Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Panduan Merayakan Hari Valentine Buat Kamu yang Jomblo

Kusmartono Aji oleh Kusmartono Aji
14 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yang jomblo silakan ke sebelah kiri, yang berpasangan ke kanan. Woy, kamu, yang bengong di hari Valentine. Jangan pura-pura nggak tahu, ayo geser ke kiri, Gobl…

Selamat hari Valentine untuk yang merayakan. Selamat hari Kamis untuk kamu-kamu yang merasa ogah merayakan. Entah karena memang tidak punya pasangan, merasa itu bukan budaya Indonesia, atau memang malas ikut serta dalam ajang tahunan yang begitu-begitu saja.

Setiap tahun, pembahasan soal halal haram penting tidaknya merayakan hari ini sungguh sangat menarik untuk diikuti atau setidaknya dikomentari. Apalagi jempol netizen jaman sekarang sudah semakin berkembang—kuantitasnya.

Tidak perlu membicarakan mereka yang berbahagia, kesenangan mereka tidak cukup penting untuk dibahas dan diberi panggung. Bagi kaum piyambakan (baca saja: jomblo makrifat) atau para tuna asmara, Valentine hanya satu hari di mana mereka akan lebih merenungi makna rindu dan pesan-pesan singkat yang sudah berhari-hari diabaikan.

Bagi mereka yang sudah lama tidak merasakan hangatnya suara di ujung telepon, dering notifikasi ponsel, dan gemericik kupu-kupu di dalam perut. Rasanya tidak elok apabila 14 Februari hanya digunakan sebagai saat yang tepat untuk meringkuk di dalam kamar atau mengubur diri dalam kesibukan di balik kubikel kantor.

Mungkin hari Valentine adalah waktu yang cocok untuk masyarakat nirjodoh pergi ke luar dan berkunjung ke tempat ramai. Pergi ke warung kopi, tempat nongkrong, atau jalan-jalan saja keliling mall. Besar kemungkinan mereka yang sedang tidak bergandengan, jalan berdempetan, atau duduk pangku-pangkuan adalah orang yang tepat untuk kamu ajak bicara.

Siapa tahu, kan. Kumpulan gombalan “Ee, bapak kamu…” yang selama ini sudah susah payah kamu kumpulkan bisa keluar dan kamu praktekkan. Daripada cuma njogrok di dalam catatanmu dan mungkin hanya berakhir di postingan sosial media yang haduh, mblo, makin menegaskan kenelangsaan asmaramu saja.

Atau ya, mungkin kalau kamu-kamu adalah seorang yang mengategorikan diri sendiri sebagai introvert dan merasa canggung untuk bertemu orang baru, ya sudah, silakan saja gunakan hari Valentine sebagai sarana untuk mengasah kemampuan galaumu dengan bikin konten. Semakin galau semakin baik. Konten nomor satu, perasaan batinmu nomor sekian.

Ingat. Meskipun galau, jomblo, kangen, dan patah hati sudah tidak menempati posisi pertama pada mata rantai konten akhir-akhir ini, tapi ia masih berada di papan atas klasemen konten. Beriringan dengan politik, guyon receh, dan skandal selebtwit thread informatif gaya copas Wikipedia.

Tidak ada salahnya menggalau di hari valentine. Sebagaimana hak rekan-rekan kasmaran untuk menampakkan afeksinya, dan juga hak tim marketing untuk mendompleng momen kasih sayang demi meningkatkan keuntungan dagangannya.

Karena terbukti, kenelangsaan romansa dan segala rupa kekecewaan adalah hal yang paling dekat dengan kita (HAAAH?? KITAAA??). Dan oleh karena itu mari rekan-rekan piyambakan bersatu dan meramaikan hari kasih sayang dengan sambat seharian. (((Sambat seharian))).

Saya sendiri pernah mengalami beberapa kekecewaan perihal asmara. Memang tidak banyak, masih bisa dihitung jari, dengan satu tangan, tapi cukup memberi pelajaran yang berarti. Pelajaran perihal mengukur pengharapan, belajar menerima kekalahan, belajar melepaskan, juga belajar melupakan.

Katanya fase-fase terbaik seseorang adalah saat ia patah hati. Memang tidak semua, tapi kebanyakan patah hati bisa membuat seseorang jadi lebih produktif.

Coba lihat ada berapa banyak karya yang hadir dari kekecewaan. Puisi-puisi kesukaanmu, lagu-lagu yang menemanimu, atau mungkin karyamu sendiri. Dan kamu akan jadi lebih sensitif dalam melihat keadaan dunia (halaaah ramashoook~).

Iklan

Nah, kalau kamu termasuk orang yang bisa produktif saat sedang patah hati, maka bersyukurlah. Karena tidak sedikit orang yang malah kehilangan dirinya saat dirundung kekecewaan. Merasa dunia begitu kejam, seolah semesta berkonspirasi untuk meruntuhkannya, lalu berdiam diri dan menarik diri dari agama lingkungan.

Jangan khawatir my luv, di hari Valentine ini kamu tidak sendirian. Tidak usah soksokan merasa seistimewa itu dengan berlagak jadi satu-satunya tuna asmara yang menerima berbagai bentuk kesedihan yang disodorkan dunia untukmu.

Masih banyak rekan-rekan lain yang memiliki nasib serupa atau bahkan lebih nelangsa dari kamu. Sambatmu itu benar-benar tidak spesial.

Jangan merasa paling sengsara sebagaimana kamu merasa paling bahagia, biasa-biasa saja. Yang Maha Kuasa tahu betul caranya membolak-balikan perasaan dengan mudah. Rayakan seadanya, sebisanya, semampunya. Kalau tidak ada, tidak bisa, dan tidak mampu, ya uwis sambat maneh waeee.

Jadi, sudah tahu mau apa pada hari Valentine ini?

Mau coklat? Beli saja sendiri. Mau bunga mawar? Pesan saja lewat toko online, tulis pesan yang mau kamu sampaikan untuk dirimu sendiri.

Jadilah jomblowan dan jomblowati yang mandiri. Mau dinyanyikan lagu romantis? YouTube adalah solusi, banyak yang dengan sukarela menyanyikan lagu kesenanganmu hanya dengan satu klik (dan kuota internet yang memadai).

Kalau masih belum cukup juga, kumpulkan sesama tuna asmara dan buatlah keriaan tandingan untuk melawan gelombang cinta yang terlalu kuat memancar di sepanjang hari Valentine ini. Demonstrasikan kalau Valentine itu haram bisa jadi solusi.

Mari menangis bersama-sama, merayakan kehilangan kesempatan untuk lebih dekat dengan mas atau mbak kesayanganmu. Karena falling-in-love-with-people-we-can’t-have adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu maka kebahagiaan di atas dunia harus dihapuskan (sebentar, saya lap air mata dulu).

Mari bersama-sama mendendangkan lagu sedih, karena emosi yang sudah lama dipendam harus dikeluarkan secepat-cepatnya. Ajak rekan senasib sepenanggungan untuk pergi karaoke dan berteriak sekeras-kerasnya. Jangan ragu, lepaskan semuanya.

Mari bersama-sama mengingat kenangan manis saat bersama dirinya yang sudah bahagia dengan kekasihnya sekarang. Mari berjalan beriringan dan saling menguatkan karena jomblo bersatu tak bisa dikalahkan!

Tapi, kalau kamu mau sendirian juga tidak apa-apa. Bebas saja. Sedihmu tak perlu dibagi, nikmati saja sendiri. Lalu nangis, nangis sendiri. Usap aeeer mata sendiri.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2021 oleh

Tags: cintacoklatharamhari valentinejombloValentine
Kusmartono Aji

Kusmartono Aji

Artikel Terkait

Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO
Lipsus

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
Nyaris dicurigai kumpul kebo di penginapan Jogja saat Valentine. MOJOK.CO
Lipsus

Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo

14 Februari 2026
Hari Valentine, “Valentine Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai dengan Berhubungan Seks?.MOJOK.CO
Lipsus

“Valentine Bukan Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai Sedangkal Berhubungan Seks?

13 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos di Jogja

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Sate entok di Kaliurang, Jogja

Sate Entok, Olahan Unggas Terbaik yang Jarang Diketahui padahal Rasanya Lebih “Jujur” daripada Bebek Goreng

18 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.