Padat Padahal Masih Undangan, Beginilah Cara ArtJog 2023 ‘Balas Dendam’ Total

artjog 2023 mojok.co

Situasi pembukaan Artjo 2023 (Ardhias N. A/Mojok.co)

MOJOK.COKalau Anda pikir pameran seni rupa (kontemporer) adalah kubus putih hening tempat pengunjung datang lalu pergi satu-satu, tahan dulu. Sebab, pikiran itu bakal dibalik habis di ArtJog 2023 ketika nyaris dua ribu pengunjung hilir-mudik di Jogja National Museum.

ArtJog 2023 dibuka pukul 15.40, Jumat (30/6), di JNM. Saya datang telat dan parkiran gratis untuk pers atau panitia sudah penuh. Namun, teman saya yang panitia, pun datang tepat saat pembukaan dimulai, sama saja mesti parkir di luar.

Padat betul pembukaan ini. Padahal, berdasarkan pengumuman di akun resmi, sesi pembukaan belum terbuka untuk umum. “Baru tamu undangan resmi, tamu seniman atau kurator, dan pers,” ujar Adhi Pandoyo, staf Jogja Art Weeks, laman media ArtJog.

Soal dua ribu orang tadi, Prima Abadi Sulistyo selaku Koordinator Staf Pendukung merincikannya sebagai berikut: 300-an di siang hari, 1.638 di sore hari, dan belum termasuk yang datang setelah maghrib. Rincian ini diperoleh Prima dari checker di pintu masuk. Valid.

Jumlah ini pasti terus bertambah sebab pembukaan belum selesai. Hari itu masih ada penampilan Sri Panggung dan Prontaxan di Panggung Utama pada 19.00 – 21.00.

Padatnya Artjog

Kembali lagi soal padatnya ArtJog 2023. Setelah resmi dibuka dengan tabuhan gong, antrian masuk Gedung Utama JNM langsung mengular. Antrean ini tidak putus-putus sampai nyaris setengah jam.

Imbasnya, di dalam Ruang Joglo yang menjadi fasad pameran, yakni karya Mella Jaarsma berjudul “Outskirts”, selalu dipadati pengunjung. Selama puncak keramaian, minimal selalu ada 20 orang di ruangannya.

Saya menyusuri setiap ruangan dari lantai pertama hingga ketiga. Hasilnya, tidak ada ruangan atau karya yang kosong pengunjung. Minimal ada dua orang.

Jangan salah, padat tidak sepenuhnya berarti kacau. Pada karya Dicky Takndare dan The Sampari “AAAAAHHHHH”, bagian depan ruangannya penuh orang, namun suasananya hening.

Saya penasaran, lalu masuk, dan kemudian mengetahui alasan orang-orang berdiri mematung. Sesekali menjepret, namun tetap sunyi. Di hadapan kami, ada replika gigantik patung Pembebasan Irian Barat karya Edhi Sunarso, lengkap dengan guratan ikon yang nyalang.

Balas dendam total

“ArtJog balas dendam total tahun ini,” celetuk Adhi. Ini juga yang disampaikan Heri Pemad selaku Direktur Artistik ArtJog 2023 bahwa tiga tahun sebelumnya adalah tahun-tahun ArtJog dipaksa terus berlari meski tertatih-tatih.

Meski tertatih, sebenarnya ArtJog pada tiga tahun itu tidak sepenuhnya lumpuh. Pemad, dalam pidato sambutannya, menekankan tentang multiplier effect yang dihasilkan ArtJog. Merujuk rilis pers ArtJog 2023, pengeluaran wisatawan DIY melonjak 3-4 kali lipat selama edisi sebelumnya.

Pada 2021, ketika pengunjungnya masih dibatasi sebab gelombang Covid Delta masih menggila, multiplier effect secara ekonominya menyentuh angka 3,4 T atau 2% Produk Domestik Regional Bruto DIY pada tahun tersebut.

Tidak ada yang bisa menghalangi balas dendam total ArtJog tahun ini. Termasuk fakta bahwa tiga perempat senimannya adalah debutan di ArtJog 2023 yang disampaikan Pemad. Lagipula, kata Hendro Wiyanto selaku kuratornya, yang mesti dinilai adalah kreativitas seniman dalam mengolah motif karyanya.

Kreativitas inilah yang menghasilkan keindahan, sesuatu yang tidak terduga, kata Goenawan Mohamad dalam Orasi Kebudayaan di pembukaan. Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan RI, dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa anak-anak harus dikenalkan dengan kesenian sejak dini agar mengasah pikiran dan menghaluskan perasaan.

“Kemendikbud siap menyumbang seribu tiket untuk anak sekolah masuk ArtJog 2023,” katanya lantang.

Penulis: Ardhias Nauvaly Azzuhry
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Imbas Gempa Jogja 6,4 M: Satu Warga Meninggal, Sejumlah Fasilitas Rusak, Perjalanan Kereta Sempat Terhenti

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Exit mobile version