Biaya Hidup Melonjak, Sebagian Warga Inggris Beralih ke Judi dan Kripto

judi mojok.co

Seorang wanita memegang uang kertas poundsterling Inggris dalam foto ilustrasi yang dibuat pada 30 Mei 2022. (ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/as)

MOJOK.COWarga Inggris yang berjudi dan investasi di mata uang kripto mengalami peningkatan belakangan ini. GamCare, lembaga yang menangani pecandu judi, mengutarakan bahwa kenaikan ini terjadi karena upaya untuk mencukupi kebutuhan karena terjadi lonjakan biaya hidup.

GamCare melaporkan bahwa pihaknya banyak menerima telepon dari penerima bantuan sosial yang berjudi dan berharap menang agar bisa menutupi kebutuhan, tetapi mereka kalah taruhan. Sebagian orang yang telah pulih dari kecanduan kini berjudi lagi karena tekanan finansial.

Masyarakat di Inggris tengah menghadapi tingginya angka inflasi yang saat ini mencapai 9,1 persen pada Mei 2022. Ini merupakan rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Bank sentral Inggris, Bank of England, telah memperingatkan bahwa inflasi dapat menembus angka 11 persen pada Oktober.

Sebuah survei dengan 4.000 lebih responden oleh GamCare dan dirilis pada Kamis (23/6/2022) menunjukkan 46 persen di antaranya mengaku khawatir dengan kondisi keuangan mereka. Lebih dari separuh responden mengaku telah berjudi dalam 12 bulan terakhir dan sebagian besar dari mereka kehilangan uang.

“Para penasihat di layanan bantuan kami mendengarkan bahwa biaya hidup sedang mempengaruhi perilaku berjudi, khususnya di kalangan mereka yang telah pulih [dari kecanduan],” kata Anna Hemmings, kepala eksekutif GamCare, dilansir dari Antara.

Selain itu, Hemmings juga mengungkapkan bahwa timnya banyak dihubungi orang yang mencari bantuan terkait perdagangan kripto. Orang-orang yang membeli Bitcoin dengan poundsterling enam bulan lalu dan berharap bisa memenuhi kebutuhan hidup telah kehilangan 55 persen dari investasi mereka.

GamCare mengatakan 43 persen penjudi bermasalah telah berinvestasi di mata uang kripto, 25 persen di antaranya mengaku ingin berinvestasi lebih banyak lagi untuk menutupi kerugian. Sebagai perbandingan, hanya ada 7 persen dari total investor kripto yang ingin menanamkan uangnya lebih banyak pada mata uang digital itu.

Belakangan ini, ekonomi dunia memang sedang mengalami guncangan yang salah satunya disebabkan konfik antara Rusia-Ukraina. Sejumlah negara melaporkan kenaikan angka inflasi. Selain Inggris, Amerika Serikat juga mengalami inflasi serupa.

Bank Dunia juga merilis laporan Prospek Ekonomi Global yang memprediksi ekonomi global melambat menjadi 2,9 persen pada tahun 2022. Jika dibandingkan 2021, tahun ini terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pengusaha Minta DPR Kaji Lagi Kebijakan Cuti Melahirkan 6 Bulan dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

Exit mobile version