Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Amien Rais Bicara Baratayuda dan Armageddon, Buya Syafii: Sandiaga Uno Ingin Damai

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
3 Desember 2018
A A
Amien Rais MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mbah Amien Rais, kalau memang terjadi Perang Baratayuda, siapa yang cocok memerankan tokoh Sengkuni? Ada referensi?

Mungkin beliau lelah. Untuk ke sekian kalinya, Amien Rais membuat publik terkekeh. Betul, bagi saya, yang mana juga bagian dari publik, komentar-komentar Amien Rais tak lagi menakutkan. Malahan, semakin hari, semakin lucu menggemaskan saja. Apalagi ketika komentarnya diserang balik oleh orang yang lebih kompeten. Kontradiksi. Mungkin panjenengan sudah lelah, Mbah Amien.

Jujur saja, dulu, saya sengit betul dengan Mbah Amien. Apalagi ketika beliau tidak jadi jalan kaki dari Yogyakarta menuju Jakarta. Padahal, kan, kalau jadi, mbok yakin bakal banyak yang ikutan. Ikutan keplok dan menyoraki. Begini lho, Mbah, saya rasa panjenengan makin lama makin insecure, makin merasa tidak aman saja.

Mau bukti. Kita mundur ke Juli 2018, ketika Mbah Amien merasa gusar karena dirinya banyak diserang oleh netizen. Memang, netizen ini maha benar, Mbah. Sabar ya. Masalahnya adalah, tak mungkin netizen menyerang jika tidak diberi bahan. Siapa yang memberi bahan? Ya panjenengan sendiri, Mbah. Masalahnya di situ.

Mbah Amien sendiri kan yang menciptakan dikotomi Partai Setan dan Partai Allah. Mbah Amien juga yang “menuntut” kalau pengajian itu harus disisipi dengan pesan-pesan politik. Komentar-komentar seperti ini enak betul dijadikan bahan bercandaan netizen. Ya jangan salahkan netizen kalau ada yang nggak hanya bercanda, tapi menyerang panjenengan.

Sampai-sampai Mbah Amien Rais menyebut ada semacam pasukan siber yang khusus dibikin untuk menyerang panjenengan. Saya, kalau bisa bikin pasukan siber, mending buat nge-buzz jualan di IG atau Tokopedia. Lebih menguntungkan dan berfaedah saja. Mbah, merasa insecure itu berbahaya. Nanti jatuhnya bisa fitnah. Fitnah kan dilarang agama.

Panjenengan kan seseorang yang bisa dikatakan sebagai “ulama”. Maka hendaknya jangan gegabah menuduh yang bukan-bukan. Yang saya tulis ini sederhana banget, lho. Seharusnya sangat mudah untuk dipahami. Tapi kok ya dasarnya panjenengan keras kepala. Ngapunten sebelumnya saya sebut panjenengan begitu. Bukannya mau nranyak sama yang lebih tua.

Begini, Mbah Amien Rais yang saya naksir sama baju-baju batiknya. Masa kampanye Pilpres 2019 ini kan sebetulnya sudah tidak sehat lagi. Kalau bahasa ahli politik: sudah tidak produktif. Lha wong isinya malah saling menghina. Dan celakanya, jatuhnya ke fitnah lagi. Apalagi sampai bikin hoaks pemukulan, tapi ternyata kena oplas saja.

Sekarang sudah Desember 2018. Coblosan tinggal empat setengah bulan lagi. Setidaknya kita masih punya waktu untuk menyajikan kampanye-kampanye yang cerdas dan enak diikuti. Kalau bahasa ndakik-ndakiknya ya begitu. Tapi saya mengerti kalau harapan itu susah terjadi. Apalagi ketika Mbah Amien kembali bikin publik terkekeh.

Tanggal 30 November 2018 yang lalu, panjenengan kembali menciptakan istilah yang bikin perut ini sampai mulas ketawa. Acaranya adalah Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Yogyakarta ketika Mbah Amien Rais meramalkan akan terjadi Baratayuda dan Armageddon di 17 April 2019 atau ketika coblosan.

“Ini permainan memang tinggal empat setengah bulan lagi. 17 April itu adalah pertaruhan yang terakhir apakah unsur-unsur PKI akan menang ataukan sebaliknya. Ini pertarungan Baratayuda, Armageddon, sudah kurang dari empat setengah bulan. Jadi kita harus betul-betul konsolidasi,” kata Mbah Amien ketika Muktamar.

Sebentar, ini mau Baratayuda atau Armageddon duluan? Jangan sampai kebalik. Mbah Amin tahu, kan artinya Baratayuda dan Armageddon. Kan enggak lucu kalau Armageddon duluan. Mau perang di mana kalau dunia udah kiamat? Cebong dan kampret mau tweet war di pintu neraka? Dear dik Hanum Rais, yang sabar ya.

Membaca pernyataan Mbah Amien Rais, luruh sengit saya. Hilang rasa jengkel saya setiap membaca komentar-komentar beliau sebelumnya. Semuanya berubah menjadi rasa kasihan. Saya kasih tahu ya. Merasa selalu tidak aman, insecure, itu melelahkan lho. Bikin kepala saya senut-senut karena tensi naik.

Saya masih muda. Bagaimana dengan Mbah Amien yang yuswa-nya sudah 74 tahun. Saya cuma takut terjadi yang nggak-nggak. Kalau Mbah sakit, kami juga sedih. Oleh sebab itu, saya cuma bisa menyarankan Mbah Amien lebih banyak ngobrol sama Buya Syafii, misalnya. Ngbrol dengan teman sejawat di Muhammadiyah kan bisa lebih terbuka. Atau mau curhat ke orang NU biar ketularan lucu? Curhat, Mbah. Rasa tidak aman itu jangan disimpan sendiri.

Iklan

Contoh Buya Syafii yang berusaha memadamkan api yang coba Mbah sulut. Ketika ketemu dengan Sandiaga Uno, cawapres yang Mbah dukung, Buya Syafii menegaskan bahwa Indonesia ini jangan sampai tercabik-cabik. Pilpres 2019 dan Pileg 2019 harus lebih damai.

“Sebagai orang tua, siapa yang berkunjung ke sini saya terima dengan baik. Tadi saya sampaikan kepada cawapres (Sandi), jika nanti terpilih jadilah wapres rakyat Indonesia, bukan wapres hanya partai pendukung. Jadi dari posisi politisi menjadi negarawan. Itu yang sering saya sampaikan, itu kuncinya agar Indonesia tidak tercabik-cabik. Pilpres Pileg juga lebih damai lah, tergantung kepada elitenya, kalau elitenya ngompor-ngompori itu menurut saya ndak sehat lah, itu melelahkan,” kata Buya Syafii.

Itu lho, Mbah Amien. Ngompor-ngompori itu melelahkan. Buat usia tua, bisa jadi penyakit. Ini saya sayang sama Mbah Amien. Makanya saya berani mengingatkan tanpa maksud menggurui.

Apalagi kemudian, Buya Syafii mengungkapkan bahwa ketika bertemu dengan dirinya, Sandiaga Uno ingin kampanye yang damai dan jujur membela bangsa ini.

“Dan Sandi nampaknya sudah mau berusaha ke arah itu supaya semua damai dan semua betul-betul secara jujur membela bangsa ini, merajut kembali persatuan keutuhan bangsa jangan sampai terkoyak-koyak.”

Nah kan, kontradiksi lagi. Mbah Amien Rais menggambarkan Pilpres 2019 sebagai sebuah babagan perang, sementara Sandiaga Uno ingin kampanye yang damai. Mbok kalau satu kubu itu setidaknya seiya sekata.

Lagian, kalau memang terjadi Perang Baratayuda, siapa yang cocok jadi Sengkuni, Mbah Amien Rais?

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2018 oleh

Tags: Amien RaisPilpres 2019Sandiaga Uno
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais
Video

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

10 September 2024
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO
Esai

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
sandiaga uno ppp mojok.co
Kotak Suara

Sandiaga Uno Gabung PPP, Apa Dampak Elektoralnya?

23 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.