Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ustaz Maaher Memang Pemberani tapi Bukan Lawan Sepadan Nikita Mirzani

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
16 November 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ustaz Maaher dengan gagah dan fasih mencemooh, “Babi betina lonte oplosan penjual selangkangan,” ke Nikita Mirzani.

“Seperti membangunkan macan dari tidurnya,” demikian tanggapan beberapa orang ketika Nikita Mirzani mengatakan Habib sebagai tukang obat.

Iklan

Itu tanggapan yang tak masuk akal. Pertama, belum pernah ditemukan kasus di mana macan menyerukan revolusi akhlak sebagai syarat rekonsiliasi kepada segerombol rusa buruannya.

Kedua, macan itu makhluk soliter, sementara Habib Rizieq kerap berdiri di tengah kerumunan dan menjadi kian gagah justru karena berjamaah.

Saya belum menemukan tanggapan resmi dari Habieb Rizieq terkait kasus tersebut, mungkin karena blio sedang sibuk beradaptasi dengan lingkungan setelah bertahun-tahun menetap di Negeri jauh. Namun begitu, reaksi orang-orang di sekitarnya sudah cukup untuk sekadar disebut seram.

Paling gaduh tentu saja Ustaz Maaher Al Thuwailibi, yang dengan gagah berani—dan tampak terlatih—memberi cemooh, “Babi betina lonte oplosan penjual selangkangan,” ke Nikita Mirzani.

Dalam skena percemoohan Indonesia, Ustaz Maaher Al Thuwailibi hanya setingkat di bawah celetukan Mas Kasino dalam film Warkop DKI, Dongkrak Antik (1982), yang melegenda itu, “Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, kirik!”

Dan, jangan lupa, Ustaz Maaher juga mengancam—meski menggunakan kata mengimbau—akan mengepung kediaman Nikita Mirzani, ditemani 800 laskar pembela ulama.

Katanya, mereka siap menumpahkan darah hingga tetes terakhir. Itu serius, dan sebetulnya sudah cukup membuat bulu kuduk siapa pun ambil ancang-ancang sikap sempurna—seperti ketika upacara bendera.

Tetapi dengan segala hormat dan penuh menjura, sebagai sesama muslim dan penggemar berat Habib Rizieq, saya mesti mengatakan bahwa Ustaz Maheer bukan lawan sepadan bagi Nikita Mirzani.

Jalan terbaik—bahkan mungkin satu-satunya yang paling memungkinkan—untuk menyudahi segala keriuhan ini, adalah dengan mengejawantahkan spirit revolusi akhlak.

Ustaz Maaher melepaskan egonya dan mau meminta maaf karena telah beringas mencemooh; kemudian rangkul Nikita Mirzani untuk memperbaiki diri. Adem, mantap, dan berakhlakul karimah.

Namun, apabila Ustaz Maaher masih bersikukuh dengan pendiriannya, blio mesti mempersiapkan amunisi terbaik untuk bertahan. Ya bertahan saja, untuk menyerang rasanya masygul sekali.

Saya telah mengikuti Nikita Mirzani cukup lama. Pemilik tato ciamik di punggung ini adalah orang kedua yang saya ikuti ketika membikin Instagram—tentu saja setelah Dian Sastro. Dan sejauh pengamatan saya, dia bukan sekadar ibu-ibu tangguh tetapi juga ibu-ibu penuh siasat.

Begini, sebelum ancaman dikepung 800 laskar pembela ulama, Nikita Mirzani beberapa kali dikepung lebih dulu oleh ratusan—atau mungkin ribuan—pengendara ojek online secara sporadis.

Pasalnya, pada satu masa, seorang pengendara mengaku diberi tips satu juta rupiah oleh Nikita, dan itu membuat kawan-kawannya datang mengepung dengan harapan mendapat rezeki serupa.

Boleh jadi, peristiwa itu adalah siasat Nikita Mirzani untuk melatih diri dari kepungan-kepungan lain yang kelak datang menghadang. Dan yang membedakan antara ancaman 800 laskar pembela ulama, atau kelompok pengendara ojol, sejatinya sebatas atribut dan kepentingan; yang satu memakai jaket hijau sementara yang lain bersorban putih, yang satu untuk kepentingan perut sementara yang lain untuk kepentingan gengsi iman.

Belum cukup? Oke, saya punya bukti lain bahwa Nikita Mirzani akan keluar sebagai pemenang dalam kasus ini.

Iklan

Anda mungkin tahu Puan Maharani, salah satu orang yang sangat berpengaruh di Republik. Nikita Mirzani, dengan segala keluwesan dan keselowannya, enteng saja menuduh ketua DPR RI itu mematikan mikrofon dalam sidang pengesahan RUU-CIPTAKER, dan memintanya untuk kembali mengingat butir Pancasila.

Ancaman serius tentu saja datang. Ormas bernama Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN), telah bersiap mensomasi sang Nyai, bahkan sesumbar telah menyiapkan 100 pengacara pilih tanding apabila ia tak segera membeberkan klarifikasi dan permohonan maaf dalam waktu 1×24 jam.

Saya tekankan watak Nikita Mirzani; penuh siasat. Sebelum berurusan dengan ormas-ormas lain, blio telah menjajal ilmu dengan ormas yang tingkatannya pembela DPR RI.

Jawaban Nikita untuk kasus itu adalah, mempersiapkan seribu jin dan makhluk halus. Ajaib, melawan sesuatu yang nirfaedah, dengan cara yang tak masuk akal.

Beberapa pekan setelahnya, Puan Maharani mengaku bahwa dialah orang yang mematikan mikrofon, dan malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya~.

Dengan begitu, Alih-alih seperti Ustaz Maaher yang berlebihan dan mengurus energi, saya lebih bersepakat kepada Aziz Yanuar, tim kuasa hukum FPI bahwa, “Hemat kami, sampah tak perlu ditanggapi.”

Yak, karena kita, Nikita Mirzani, dan pendosa di planet bumi ini dianggap sampah, maka wajar kalau hanya pemulung yang sudi menanggapinya.

BACA JUGA Sebut Habib Itu Tukang Obat, Nikita Mirzani Sebenarnya Cuma Ngefans Aja Sama Habib Rizieq  dan tulisan Muhammad Nanda Fauzan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2020 oleh

Tags: Habib RizieqmaaherNikita Mirzani
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli

30 Oktober 2024
Judi Online, judol.MOJOK.CO

Iklan Judi Online Nikita Mirzani Itu Ganggu Banget, tapi Siapa yang Berani Melawan?

17 Februari 2024
rizieq shihab bebas

Rizieq Shihab Bebas dari Rutan Bareskrim, Disambut Keluarga di Petamburan

20 Juli 2022
dpr tendang wasit hingga dinar candy versus nikita mirzani

DPR Tendang Wasit hingga Dinar Candy Versus Nikita Mirzani

15 Juni 2022
ilustrasi Jika Petisi Boikot Nikita Mirzani Sudah Banyak Ditandatangani, Selanjutnya Apa? mojok.co

Jika Petisi Boikot Nikita Mirzani Sudah Banyak Ditandatangani, Selanjutnya Apa?

13 Desember 2021

5 Peristiwa Politik Paling Wadidaw Sepanjang Tahun 2020

30 Desember 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

27 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.