Mojok Person of The Year 2015

Person of The Year 2015

Person of The Year 2015

Semakin tahun, dunia fana ini akan semakin bising. Pertumbuhan penduduk dan industri kendaraan bermotor di dunia nyata, dan terutama banjir suara di dunia maya.

Perkembangan teknologi digital semakin hari semakin meriah. Segala yang fisik didigitalkan, termasuk keributan-keributan yang tadinya hanya berada di pojokan-pojokan entah, di sudut-sudut peradaban, kini semuanya merangsek ke tengah saling berebut perhatian.

Setelah tahun politik 2014, yang memang khittahnya menjadi tahun panas, 2015 yang tadinya diprediksi (atau diharapkan?) banyak pakar akan sedikit mendingin ternyata semakin penuh keonaran. Tiada hari tanpa isu panas di media sosial. Tahun 2015 adalah bukti nyata betapa intensitas hingar-bingar di internet akan terus meninggi. Tak peduli tahun politik atau tahun babi atau tahun monyet. 2016 dan seterusnya kemungkinan besar akan lebih tak karuan lagi.

Tentu tak mudah mencari suara-suara orisinal di tengah kerumunan yang berteriak. Karenanya menentukan Mojok Person Of The Year 2015 bukanlah pekerjaan gampang. Eh, tapi nggak sulit-sulit amat juga ding. Beberapa bisa kita temukan tanpa usaha berarti karena ada orang-orang tertentu yang punya privilese memegang mikrofon di tengah keramaian.

Berikut daftar Manusia Paling Mojok 2015, tokoh-tokoh paling segar, menghibur, dan layak menjadi pengingat bagi kita semua:

5. HAFIDZ ARY

Tidak sulit memasukkan Hafidz ke dalam daftar ini, tidak perlu sampai mengobok-obok tumpukan jerami untuk mencari sebatang jarum. Hafidz dengan sendirinya muncul ke permukaan sebagai corong yang memancarkan bara api.

Hafidz adalah El Fenomeno di Twitter. Ia adalah contoh terbaik bagaimana menjadi kompor itu mudah. Bahan bakar paling efektifnya tentu saja sentimen agama.

Ketika insiden Tolikara terjadi, sebuah masjid di Papua terbakar di hari Idul Fitri, tanpa basa-basi Hafidz segera membrojolkan provokasinya: “Umat Islam sudah begitu tolerannya, Indonesia jadi negara dengan gereja terbanyak di dunia. Yang didapat? Masjid dibakar.”

Tanpa melakukan pengecekan dua kali atas apa yang sebenarnya terjadi, tanpa pernah membaca buku Melawat ke Timur karya Kardono Setyorakhmadi, dan hanya bermodalkan berita tergesa-gesa dari Metro TV, Hafidz buru-buru berkokok, “Jika muslim di Jakarta atau Jawa minoritas, pembakaran masjid ya terjadi juga di sini.”

Semua muslim sumbu pendek tak urung langsung terbakar, karena sekilas pernyataan Hafidz tampak begitu jujur, benar, dan pintar. Tapi logika Hafidz adalah juga logika para pembakar tempat ibadah dari agama apapun.

Hafidz adalah alarm bagi kita semua: jika spesiesnya dikloning massal di semua agama, perang antar agama sebentar lagi bukan mustahil bakal terjadi.

4. BAYU KUMBARA

Berkebalikan 169 derajat dengan Hafidz yang mengumbar pesan perang, Bayu menebar pesan cinta.

Sebagian orang mungkin akan dengan sinis berpendapat, Bayu hanya memenuhi nubuat Andy Warhol bahwa akan banyak manusia yang menjadi terkenal selama 15 menit. Ya, barangkali Bayu memang sensasi sementara belaka untuk kemudian dilupakan. Tapi benarkah Bayu dilupakan, terutama oleh para jomblowan karatan?

Bayu yang memikat hati perempuan bule secantik Jennifer Brocklehurst memang sebentar saja menjadi tren percakapan, tapi ia telah menjadi gada yang menghantam kepala semua orang yang tak kunjung mendapat pasangan.

Jika Disney punya dongeng-dongeng putri yang mendayu-dayu, Indonesia patut bangga punya dongeng seindah kisah Bayu.

3. NIKITA MIRZANI

Karena hanya Kak Nikita ini yang bisa membuat junjungan kami Bilven Sandalista sampai bersabda begini: “Setidaknya ada empat NIKITA yang berpengaruh besar di dunia ini: Nikita Khrushchev, Nikita Willy, dan Nikita Mirzani. Dan yang satu lagi sempat heboh tahun lalu ketika pilpres: Jokowi-JK adalah niKITA!”

#Krik

2. DONY ISWARA

Mz Don @Pseudony_ adalah air zam-zam bagi mereka yang dahaga.

Mz Don tak pernah lelah menjadi sumur inspirasi dengan #rekomendeath dan cerita-cerita yang tak selesainya.

Mz Don tak pernah segan memfollow balik ukhti-ukhti subhanallove dan mengajak mereka rumpi-rumpi unyu.

Padahal mah~

Mz Don adalah manusia terbaik yang lahir di Twitter.

Mz Don idaman semua mamalia.

Mz Don kandidat terkuat Mojok Person of The Year, sampai pekan ketiga Desember 2015.

Mz Don seharusnya jadi Manusia Paling Mojok tahun ini jika saja tidak ada peristiwa istimewa di pekan terakhir penghujung tahun.

Dah ah~

1. TUKANG KOMENTAR 

Belum pernah ada yang mengira bahwa komentar di Facebook akan serevolusioner ini.

Sebelumnya, banyak pakar IT dunia menganggap bahwa kolom komentar Youtube adalah harta karun internet. Tapi itu jauh sebelum mereka mengetahui kedahsyatan para komentator Facebook asal Indonesia. Para komentator itu bukan hanya nyaris tidak menuntut apa-apa, tapi bahkan berhasil membawa peradaban internet melompat jutaan langkah lebih apolitis, lebih lucu, dan karenanya lebih selo.

Mereka ada dan berlipat ganda. Dan tujuan utama mereka berkomentar adalah komentar itu sendiri. Bukan yang lain.

Mari kita simak komentar yang seminggu terakhir marak di foto lawas Mark Zuckerberg (diposting tanggal 3 Oktober 2011). Dari 17.157 komentar (sampai tulisan ini dibuat), 15.157-nya adalah komentar anak-anak Indonesia Cahaya Asia Harapan Bunda. Berikut beberapa komentar yang saya pilih secara acak, dengan sedikit perbaikan ejaan:

“Lagi fap-fap ya, Juk? Dasar Marjuki, suka fap-fap. Mana sini bagi link-nya?”

“Mrax, tytyd lu kecil.”

“DIJUAL

Pintu ke mana saja (diimpor dari masa depan)

Kondisi: Baru

Fungsi: Bisa ke mana saja dalam waktu yang cepat.

Harga: 14 Juta NEGO!

Surat-surat lengkap dari masa depan.

Stok Masih ada 7!

Enak buat travelling. Kalo bisa ini kenapa harus naek pesawat?

Makasih, Gan.

Minat? Komentar or chat Fb ini.

Atau invite 5554A219.”

“Galer dulu, Sob!”

Untuk merasakan sendiri sensasinya secara kaffah, Anda sebaiknya segera meluncur ke TKP. Habis membaca komentar-komentar itu, saya jadi yakin kehidupan kita senantiasa akan dinaungi aura kasih positif dan dunia yang kian bising ini selamanya akan baik-baik saja.

Selamat tahun baru 2016!

Exit mobile version