Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Foto Rektor ITB Dijual Sebagai Aset NFT, Dugaannya Sebagai Bentuk Protes

NFT dua foto Rektor ITB dijual di marketplace OpenSea.

Redaksi oleh Redaksi
12 November 2021
A A
NFT Foto Rektor ITBMojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK. CO – Foto Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah jadi aset NFT dan dijual di marketplace OpenSea. Diduga terkait protes terhadap Seleksi Mandiri (SM) ITB 2021. 

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Reini Wirahadikusumah, sedang viral di media sosial. Ada dua fotonya dijadikan aset digital dalam bentuk non-fungible token (NFT).

NFT adalah barang atau karya seni seperti foto dan video dengan sertifikat digital yang tidak dapat diduplikasi. NFT sendiri merupakan teknlogi kripto yang aset-asetnya akan tercatat dalam blockchain.

Dalam foto tersebut terlihat Rektor ITB memakai jas almamater dan diberi judul “Ibu Rektor Tercinta #1” dan “Ibu Rektor Tercinta #2”. Hingga saat ini fotonya telah dilihat oleh ribuan walaupun belum ada yang mengkoleksi.

Foto berwarna Rektor ITB tersebut diunggah dan dijual ke marketplace OpenSea oleh akun itb1920. Kalau dilihat dari profilnya pengunggah baru bergabung di OpenSea pada bulan Mei 2021.

Kuat dugaan foto ini dijual sebagai bentuk protes karena dalam keterangan foto tersebut memuat tagar #ReiniOut. Pun dalam profilnya ia menulis bahwa akunnya bukan akun resmi ITB dan dibuat dalam rangka protes atas kebijakan SM ITB pertengahan 2021 lalu dan sudah terselesaikan oleh kampus.

Dalam keterangan foto Rektor ITB yang terpampang, si pengunggah menuliskan:

Masuk ke ITB, kukira aku akan mendapati kesempatan yang berimbang bagi semua. Tanpa melihat seperti apa aku dahulu, tanpa melihat rupa dan dari mana aku berasal, juga tanpa melihat seberapa banyak materi yang kumiliki. Padahal setahuku, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Kukira juga, hati seorang ibu memiliki ketulusan yang tak terbatas pada anak-anaknya. Memberi apa yang dibutuhkan bagi anaknya untuk berkembang, sesuai apa yang sudah menjadi haknya, untuk menjelajah seisi kota dan dunia; untuk tinggal dan berbuat demi masa yang jauh lebih baik.

Namun apa yang kulihat nyatanya berbeda. Ibuku mengelak saat diajak bicara, ibuku lebih memilih tersenyum pada dunia dan berpaling dari anaknya. Menganggap kita tiada, menganggap kita bukan manusia nyata. Materiku diambil tanpa terasa berguna, aku merasa hampa. Aku merasa berduka, kesempatanku dan penerus bangsa kurasa sudah tiada; aku rasa kami telah dianggap mati sejak lama.

Pihak ITB sendiri sudah dikonfirmasi mengenai hal ini. Melansir Kepala Biro Humas ITB, Naomi Haswanto, mengatakan pemasang foto tersebut tanpa sepengetahuan dan seizin ITB.

“Pemasangan Foto Ibu Rektor, tanpa sepengetahuan dan seizin ITB. Kami kurang tahu yang  memasang siapa,” ujar Naomi, dikutip dari Medcom.id.

Pun dengan Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah yang sudah berbicara mengenai kasus ini. Dilansir dari iNews.id ia mengatakan bahwa ITB tidak alergi terhadap kritik. Masukan dari mahasiswa dapat disampaikan masalah melalui wali akademik masing-masing, bimbingan konseling, melalui rekan sesama mahasiswa secara langsung, atau aplikasi GaneCare.

“Karena tidak ada identitas penulis, pesan yang disampaikan menurut saya isinya tidak jelas, termasuk tidak jelas ditujukan kepada siapa. Maka, saya tidak dapat meresponsnya,” ucap Prof. Reini.

Iklan

BACA JUGA ‘Penyalin Cahaya’ Pecahkan Rekor, Borong 12 Piala Citra dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2021 oleh

Tags: NFTRektor ITB
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

nft instagram mojok.co
Kilas

Kabar Gembira, NFT Instagram Sudah Diluncurkan di Indonesia

5 Agustus 2022
Higgs Domino dan Parlay Bola Memang Seksi, Membuatku Berani Bilang Persetan kepada Trading, Kripto, dan NFT MOJOK.CO
Konter

Higgs Domino dan Parlay Bola Memang Seksi, Membuatku Berani Bilang Persetan kepada Trading, Kripto, dan NFT

16 Mei 2022
nft mojok.co
Liputan

Sewon Bantul Jadi Gerbang Metaverse melalui NFT

12 April 2022
NFT Bambang Soesatyo Hingga Jokowi Sambutan Saat Luhut Angkat Telepon
Video

NFT Bambang Soesatyo Hingga Jokowi Sambutan Saat Luhut Angkat Telepon

9 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.