Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

Redaksi oleh Redaksi
23 Juli 2026
A A
Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lebih dari 500 anak mengikuti program InJourney Community Care dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 di Candi Prambanan. Candi Prambanan dipilih sebagai ruang belajar yang hidup untuk anak-anak memahami warisan budaya.

Anak-anak itu terdiri dari pelajar di kawasan Prambanan, Kalasan, Berbah, serta Forum Anak Kabupaten Sleman. Di sana, mereka belajar, berkreasi, dan mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia melalui pengalaman langsung.

Iklan

Berbagai program edukasi seperti outing class, Junior Wanderer, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan Pramuka, hingga pelatihan mitigasi bencana, pun dapat mereka ikuti.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan InJourney tak hanya menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak, tapi juga menanamkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi bagi generasi penerus bangsa. 

“Sebagai strategic holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney percaya bahwa budaya merupakan keunggulan kompetitif Indonesia yang tidak dimiliki negara lain,” ujar Herdy.

“Karena itu, melestarikan budaya saja tidak cukup hanya menjaga situs warisan seperti Candi Prambanan, tapi juga memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus hidup melalui generasi-generasi penerus,” lanjutnya.

Mengapa harus di Candi Prambanan?

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman. MOJOK.CO
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman. (sumber: InJourney)

Pemilihan Kawasan Candi Prambanan sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Anak Nasional bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu mahakarya warisan budaya dunia UNESCO yang telah berdiri lebih dari seribu tahun, Candi Prambanan merupakan warisan luhur bangsa yang merepresentasikan kejayaan peradaban Nusantara. 

Lebih dari sekadar kompleks candi, Prambanan menjadi simbol harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat yang telah terjaga lintas generasi. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management Joel Siahaan menegaskan nilai-nilai tersebut menjadikan Prambanan sebagai ruang belajar yang hidup (living heritage). 

“Bagi kami, living heritage berarti warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini tanpa mengurangi nilai autentisitas maupun kelestariannya,” ucapnya. 

“Karena itu, pengelolaan kami selalu berupaya menyeimbangkan tiga aspek utama, yaitu pelestarian cagar budaya, pemanfaatan yang bertanggung jawab, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya harus berjalan beriringan,” lanjutnya.

Di Candi Prambanan, anak-anak dapat mengenal sejarah, memahami akar budayanya, belajar menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia melalui pengalaman yang menyenangkan dan kontekstual.

Melalui semangat “Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia”, InJourney percaya bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan bersejarah agar tetap berdiri kokoh, tetapi juga tentang menumbuhkan generasi yang memahami, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa. 

Sebagaimana Candi Prambanan telah menjadi simbol harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat selama lebih dari seribu tahun, InJourney berkomitmen untuk memastikan warisan tersebut tetap hidup melalui anak-anak Indonesia yang kelak akan menjadi penjaga masa depan warisan budaya bangsa.

Dukungan pendidikan di Hari Anak

Anak-anak dapat bantuan. MOJOK.CO
Anak-anak mendapatkan bantuan pendidikan. (sumber: InJourney)

Joel Siahaan, mengatakan Candi Prambanan merupakan ekosistem yang harus memberikan manfaat sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, pendekatan yang dilakukan pada Hari Anak Nasional 2026 adalah pengelolaan yang inklusif dan berbasis kolaborasi. 

Iklan

“Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek pengembangan destinasi. Mulai dari pemberdayaan UMKM dan komunitas lokal dalam program InJourney Hospitality House, serta pelibatan seniman dan pelaku budaya lokal di berbagai kegiatan yang kami selenggarakan di destinasi,” jelas Joel Siahaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan, InJourney juga menyalurkan bantuan kepada sekolah-sekolah di sekitar kawasan Prambanan yang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan seni dan budaya lokal, yaitu SMP Negeri 2 Prambanan, SMP Negeri 3 Berbah, dan SMP Negeri 2 Kalasan. 

Bantuan tersebut juga diserahkan di komunitas seni Sanggar Tari Ganesa Kebondalem Kidul dan Sanggar Seni Sekar Ngrayung Bokoharjo. Fokusnya pada penyediaan sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, seperti seni tari, karawitan, tembang macapat, hingga kelompok wiyogo. 

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat ruang belajar bagi anak-anak untuk terus mengenal, mempraktikkan, dan melestarikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dukungan diberikan pada setiap lini usaha

Sebagai informasi, program InJourney Community Care pada Hari Anak Nasional 2026 juga dilaksanakan di seluruh lini bisnis InJourney lewat pendekatan yang menyesuaikan karakteristik masing-masing perusahaan, berikut rinciannya: 

#InJourney Airports

InJourney Airports menyelenggarakan kegiatan di 31 bandara melalui bantuan perlengkapan pendidikan bagi siswa di sekitar bandara, edukasi keselamatan penerbangan dan keamanan bandara, program School Goes to Airport, hingga pengenalan profesi di lingkungan aviasi dan kebandarudaraan. 

Hari anak. MOJOK.CO
Keseruan anak-anak bermain dan belajar di candi. (sumber: InJourney)

#InJourney Hospitality 

Hotel Indonesia Natour (HIN) menggelar lebih dari 20 rangkaian kegiatan di berbagai hotel di Indonesia, seperti Hotel Discovery, Career Exploration, Cooking Class, Local Culture Experience, pelepasan tukik, hingga program inklusif bagi anak penyandang disabilitas dan anak panti asuhan. 

#Sarinah 

Terdapat program “Belajar dan Bermain bersama Sarinah: Membaca untuk Bumi, Bertumbuh untuk Negeri” di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang bagi 100 siswa. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah, storytelling, permainan edukatif, serta pembagian bibit tanaman sebagai edukasi lingkungan. 

#InJourney Tourism Destination Corporation (ITDC) 

ITDC menyelenggarakan National Children’s Day & School Holiday Celebration di The Nusa Dua, Bali, dengan memberikan paket sarana sekolah, ibadah, serta fasilitas edukasi dan terapi kepada 50 anak dari YPAC Bali dan yayasan yatim. 

#InJourney Aviation Services (IAS) 

IAS berpartisipasi melalui pengenalan profesi aviation services, sesi storytelling, pembagian 120 buku cerita IAS Anak Indonesia dan 1500 bantuan tas serta perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim pada kegiatan kick-off InJourney Community Care di Bogor. 

Seluruh rangkaian program tersebut memperkuat semangat kolaborasi InJourney Group dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas melalui pendidikan, pengembangan karakter, pelestarian budaya, hingga pengenalan profesi bagi generasi penerus bangsa.***(Adv)

BACA JUGA: Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2026 oleh

Tags: candi prambananhari anakhari anak nasionalInJourneyInJourney Community Careliving heritageperingatan hari anak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO
Eksplor

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO
Liputan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO
Eksplor

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.