Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Mengenal Apa Itu Inflasi yang Sering Kali Ditakuti

Kenia Intan oleh Kenia Intan
8 Oktober 2022
A A
ekonomi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Akhir-akhir ini sering kita mendengar kata inflasi diucapkan oleh para ahli ekonomi. Laju inflasi yang tak terkendali disebut-sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya resesi. Namun sebetulnya apa sih pengertiannya? 

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) disebut menjadi biang kerok meningkatnya inflasi di September 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi September 2022 naik 1,17% dibanding Agustus 2022. Kenaikan ini menjadikan laju inflasi Januari-September 2022 sebesar 4,84%.

Kalau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu atau September 2021, saat itu laju inflasi mencapai 5,95%. Angka tersebut tergolong besar dibanding catatan-catatan sebelumnya. Akan tetapi, pemerintah mengklaim angka bulan September tahun ini lebih baik dibanding perkiraan sebelumnya yaitu di atas 6%.

Namun, sejatinya apa sih yang dimaksud inflasi? berikut ini penjabarannya.

Pengertian

Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia (BI), inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi. Kecuali, kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang-barang lainnya.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikannya sebagai kecenderungan naiknya harga barang dan jasa yang pada umumnya berlangsung secara terus menerus. Kenaikan harga barang dan jasa itu menyebabkan nilai mata uang turun. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Penyebab

Ada beberapa pemicu inflasi. Pertama, demand pull inflation yang timbul karena permintaan barang atau jasa lebih tinggi dari yang bisa dipenuhi oleh produsen. Ini menggambarkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat sehingga daya beli turut menguat.

Kedua, cost push inflation yang timbul karena adanya kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik. Faktornya bisa beragam, mulai dari depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara mitra dagang, serta peningkatan harga komoditas yang diatur pemerintah. Lalu, terjadinya bencana alam dan terganggunya rantai distribusi yang menimbulkan ketiadaan pasokan

Bisa juga campuran dari keduanya (demand pull inflation dan cost pull inflation) yang disebut bottle neck inflation.

Melihat konteks saat ini, inflasi yang terjadi di berbagai negara saat ini dipicu oleh cost push inflation. Konflik antara Rusia dan Ukraina membuat harga komoditas meroket yang berujung pada kenaikan harga.

Bagaimana dampaknya?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, inflasi tidak melulu pertanda buruk. Inflasi yang rendah dan stabil  merupakan prasyarat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Persoalannya saat ini, angka di berbagai negara, termasuk Indonesia tergolong tinggi dan tidak stabil.

Apabila tidak diatasi, kondisi ini bisa berdampak buruk pada perekonomian. Pertama, bisa terjadi penurunan pendapatan riil masyarakat. Standar hidup masyarakat akan ikut turun sehingga menjadikan semua orang, terutama orang miskin semakin bertambah miskin.

Kedua, menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman menunjukkan, inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan negara lain akan menjadikan tingkat bunga domestik riil tidak kompetitif. Ujungnya, dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah.

Iklan

Pakar menyebut, inflasi yang terjadi saat ini akan menggiring negara-negara memasuki jurang resesi. Sebabnya, demi mengendalikan inflasi, bank sentral berbagai negara akan menaikkan suku bunga acuan. Peningkatan suku bunga acuan akan menahan masyarakat untuk melakukan konsumsi, sehingga perlambatan ekonomi pun tidak terhindarkan lagi.

Walau begitu, Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu negara yang bakal tahan menghadapi gejolak ekonomi ke depan. Perekonomian Indonesia memang akan melambat, tetapi tidak akan berujung pada resesi seperti negara-negara lain.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Resesi, Ini Tips Investasi Agar Tetap Aman

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2022 oleh

Tags: Ekonomiinflasiresesi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Perang Iran Israel Bikin Nggak Waras, Masih Hidup Aja Syukur MOJOK.CO
Cuan

Perang Iran Israel Berpotensi Jadi Krisis Global, Kelas Menengah Ikutin Cara Ini Biar Tetap Waras Selama Bertahan Hidup

5 Maret 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Cinta dan Benci MOJOK.CO

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Batas antara Cinta dan Benci

11 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.