempat singgah” bagi pendengarnya

Dari segi produksi musik, lagu ini direkam di Taman Tutoet Studio. YUHU. sengaja menjaga musiknya agar tetap terasa intim, jujur, dan tidak berlebihan.

“Kami berusaha menjaga aransemennya tetap jujur dan hangat. Nggak terlalu ramai, supaya emosi dari ceritanya bisa lebih terasa,” kata Aulia Rakhman.

Sebagai penutup, Fajar berharap karya ini bisa menjadi tempat singgah bagi pengalaman emosional pendengarnya.

“Harapannya, siapa pun yang dengar lagu ini bisa menemukan ceritanya sendiri. Karena pada akhirnya, kita semua pasti punya satu tempat yang ingin kita datangi lagi, dan satu sosok yang ingin kita temui kembali,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sejak dibentuk pada 2023, band pengusung gaya ‘pop nongkrong’ ini telah merilis sejumlah karya. Karya tersebut di antaranya ‘Sudah Sangat Rindu’, ‘Jajar Genjang’, ‘Mode Getar Feat. Isa Mahendrajati’, hingga ‘Teras Rumah’.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Exit mobile version