Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

5 Warung Kopi Murah dan Unik di Jogja, Cocok Nugas bahkan Tidur Siang

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
7 Mei 2023
A A
warung kopi jogja mojok.co

Secangkoir kopi Blandongan (Nikma Al Kafi/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jogja tidak pernah kekurangan kedai dan warung kopi. Ada yang memberikan predikat “Kota Seribu Kedai Kopi”. Sebab terdapat banyak sekali pilihan, baik dari segi harga maupun fasilitas.

Pada 2022 lalu, Komunitas Kopi Nusantara mencatat ada 3.000 lebih warung kopi dengan beragam konsep di Jogja. Selama pandemi yang mendera beberapa tahun belakangan, mereka mencatat ada peningkatan jumlah yang signifikan.

Menariknya, perkiraan perputaran uang dalam bisnis perkopian di DIY mencapai lebih dari Rp360 miliar per tahun. Bisnis ini tumbuh, salah satunya berkat banyaknya kalangan pelajar hingga wisatawan meramaikan wilayah Jogja.

Di antara banyaknya jumlah warung kopi, sebagian masih bisa dinikmati dengan harga yang relatif terjangkau. Kali ini Mojok akan memberikan rekomendasi warung kopi yang murah sekaligus punya beberapa keunikan.

#1 Mato Kopi

https://www.instagram.com/p/CfyXRWbtzoc/

Mato kopi terbilang tongkrongan yang cukup legendaris di Jogja. Warung ini menyediakan berbagai menu kopi yang terjangkau, mulai dari Rp6 ribu saja sudah bisa mendapatkan secangkir minuman yang hangat, pekat, sekaligus nikmat. Selain itu ada juga beragam menu kudapan hingga makanan berat.

Pemilik Mato Kopi, Hanafi Baedhowi bercerita kalau warung ini sudah ia rintis sejak masih menjadi mahasiswa di UIN Jogja. Tepatnya pada 2005 silam dan bermula dari kios kecil di Sleman.

“Dulu awal buka itu sampai diusir-usir tetangga karena ramai. Mato Kopi awalnya hanya kopi hitam, beberapa minuman sachet, dan mie instan,” kenangnya.

Mato Kopi terkenal dengan areanya yang luas, terdiri dari deretan kursi maupun tempat lesehan. Terdapat pula jaringan WiFi sehingga pelanggan betah berlama-lama di sini. Bahkan, sering terlihat pelanggan yang datang untuk beristirahat hingga terlelap.

“Memang kaya gitu di warung saya itu. Mungkin nyaman ya. Harga saya rasa sama lah dengan yang lain juga. Tapi saya lebih senang kalau buat nyaman,” kata sosok yang akrab disapa Cak Hanafi. Saat ini warung ini memiliki cabang di Selokan Mataram, Maguwoharjo, Condongcatur, dan Kaliurang.

#2 Secangkir Jawa

https://www.instagram.com/p/Bn_MPYJBS8J/

Warung Secangkir Jawa memiliki dua cabang di Sorowajan, Bantul dan Maguwoharjo, Sleman. Konsepnya mirip dengan mato baik dari segi menu, fasilitas, hingga pelayanan.

Bukannya meniru, kedua warung kopi ini memang punya pemilik yang sama. Jika berkunjung ke Secangkir Jawa, pelanggan bakalan mendapati pelayan yang kental dengan aksen Madura. Di sini juga kalian bisa menjumpai pelanggan yang singgah untuk beristirahat.

#3 Blandongan

https://www.instagram.com/p/BS-k04xj-Q7/?hl=id

Iklan

Blandongan terletak di Jalan Sorowajan, Bantul.  Warung ini berdiri sejak 2000. Pendirinya adalah sosok kelahiran Gresik bernama Nasrudin, banyak orang menyapanya Cak Badrun.

Warung ini juga identik dengan harga terjangkau. Konon, Blandongan merupakan pionir kopi pekat dengan penyajian menggunakan cangkir. Badrun bercerita kalau karakter warung ini terpinspirasi dari budaya ngopi di kampung halamannya.

“Kopi yang kusajikan di Warung Kopi Blandongan ini sebetulnya bentuk kopi rumahan di rumahku. Kopi tempat di rumahku tak bawa ke sini,” kata Cak Badrun kepada Mojok.

#4 Basa-basi

https://www.instagram.com/p/CoUwCfvvfj8/

Basa-basi merupakan warung milik sosok penguasaha bernama Edi Mulyono. Cabang Basa-basi sudah tersebar di berbagai titik dekat kampus-kampus besar di Jogja.

Sebenarnya, warung ini punya sajian dengan harga dan karakter yang mirip seperti beberapa warung pada pembahasan sebelumnya. Basa-basi juga menawarkan ruang yang lapang serta jaringan WiFi yang membuat nyaman pelanggan.

Menariknya, warung kopi ini kerap mengadakan agenda-agenda seperti diskusi hingga salawat. Di samping area kasir juga terdapat perpustakaan dengan beragam koleksi buku yang bisa dibaca para pelanggan.

#5 Kopi Lemah Abang

https://www.instagram.com/p/CYOiPWxPYh0/?hl=id

Kopi Lemah Abang terletak agak jauh dari keramaian kota, tepatnya di Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Lokasinya menawarkan panorama persawahan dan perbukitan yang memanjakan mata.

Salah satu menu andalannya adalah kopi luwak robusta dan arabika. Selain itu juga terdapat beragam masakan khas Jogja seperti mangut lele.

Satu hal yang unik, warung ini tidak menggunakan aliran listrik dari PLN. Pemilik Kopi Lemah Abang, Nining Sugiatmini bercerita kalau ia menggunakan tenaga surya berdaya 1300 watt agar ramah lingkungan.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Nasib Uang Rp500 Juta Pembeli Rumah di Tanah Kas Desa dengan Izin Bermasalah di Condongcatur dan tulisan menarik lainnya di kanal Kilas.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2023 oleh

Tags: kedai kopi di jogjawarung kopiwarung kopi jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi MOJOK.CO
Esai

Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi

19 Juni 2026
Tukang sayur di Solo lebih makmur ketimbang kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Sosok

Nekat Merantau dari Jakarta ke Solo untuk Bangun Usaha Sendiri, Kini Hidup Jauh Lebih Tenang dengan Gaji Berkecukupan

21 Mei 2025
Kisah Tukang Parkir di Jogja yang Menjadi Favorit Semua Orang MOJOK.CO
Esai

Dari Bingkisan Makanan hingga Undangan Nikah: Kisah Tukang Parkir Warung Kopi di Jogja yang Selalu Ramah kepada Pelanggan

6 Agustus 2024
Coffee Shop Jogja Bangkrut Ulah Rojali, Mahasiswa Tak Tahu Diri.MOJOK.CO
Ragam

Rojali Menjadi “Parasit” Bagi Coffee Shop di Jogja, Merusak Bisnis dan Pertemanan

21 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Alasan seorang ibu tak ragu kuliahkan anak di Universitas Terbuka (UT). Perjalanan dan pencapaian anak jadi jawabannya MOJOK.CO

Saat Ibu Dukung Anak Kuliah di Universitas Terbuka (UT): Berbuah Pencapaian Membanggakan

30 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.