MOJOK.CO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menjatuhkan sanksi kepada 180 SPBU di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga awal September 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 16 persen dari total 1.117 SPBU yang beroperasi di kedua wilayah.
Sanksi diberikan berdasarkan laporan masyarakat maupun investigasi mandiri Pertamina terhadap praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi oleh oknum operator atau karyawan SPBU.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Risky Diba Avrita, dalam keterangannya pada 4 September 2026, mengatakan pemberian sanksi mengacu pada perjanjian antara Pertamina dan lembaga penyalur.
“180 SPBU tersebut terdiri dari 8 SPBU di DIY dan sisanya di Jateng. Jenis pelanggarannya beragam, mulai dari terbanyak 97 di antaranya penyaluran tidak sesuai peruntukan/ketentuan, CCTV tidak sesuai ketentuan 25 SPBU, sarfas tidak sesuai ketentuan 7 SPBU,” ujar Diba.
“Sanksi yang dijatuhkan juga beragam, mulai dari surat peringatan hingga penghentian penyaluran selama waktu tertentu,” imbuhnya.
Menurut Diba, sekitar 40 persen dari 180 sanksi tersebut berawal dari pengaduan masyarakat melalui Pertamina Call Center 135. Ia menyebut keterlibatan masyarakat turut membantu pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Diba menjelaskan, Pertamina memiliki kewenangan mengawasi dan memberikan sanksi atas pelanggaran pada sisi lembaga penyalur maupun operator SPBU. Sementara itu, penanganan penyalahgunaan oleh konsumen membutuhkan keterlibatan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
Ia mencontohkan pengisian berulang dan penggunaan tangki modifikasi sebagai perilaku konsumen yang dapat mengarah pada penimbunan BBM. Namun, menurutnya, pengisian berulang tidak serta-merta dapat ditindak oleh Pertamina karena ketentuan yang menjadi acuan SPBU masih memungkinkan konsumen melakukan pembelian pada waktu berbeda.
Pertamina mengajak masyarakat melaporkan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Pertamina sebut stok BBM aman, konsumsi Pertalite meningkat
Dalam keterangan terpisah pada 19 Oktober 2026, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, menyatakan stok BBM di kedua wilayah dalam kondisi aman. Ia mengatakan Pertamina terus menjaga ketersediaan pasokan setiap hari.
Menurut Taufiq, stok Pertalite mencapai delapan kali lipat konsumsi normal, Pertamax 18 kali lipat, Biosolar 15 kali lipat, dan Pertamax Turbo delapan kali lipat konsumsi normal.
Taufiq mengaitkan bertambahnya antrean Pertalite dengan peralihan konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax. Ia menyebut konsumsi Pertalite meningkat sekitar 7–8 persen setiap bulan sejak Juni.
Sebelum gejolak di Timur Tengah, menurut Taufiq, pangsa pasar Pertamax di DIY mencapai sekitar 20–25 persen dari seluruh produk BBM. Peralihan sebagian konsumen tersebut disebut turut menambah antrean pembelian Pertalite.
Untuk mempercepat pelayanan, sejumlah SPBU dengan antrean mengular melakukan pengaturan antrean menggunakan petugas atau marshalling. SPBU juga memberlakukan larangan pembelian berulang maupun pembelian yang diindikasikan untuk dijual kembali oleh pengecer.
Selain itu, sejumlah SPBU menyediakan air mineral dalam kemasan bagi konsumen yang mengantre.
Taufiq mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga dapat memantau kondisi SPBU melalui akun Instagram resmi @pertamina.jatengdiy yang, menurutnya, menayangkan laporan langsung dua kali sehari.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Agung Purwandono