Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tolong dong Kasus KSP Indosurya Gagal Bayar 14 Triliun Ditangani seperti Century

Erwin Cristianson oleh Erwin Cristianson
15 Juni 2020
A A
ksp indosurya gagal bayar kerugian 14 15 triliun kasus jiwasraya century asabri ojk kemenkop koperasi simpan pinjam mojok.co

ksp indosurya gagal bayar kerugian 14 15 triliun kasus jiwasraya century asabri ojk kemenkop koperasi simpan pinjam mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO –  KSP Indosurya yang diduga mengumpulkan 14,35 triliun uang anggotanya tersandung kasus gagal bayar. Potensi kerugiannya bahkan jauh di atas kasus Bank Century (6,7 triliun). Anak KSP se-Indonesia apa nggak pusing tuh.

Obat pusing 7 keliling untuk 8.000 nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta masih belum ditemukan. Tampaknya, 2020 merupakan tahun kelam bagi mereka. Sudah bisnis terguncang akibat pandemi, uang miliaran yang disimpan malah tidak bisa kembali.

Iklan

Kejanggalan KSP Indosurya terungkap sejak Februari 2020 lalu, ketika banyak nasabah yang notabene tajir melintir mengeluh tidak bisa mencairkan simpanan saat jatuh tempo.

Belakangan pengurus koperasi menyurati nasabah, menerangkan bahwa deposito/simpanan baru bisa ditarik pada Maret 2020 dengan batas pengambilan Rp1 juta. Maka mencuatlah kasus gagal bayar koperasi yang jumlahnya ditaksir Rp14,35 triliun.

Atas laporan dari nasabah, kepolisian mengadakan penyelidikan yang berujung dengan Bareskrim Polri menersangkakan pendiri KSP Indosurya Henry Surya dan Direktur Operasional KSP Indosurya Suwito Ayub pada 4 Mei 2020.

Tak cukup sampai di situ. Nasabah turut menggugat perdata KSP Indosurya, dan sebagian nasabah beraudiensi dengan Komisi VI DPR RI secara virtual yang digelar pada 8 Mei 2020.

Dalam pertemuan dengan anggota dewan yang terhormat itu terungkap bagaimana koperasi bisa menggaet nasabah, selain alasan iming-iming bunga deposito tinggi mencapai 10 persen, melebihi standar bank pada umumnya yang di kisaran 4-6 persen.

Ketertarikan nasabah berinvestasi di Indosurya dipicu dari dua alasan utama, yakni, lihainya marketing Indosurya yang memiliki rekam jejak perbankan, bahkan Henry Surya turut mendekati nasabah, dan profil koperasi yang tergabung dalam konglomerasi Indosurya Group.

Ambil contoh pengakuan nasabah yang merupakan pemilik restoran Dapur Solo. Dia tertarik berinvestasi di koperasi lantaran adanya jaminan dari OJK dan LPS. Sialnya, setelah kasus ini mencuat, OJK malah menyatakan koperasi merupakan entitas berbeda dari Indosurya Group.

Pernyataan OJK tersebut bikin kesel sebagian orang. Sebab seolah-olah persoalan KSP Indosurya hanya terhenti sampai, “Sori, Jek, tabungan situ nggak dijamin OJK, silakan kelarin sendiri lewat polisi.” Model begini ini mengingatkan publik akan lemahnya pengawasan terhadap skandal Jiwasraya sampai muncul desakan agar OJK dibubarkan.

Dalam banyak pemberitaan, OJK menegaskan, otoritasnya hanya mengawasi dan memberi izin Indosurya Group. Sedangkan KSP Indosurya berada pada ranah pengawasan Menkop UKM karena statusnya bukan lembaga keuangan mikro (LKM).

Sementara pada praktiknya, koperasi menjalankan kegiatan perbankan. Disebut-sebut memiliki lebih dari 80 kantor cabang dan menjadi bagian dari Indosurya Finance yang diawasi OJK.

Henry Surya sendiri merupakan CEO Indosurya, selain putra dari pendiri Indosurya Group, Surya Effendi. Agak sulit untuk menafikan tidak ada koneksi antara si koperasi dengan Indosurya Group.

Publik pun bertanya-tanya: apakah uang nasabah yang jumlahnya nyaris Rp15 triliun hanya dihabiskan tersangka Henry Surya dan Suwito Ayub untuk foya-foya semata? Bukan digunakan untuk keuntungan anak perusahaan Indosurya Group?

Iklan

Pertanyaan selanjutnya, emang gimana pengawasan OJK terhadap kegiatan menghimpun uang di KSP Indosurya jika ditemukan bukti adanya hubungan istimewa antara koperasi ini dan anak perusahaan Indosurya Group?

Progres dari pertemuan sebagian nasabah dengan Komisi VI patut ditunggu. Diharapkan DPR bisa memanggil OJK, Menkop UKM maupun pengurus Indosurya Group untuk meminta penjelasan, mengapa skandal gagal bayar bisa terjadi.

Sementara itu, kerja polisi lumayan dengan berhasil menetapkan dua tersangka, tak kurang dari 3 bulan sejak kasus investasi bodong Indosurya mencuat. Sejak menersangkakan Henry Surya dan Suwito Ayub dengan tuduhan melakukan penipuan/penggelapan, disebut-sebut tim penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah mobil mewah.

Namun, sejauh ini, belum muncul perkembangan signifikan dari penyidikan yang diberitakan media. Misalnya pemeriksaan polisi terhadap Komisioner OJK, pihak Menkop UKM, maupun perwakilan dari entitas Indosurya Group.

Kepolisian bahkan belum menyatakan Henry dan Suwito ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang untuk menelusuri ke mana uang nasabah dilarikan. Penyitaan terhadap aset-aset tersangka selain mobil mewah pun belum terlihat.

Di sisi lain, berkaitan dengan kasus ini, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengakui telah menyerahkan hasil pemeriksaan tahap pertama kepada Bareskrim Polri serta kejaksaan.

Pengejaran aset disebut sampai ke luar negeri. Hambatan yang ditemui, prosesnya tidak mungkin cepat lantaran PPATK harus menunggu koordinasi dengan lembaga intelijen keuangan setempat.

Orang yang baca berita kasus ini jelas kesal. Uang hampir 15 triliun bukan angka kecil, hampir sebesar APBD Sumatera Utara tahun lalu. Harapannya sih, perkara Indosurya dapat dituntaskan setuntas-tuntasnya. Bukan hanya agar nasabah bisa mendapatkan kembali haknya, namun agar ke depan ada perbaikan pengawasan yang berkaitan dengan kegiatan menghimpun uang masyarakat.

Bila perlu pengusutannya dilakukan seperti penanganan kasus Bank Century. Polisi menangani kejahatan perbankan, KPK dan Kejaksaan keroyokan usut korupsinya. Sebenarnya kan kasus ini mirip-mirip saja. Bedanya cuma, di mata hukum, Century bank betulan, KSP Indosurya berlagak seperti bank.

Kasus penipuan yang langganan menghinggapi koperasi memang bikin kredibilitas lembaga yang dibangga-banggakan Bung Hatta ini tambah hancur di mata publik. Tapi jadi pertanyaan juga: kenapa sih, masih aja ada orang percaya sama investasi yang ngasih bunga bombastis di atas standar umum?

BACA JUGA Bagaimana Kapitalisme Finansial Bekerja dalam Kasus Jiwasraya 

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2020 oleh

Tags: gagal bayarkoperasikoperasi simpan pinjamksp indosurya
Erwin Cristianson

Erwin Cristianson

Wartawan

Artikel Terkait

Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO
Kilas

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi MOJOK.CO
Esai

Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi

3 Juli 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO
Otomojok

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.