Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Zikir Kesibukan

Candra Malik oleh Candra Malik
2 Juli 2015
A A
Zikir Kesibukan

Zikir Kesibukan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya tak lagi sempat menenteng tasbih ke mana-mana. Selain kedua ibu jari memang semakin sibuk memencet aksara pada layar, ruas-ruas jari-jemari saya lebih suka bersekutu menanggung punggung gajet.

Doa kian sering saya tuliskan daripada saya ucapkan. Tanpa melibatkan lisan, perasaan dan pikiran bisa saya curahkan. Bahkan, publik bisa saya libatkan mengamini doa-doa itu, apalagi jika kami memiliki kesamaan permohonan dan harapan.

Saya tak lagi sempat membawa kitab suci ke mana-mana. Cukuplah dengan mengandalkan situs-situs penyedia jasa daftar surat, muratal, unduh, dan cari dengan kata kunci untuk mendapatkan firman Ilahi dengan cepat. Al-Quran tak lagi hanya lembar mushaf yang dicetak, namun kini telah tersedia pula secara online. Lebih luas dan leluasa dijangkau oleh siapa pun di mana pun, tentu saja dengan catatan: terdapat sambungan internet untuk mengaksesnya.

Saya tak lagi sempat menghadiri majelis taklim sejak sibuk ke mana-mana. Tapi syukurlah kini radio-radio pun semakin berlomba-lomba mengudarakan tausiah dari ustadz dan ustadzah, apalagi di Bulan Suci Ramadan. Sebagian besar konsisten menyiarkan azan maghrib dan subuh, bahkan menjadi kewajiban bagi televisi-televisi nasional untuk tidak lupa mengumandangkannya. Slot untuk itu tak bisa dikalahkan oleh iklan, pun tak boleh telat.

Saya merasa dimengerti.

Ya, saya merasa dimengerti. Saya orang sibuk.

Ketika libur saya tidak mau diganggu oleh kesibukan duniawi. Itu saatnya untuk meletakkan gajet, memutus hubungan dengan internet dan segala yang digital, mematikan radio dan televisi, untuk semata-mata kembali kepada keluarga. Bagi saya, keluarga adalah permata jiwa raga yang harus saya jaga. Saya tak mau lagi sibuk mengurusi yang lain ketika ada ruang dan waktu bersama keluarga.

Saya semakin sulit menemukan seruan-seruan yang mengingatkan telah tiba waktu salat fardlu. Hiruk-pikuk kota lebih bising daripada berisik toa yang diprotes oleh pejabat negara. Tapi, tak cukup alasan juga bagi kaset-kaset untuk mengganggu tidur saya di pagi buta. Saya perlu bangun segar-bugar untuk memulai hari kerja, pun saya tak ingin ketenangan saya dirusak ketika mendapat cuti dan bisa bangun siang. Saya toh sudah pasang ringtone azan.

Bukan. Bukan maksud saya banyak menggerutu. Saya hanya suka jika saya dimengerti. Toh iman itu soal masing-masing dan yang suka beramal tidak harus kemudian merasa sok penting.

Saya tidak pernah bercerita kepada siapa-siapa ketika mengumpulkan fakir miskin dan anak yatim-piatu. Saya biarkan kamera menyorot mereka dengan kesadaran industri. Saya tidak perlu mengajari mana yang perlu ditonjolkan, setiap kita toh tahu mana yang bisa dipamerkan.

Saya tidak lagi sempat belajar dengan harus duduk berlama-lama menyimak pemateri. Kini penyedia jasa informasi sangat banyak, dan membantu saya menyiasati kedangkalan. Menyulapnya menjadi kedalaman dalam tempo yang ringkas. Saya jadi suka membagi ilmu pengetahuan sekejap itu melalui broadcast message.

Siapa pun niscaya setuju betapa kearifan harus dirayakan dengan menyebarkannya, tak harus selalu dengan mengalaminya sendiri.

Sanad guru dan sanad ilmu memang penting, tapi toh bukan segala-galanya. Kemudahan yang telah diberikan oleh teknologi perlu disadari sebagai fakta hari ini yang tak bisa dipungkiri. Jika selama ini kita terkendala oleh jarak dan waktu untuk bisa belajar, mengapa kini harus menolak keterbukaan ‘sekolah zaman’ yang murah-meriah? Toh saya juga suka memajang foto tokoh-tokoh inspiratif dengan menorehkan petuah dari kutipan mereka yang terpopuler.

Yang instan tidak selalu buruk. Di mana-mana orang sepakat bahwa teknologi itu semakin maju semakin sederhana. Yang beranggapan bahwa “teknologi maju tapi peradaban mundur” hanya orang-orang yang kuper dan gaptek. Saya toh tidak kehilangan adab.

Kini emoticon semakin beragam. Airmata bisa digambar dengan ekspresi sedih maupun senang; cemberut atau pun tertawa. Percakapan justru bisa jadi lebih akrab lewat japri/jaringan pribadi.

Lalu-lintas semakin hari semakin tak bisa ditebak. Macet terjadi bahkan tanpa perlu sebab lagi. Silaturahmi tak boleh berhenti hanya karena kemajuan kota. Syukurlah sekarang saling kontak bisa lebih gampang. Jarak semakin pendek. Wajar jika pesan pun menjadi semakin pendek. Sebab, waktu kita juga semakin pendek. Berbagai aplikasi membantu kita menyampaikan pesan itu dengan lebih warna-warni, ramai artifisial, dan semarak oleh visualisasi

Saya suka dimengerti. Saya sibuk, dan zikir saya adalah zikir kesibukan yang tak pernah berhenti. Dari rumah, saya bawa ke kantor. Dari kantor, saya bawa ke rumah lagi. Saya kerjakan sambil makan-minum, saya lakukan sembari bercakap-cakap, saya lakoni seraya mengabarkan kepada dunia betapa Anda tidak sendiri dalam kesibukan. Kita sama-sama hanyut. Karena itulah, saya minta dimengerti. Orang hanyut itu butuh ditolong, bukan justru dimaki.

Kesibukan ini selalu mengingatkan saya bahwa saya lupa lagi dan lupa lagi. Tapi, manusiawi jika saya masih sering lupa mengingat dan mengingat lagi.

Iklan

Ada dua macam manusia di dunia ini, ternyata. Pertama, ia yang kelebihan kekurangan. Kedua, ia yang kekurangan kelebihan. Entah saya yang mana. Yang jelas, saya sering kekurangan waktu tapi kelebihan beban. Saya acap kelebihan harapan tapi kekurangan pencapaian. Karena itu, hari demi hari saya semakin sibuk.

Saya sadar: saya mengejar yang tak pasti. Sebab, yang tak pasti itulah yang terus berlari. Saya takkan mengejar hal yang pasti. Sebab, yang pasti itu sudah pasti takkan lari dari saya. Bukankah Tuhan itu Maha Pasti? Bukankah takdir itu kepastian? Dan bukankah kematian itu juga kepastian? Lahir, wafat, rezeki, dan jodoh itu pasti.

Saya sibuk bukan sibuk mengais duit. Saya sibuk hidup di tengah orang-orang sibuk. Dan itulah zikir perkotaan yang ramai dalam kesepian.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: Al-QuranSibukZikir
Candra Malik

Candra Malik

Artikel Terkait

ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Muhammad Tri, Lulusan Sejarah UGM yang Merawat Ratusan ODGJ dengan Salat dan Zikir. MOJOK.CO

Muhammad Tri, Lulusan Sejarah UGM yang Merawat Ratusan ODGJ dengan Salat dan Zikir

10 April 2023
penyakit ain mojok.co

Hati-hati Penyakit Ain! Berikut Ciri-cirinya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

4 Januari 2023
tadarus al quran raksasa mojok.co

Berburu Pahala di Akhir Puasa dengan Al Quran Raksasa

28 April 2022
hafal al-quran tidak perkalian

Hafal Al-Quran tapi Tak Mau Hafal Perkalian

28 November 2021
Agar Argumen Ade Armando soal Waktu Sholat Lebih Kontroversial

Agar Argumen Ade Armando soal Waktu Sholat Lebih Kontroversial

23 November 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.