Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Perbedaan Hoaks Soal Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 Menurut Ketum PPP Romahurmuziy

Redaksi oleh Redaksi
15 Desember 2018
A A
hoaks jokowi kilas MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menurut Ketum PPP, Romahurmuziy, ada perbedaan aktor yang memproduksi hoaks Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Seperti apa?

Tempo hari, Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir, memberi arahan kepada timses Jokowi-Ma’ruf untuk lebih ofensif. Setelah sekian lama bermain bertahan, Erick Thohir ingin kubu petahana lebih agresif menyerang. Erick menggunakan istilah “semut diinjak saja menggigit”. Dan tidak butuh waktu lama, taktik ofensif itu mulai terlihat.

Yang pertama adalah ketika La Nyalla Mattalitti buka-bukaan bahwa dirinya pernah menyebarkan hoaks soal Jokowi.

“Saya sudah minta maaf dan saya sudah mengakui bahwa saya yang sebarkan (isu) PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI. Saya yang mengatakan Pak Jokowi itu Kristen, agamanya nggak jelas, tapi saya sudah minta maaf karena saya bukan oposisi,” ujarnya.

Pernyataan ini sangat mengejutkan bagi kedua belah pihak, baik petahana maupun oposisi. Secara sekilas, pernyataan La Nyalla ini memang mengutungkan petahana. Jelas dong, apa yang disampaikan secara tidak langsung menampar pihak yang berseberangan.

Gaung bersambut, kali ini Ketua Umum PPP, Romahurmuziy yang membuat perbandingan soal haoks kepada Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Perbandingan yang dibuat oleh Rommy–nama panggilan Romahurmuziy–sangat telak menyerang Prabowo, Amien Rais, dan para petinggi kubu oposisi.

Rommy menyebut bahwa saat ini, perbedaanya terletak kepada aktor yang memproduksi hoaks. Jika pada Pilpres 2014 para simpatisan yang bekerja membuat hoaks Jokowi, kali ini para “bos” yang turun langsung untuk memproduksi hoaks.

Untuk Pilpres 2014, Rommy mencontohkan waktu itu simpatisan membuat tabloid Obor Rakyat yang menyebut bahwa Jokowi adalah simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan non-muslim.

“Obor Rakyat itu simpatisan. Saya ada di tim resmi Prabowo dan saya memastikan itu bukan diciptakan oleh tim resmi. Tetapi sebagai tim resmi saat itu, kami mengetahui,” ungkap Rommy blak-blakan.

Saat itu, Rommy sudah pernah melihat dummy Obor Rakyat, bahkan diminta untuk mengoreksi konten dari tabloid tersebut. “Kemudian, saya sebagai ketua Divisi Staf Strategi Prabowo-Hatta, saya mengatakan saya tidak ikut-ikutan karena ini hoaks. Kalau memang kalah, nanti akan jadi masalah, dan betul jadi masalah,” jelas Rommy.

Hmm…kalau memang tahu ada hoaks, kok diam saja Pak Rommy? Heuheu…

Nah, jika pada Pilpres 2014 yang lalu hoaks dibuat oleh para simpatisan, kali ini, di Pilpres 2019, hoaks justru diproduksi oleh “bos-bosnya” secara langsung.

“Bukan hanya tim Prabowo, tapi Pak Prabowo sendiri saja sudah banyak hoaks yang disampaikan. Seperti Indonesia bubar 2030, kan itu hoaks. Orang adanya dari novel. Ratna Sarumpaet dipukuli, kan itu yang jumpa pers Pak Amien Rais, kan tokoh-tokohnya langsung. Jadi ini sudah menunjukkan penurunan kualitas manuver mereka karena dulu itu kan yang turun kroco-kroco, sekarang sudah bos-bosnya langsung yang turun,” kata Rommy.

Hmm…itu namanya bekerja secara langsung, Pak Rommy. Tidak berpangku tangan, namun produktif demi pemenangan. #ehhh #maafsatire #maafsekadarmengingatkan (yms)

Iklan

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2018 oleh

Tags: hoaks jokowijokowiPilpres 2019
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.