Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ketika Ekonomi Indonesia Sedang Nggak Baik-Baik Saja, UMKM Bisa Menjadi Sumber Harapan untuk Hidup Nyaman

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
20 Agustus 2024
A A
UMKM Menjadi Ladang Cuan ketika Ekonomi Indonesia Terpuruk MOJOK.CO

Ilustrasi UMKM Menjadi Ladang Cuan ketika Ekonomi Indonesia Terpuruk. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

UMKM dan usaha mikro adalah alternatif 

Ini soal matematika sederhana. Konsumsi rumah tangga itu tergantung pendapatan atau gaji. Jika gaji kita so-so saja, saat tergerus harga inflasi, pasti daya beli turun. 

Makanya, saya paling bete kalau ada media sedang bahas soal ekonomi Indonesia yang tidak baik-baik saja, lalu muncul komentar: 

“Masa sih, wong tiket konser aja masih sold out.” 

Kita perlu sadar bahwa jumlah orang yang secara ekonomi ada di bawah kelas atas dan menengah, nyaris nggak mungkin beli tiket konser Taylor Swift atau Bruno Mars. Soale gawe tuku mangan wae angel.

Dan disadari atau tidak, kelas menengah di Indonesia ini sejatinya yang paling rentan sekali. Mereka ini, di mana mungkin saya ada di dalam daftar ini juga, nyaris mustahil jadi miliarder. Namun, jarak untuk jatuh ke garis kemiskinan justru sangat besar sekali. Oleh sebab itu, menemukan alternatif seperti UMKM dan usaha mikro jadi makin krusial.

Lalu kita harus ngapain untuk menghadapi kondisi ekonomi Indonesia yang lesu ini?

Kalau saya, sih, berpegang pada kalimat ini: “Waspada, tapi tidak takut. Tetap tenang, tapi tidak jemawa.” 

Sebab, seperti saya tulis di atas, saya ini juga kelas menengah seperti kebanyakan orang di dunia ekonomi Indonesia. Sedikit saja lengah, bukan nggak mungkin saya jatuh miskin.

Waspada di sini lebih saya fokuskan di mengurangi potensi menambah cicilan. Data dari Bank Indonesia menyebut pengeluaran cicilan masyarakat Indonesia terus meningkat dari 8-9% di Juli 2023, menjadi 10,7 di Juli 2024. Ingat, di ranah ekonomi, kenaikan 1% aja udah gede, apalagi 1,7% kan. Lha wong PPN naik ke 12% aja udah engap banget, bos!

UMKM bisa menjadi ladang cuan

Di tengah kondisi yang tidak pasti, kalau memang nggak butuh-butuh amat, saya sangat menyarankan jangan ngambil cicilan. Kecuali memang memfokuskan cicilan untuk memulai usaha produktif di level UMKM yang ambil dari bank dengan bunga cicilan flat yang ringan. Tapi jika cicilan untuk konsumtif atau membeli motor-mobil, saran saya sih, sebaiknya jangan.

Berikutnya, mulai cari peluang usaha di level mikro, yang berpotensi jadi ladang cuan. Industri kreatif dan UMKM selalu bisa jadi solusi menarik asal kita berani memulai dan riset yang tekun. 

Data sudah menunjukkan selama berkali-kali, bahkan ketika kita dicekik pandemi, di mana sektor UMKM selalu sukses jadi penyelamat ekonomi Indonesia. Dan memulai berbisnis di level mikro adalah solusi paling masuk akal yang bisa menyelamatkan korban PHK agar tidak jatuh miskin.

Jangan lantas takut begitu, UMKM bisa diperjuangkan, kok

Tapi, ini nggak bisa dilakukan sendirian. Kita hidup di bawah aturan negara di mana pemerintah memang sudah seharusnya mengambil peran di ekosistem UMKM yang sehat dan produktif. 

Misalnya, sesimpel dengan mengadakan penyelenggaraan program pelatihan bisnis atau pemberian kredit usaha dengan bunga super kecil. Itu sudah lebih dari cukup untuk menawarkan solusi agar UMKM bisa tumbuh, daya beli masyarakat selalu terjaga, dan ekonomi Indonesia tumbuh dengan ideal.

Kondisi ekonomi Indonesia memang nggak baik-baik saja, tapi bukan berarti masyarakat harus ketakutan. Kalau kamu yang membaca ini masih punya pekerjaan dan gaji tetap, selain bersyukur, ini waktu yang pas untuk mulai berpikir “Saya baiknya nyoba bisnis apa ya”, ketimbang berpikir “Abis ini enaknya ambil cicilan apa ya.” 

Iklan

Percayalah, memulai selalu lebih sulit. Tapi ketika sudah mulai, biasanya semua akan mulai terasa mudah.

Penulis: Isidorus Rio

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Berjuang Membangun Toko Online Selama 2 Tahun di Tokopedia dan Kini Saya Bisa Hidup dengan Nyaman dan asupan motivasi lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2024 oleh

Tags: daya beli masyarakatEkonomi IndonesiaIndustri kreatifPHKUMKMusaha mikro
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO
Edumojok

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Pelaku UMKM di sekitar Prambanan mengikuti pelatihan. MOJOK.CO
Ekonomi

Senyum Pelaku UMKM di Sekitar Candi Prambanan Saat Belajar Bareng di Pelatihan IDM, Berharap Bisa Naik Kelas dan Berkontribusi Lebih

3 Desember 2025
WhatsApp dan UKMINDONESIA.ID gelar pelatihan digital untuk UMKM Jogja MOJOK.CO
Kilas

Pelatihan WhatsApp untuk Pelaku UMKM di Jogja, Adopsi Digital buat Hadapi Beragam Tantangan Usaha  

20 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.