Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Jogja Punya 3.000 Kedai Kopi, Coba Tebak Berapa Perputaran Uangnya?

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
24 Agustus 2022
A A
kedai kopi di jogja mojok.co

Sam Yancik dari Komunitas Kopi Nusantara (kanan) menyampaikan tentang Jogja Coffee Weeks #2 di JEC, Rabu (24/08/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Deret predikat untuk Yogyakarta nampaknya bisa semakin bertambah menjadi ‘Kota Seribu Kedai Kopi’. Pasalnya di kota ini ada lebih dari 3.000 kedai kopi yang bertebaran di kabupaten/kota.

Komunitas Kopi Nusantara mencatat, sebelum pandemi jumlah kedai kopi di Jogja mencapai lebih dari 1.700 kedai kopi. Selama pandemi, jumlahnya justru meningkat hingga 3.000 lebih kedai dan warung kopi.

Jumlah ini belum termasuk sekitar 3.000 warung angkringan yang juga menjual kopi. Tak main-main, perputaran uang dalam bisnis perkopian di Yogyakarta bisa mencapai lebih dari Rp360 Miliar per tahun.

“Tentu bukan hal yang muluk bila kita ingin menjadikan Jogja sebagai salah satu representatif di peta kopi dunia sejajar dengan Helsinki, Seattle, Roma, Melbourne, Amsterdam dan Tokyo,” papar Sam Yancik dari Komunitas Kopi Nusantara di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (24/08/2022).

Tingginya konsumsi kopi di Yogyakarta inilah, menurut Sam yang akhirnya menginisiasi komunitas tersebut untuk menggelar Jogja Coffee Week #2 pada 2-6 September 2022 mendatang di JEC. Setiap pengunjung bisa mencecap dan menikmati beragam kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, 166 brand kopi mulai dari hulu hingga hilir juga dihadirkan. Mulai dari para petani hingga beragam produk turunan kopi dari seluruh Indonesia.

“Para pengunjung bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan kopi yang diampu para ahli,” jelasnya.

Dengan keriuhan penikmat kopi di Yogyakarta, Sam optimis ada lebih dari 50 ribu orang akan hadir dalam acara tersebut. Sehingga perputaran uang sekitar Rp 1,5 hingga 2 Miliar pun bisa terjadi hanya dalam kurun waktu lima hari.

Terlebih ada Kontes Kopi Nusantara yang diikuti 239 perorangan maupun kelompok mulai dari Individu petani atau prosesor, kelompok tani, koperasi tani dan perusahaan dari Aceh sampai Papua. Mereka akan mengikuti kompetesi kategori Robusta, Arabika proses kering dan basah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno serta Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dijadwalkan hadir. Diharapkan agenda tersebut akan menjadi momentum bangkitnya ekonomi pasca pandemi.

“Hal ini tentu menjadi wadah promosi dari pemula di hulu, UMKM, hingga perusahaan besar pemilik merk-merk terkenal dengan segala turunannya baik dari sisi hulu, tengah dan puncaknya di sisi hilir,” tandasnya.

Sementara Ketua Panitia Jogja Coffee Week#2, Rahadi Saptata Abrar, mengungkapkan kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha kopi. Mulal level pelaku di hulu, tengah hingga puncaknya di hilir untuk dapat sama sama menjadi ajang perjumpaan antar pelaku dengan pasar.

“Jogja sebagai kata pelajar, kota budaya, dan kota pariwisata pun akan semarak dengan kopi,” paparnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sisi Gelap Kedai Kopi Jogja: Ganti Barista Tiap 3 Bulan demi Cuan

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2022 oleh

Tags: baristakedai kopikedai kopi jogjakopiwarung kopi
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Beasiswa Kepemimpinan TELADAN Tanoto Foundation beri bekal soft skills untuk mahasiswa menyongsong dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi MOJOK.CO
Kampus

Soft Skills untuk Mahasiswa agar Tak Gagap di Dunia Kerja, Dari Kedai Kopi hingga Organisasi Filantropi

21 November 2025
Pertama kali ngopi di gerai kopi Starbucks Surabaya, turuti gengsi hingga berakhir konyol gara-gara menu MOJOK.CO
Kuliner

Sekali Seumur Hidup Ngopi di Starbucks, Jadi Konyol dan Menyesal karena Salah Nyebut Menu sampai Bawa Pulang Cup Bekas Kopi

29 September 2025
Angkringan Jogja Pamornya Tak Akan Pernah Meredup, meski Harganya Tak Lagi Bersahabat
Pojokan

Angkringan Jogja Pamornya Tak Akan Pernah Meredup, meski Harganya Tak Lagi Bersahabat

7 Juli 2025
Tukang sayur di Solo lebih makmur ketimbang kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Sosok

Nekat Merantau dari Jakarta ke Solo untuk Bangun Usaha Sendiri, Kini Hidup Jauh Lebih Tenang dengan Gaji Berkecukupan

21 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.